suara mereka

Hukum Menikahi Saudara Sepupu dalam Islam: Bolehkah atau Dilarang?

Cesar Uji Tawakal Suara.Com
Minggu, 15 Maret 2026 | 08:41 WIB
Hukum Menikahi Saudara Sepupu dalam Islam: Bolehkah atau Dilarang?
Hukum menikahi saudara sepupu dalam Islam: bolehkah atau dilarang? (Freepik)

Suara.com - Pernikahan merupakan salah satu ibadah yang dianjurkan dalam Islam untuk membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah. Namun dalam praktiknya, tidak semua pasangan dapat menikah secara bebas karena terdapat aturan mengenai siapa saja yang boleh dan tidak boleh dinikahi.

Salah satu pertanyaan yang sering muncul di masyarakat adalah mengenai hukum menikahi saudara sepupu. Sebagian orang menganggap sepupu masih termasuk saudara dekat sehingga tidak boleh dinikahi. Di sisi lain, ada pula yang berpendapat bahwa menikah dengan sepupu diperbolehkan dalam Islam.

Lalu, bagaimana sebenarnya hukum menikahi sepupu menurut Islam? Apakah ada dalil yang menjelaskan hal tersebut? Artikel ini akan membahas secara lengkap hukum, dalil, pandangan ulama, serta beberapa pertimbangan sebelum menikah dengan sepupu.

Pengertian Saudara Sepupu dalam Islam

Secara umum, sepupu adalah anak dari saudara kandung ayah atau ibu, baik itu paman maupun bibi. Dalam istilah kekerabatan Islam, mereka masih memiliki hubungan darah, tetapi tidak termasuk dalam kategori mahram yang haram dinikahi. 

Dalam syariat Islam, aturan mengenai siapa saja yang tidak boleh dinikahi disebut dengan mahram. Orang-orang yang termasuk mahram antara lain ibu, anak perempuan, saudara kandung, bibi, keponakan, serta kerabat tertentu karena hubungan persusuan.

Karena sepupu tidak termasuk dalam daftar tersebut, maka secara hukum Islam mereka tidak termasuk mahram.

Hukum Menikahi Sepupu dalam Islam

Secara umum, menikahi saudara sepupu hukumnya boleh atau halal dalam Islam. Hal ini karena sepupu bukan termasuk orang yang diharamkan untuk dinikahi.

Baca Juga: Kenapa Pertanyaan 'Kapan Nikah' Selalu Muncul saat Lebaran?

Dalam Al-Qur’an terdapat dalil yang menjadi dasar bahwa sepupu boleh dinikahi, yaitu dalam Surah Al-Ahzab ayat 50 yang menjelaskan bahwa Allah menghalalkan anak perempuan dari saudara ayah maupun saudara ibu untuk dinikahi. 

Selain itu, para ulama juga menjelaskan bahwa sepupu tidak termasuk dalam kategori muharramat minan nisa (perempuan yang haram dinikahi). Oleh karena itu, pernikahan dengan sepupu dianggap sah menurut hukum Islam selama memenuhi syarat dan rukun nikah.

Dengan demikian, baik sepupu dari pihak ayah maupun sepupu dari pihak ibu diperbolehkan untuk dinikahi.

Pandangan Ulama tentang Pernikahan dengan Sepupu

Mayoritas ulama sepakat bahwa menikahi sepupu adalah boleh dan sah. Namun beberapa ulama memberikan catatan atau anjuran agar tidak terlalu sering menikah dengan kerabat dekat.

Dalam mazhab Syafi’i, misalnya, menikahi sepupu tidak dilarang tetapi dihukumi makruh dalam kondisi tertentu. Hal ini dikaitkan dengan kemungkinan munculnya masalah kesehatan pada keturunan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI