- Labuan Bajo menghadapi masalah sampah serius sebagai pintu gerbang KSPN, mengancam keberlanjutan pariwisata dan kualitas hidup warga.
- Endress+Hauser Indonesia meluncurkan program pengelolaan sampah dengan donasi 120 tong sampah kepada Pemkab Manggarai Barat.
- Program enam bulan ini melibatkan pendampingan 50 keluarga, pelatihan pemilahan sampah, dan pengadaan sarana transportasi terpilah.
Sementara itu, INGRAM menyatakan kesiapan mendampingi masyarakat Labuan Bajo secara intensif. Program Manager PT Inovasi Gerakan Masyarakat, Michaella Karina, menuturkan bahwa pihaknya berkomitmen memastikan program berjalan efektif dan mudah diterapkan.
“Kami berkomitmen mendampingi Endress+Hauser Indonesia dan masyarakat Labuan Bajo selama enam bulan ke depan melalui pendampingan intensif, penguatan praktik pemilahan sampah, serta pengelolaan sistem yang mudah diterapkan dan berkelanjutan,” ujarnya.
Rangkaian inisiatif ini secara resmi ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Endress+Hauser Indonesia dan PT Inovasi Gerakan Masyarakat di Kantor Dinas Lingkungan Hidup Labuan Bajo, yang disaksikan langsung oleh Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat.