- Lights Wonderland adalah acara wisata malam di TWA Mangrove PIK, menampilkan instalasi cahaya artistik dari 16 Januari hingga 15 Februari.
- Acara ini menawarkan pengalaman imersif di ruang terbuka hijau, menyasar berbagai segmen dengan tiket yang terjangkau dan inklusif.
- Festival ini berdampak positif pada ekonomi lokal PIK dengan memperpanjang waktu tinggal pengunjung dan menggerakkan sektor pendukung.
Suara.com - Jakarta perlahan menemukan wajah barunya di malam hari. Bukan lagi sekadar gemerlap gedung atau deretan kafe, tetapi pengalaman wisata yang memadukan alam, cahaya, dan suasana santai.
Salah satunya hadir lewat Lights Wonderland di Taman Wisata Alam Mangrove PIK, sebuah destinasi sore hingga malam yang menawarkan sensasi berbeda dari wisata kota pada umumnya.
Digelar mulai 16 Januari hingga 15 Februari, Lights Wonderland mengubah kawasan mangrove menjadi ruang visual yang hidup setelah matahari terbenam.
Mulai pukul 17.00 hingga 23.00 WIB, pengunjung diajak menyusuri jalur hijau yang disinari instalasi lampu artistik, menciptakan nuansa magis di tengah rimbunnya vegetasi mangrove.
Cahaya yang berpadu dengan elemen alam menghadirkan pengalaman imersif. tenang, estetik, sekaligus menyegarkan.
Konsep night wonderland ini menjadi alternatif hiburan malam yang jarang ditemui di Jakarta. Alih-alih keramaian indoor, pengunjung justru diajak menikmati ruang terbuka hijau dengan cara yang tak biasa.

Tak heran jika Lights Wonderland menyasar beragam segmen, mulai dari keluarga, komunitas, hingga wisatawan urban yang ingin menikmati suasana malam dengan tempo lebih pelan.
Dengan harga tiket yang relatif terjangkau, festival ini terasa inklusif dan mudah diakses. Namun di balik kesederhanaannya, Lights Wonderland menyimpan nilai ekonomi dan pariwisata yang cukup signifikan.
“Ini contoh bagaimana ruang konservasi bisa diaktivasi tanpa kehilangan daya tarik alaminya. Pengalaman wisatanya premium tapi tetap inklusif,” ujar Made Adi Pranata, pengusaha properti asal Denpasar yang datang bersama relasinya.
Baca Juga: Cerita Inspiratif: Kampung Koboy Desa Tugu Selatan Cisarua
Menurutnya, pendekatan seperti ini membuka peluang baru bagi pengembangan wisata berkelanjutan di kawasan urban.
Kehadiran Lights Wonderland juga memberi efek domino bagi kawasan PIK. Aktivitas wisata yang berlangsung hingga malam hari secara alami memperpanjang waktu tinggal pengunjung.
Dampaknya terasa pada sektor pendukung seperti kuliner, transportasi, hingga jasa fotografi yang ikut bergerak mengikuti arus pengunjung.
Bagi wisatawan lokal, pengalaman ini terasa sebagai “alasan baru” untuk datang ke PIK bukan hanya untuk makan malam. Siti Khadijah Al-Munawar, warga Jakarta Selatan, mengaku merasakan perbedaan atmosfer yang ditawarkan Lights Wonderland.
“Sebagai destinasi, ini memberi alasan baru untuk datang sore hingga malam. Rasanya berbeda dibanding sekadar makan malam di kawasan PIK,” tuturnya.
Lebih dari sekadar festival lampu, Lights Wonderland menawarkan pengalaman berjalan santai, berfoto, hingga menikmati malam Jakarta dalam suasana yang lebih alami dan intim.