Sebelum dimiliki Epstein, Little St. James sempat berada di tangan investor modal ventura Arch Cummin.
Pulau ini juga pernah menjadi sorotan publik jauh sebelum era Epstein, termasuk ketika pesulap terkenal David Copperfield melamar Claudia Schiffer di sana pada 1994.
Dugaan Aktivitas Ilegal di Pulau Epstein

Berbagai pengacara, dokumen pengadilan, dan kesaksian korban menyebut Little St. James sebagai lokasi utama perdagangan seksual anak di bawah umur.
Salah satu penuduh Epstein, Virginia Giuffre, dalam dokumen pengadilan tahun 2022, mengklaim dirinya mengalami pelecehan seksual oleh Pangeran Andrew di pulau tersebut.
Warga lokal juga mengaku kerap melihat Epstein datang bersama gadis-gadis muda.
Dalam gugatan hukum tahun 2020, Jaksa Agung Kepulauan Virgin AS saat itu, Denise George, menyebut Epstein menggunakan helikopter untuk memindahkan perempuan muda dan anak di bawah umur antara St. Thomas dan Little St. James.
Siapa Saja yang Pernah Datang?
Banyak tokoh publik disebut pernah diundang ke Pulau Epstein. Hal ini membuat catatan penerbangan (flight logs) menjadi fokus utama penyelidikan.
Namun hingga kini, sebagian besar klaim tersebut masih bersifat tuduhan dan belum dibuktikan melalui putusan pengadilan.
Baca Juga: Apa Pekerjaan Jeffrey Epstein? Punya Harta Rp9 Triliun hingga 2 Pulau Pribadi
Presiden AS Donald Trump secara terbuka menyatakan dirinya tidak pernah mengunjungi pulau tersebut dan mengaku menolak undangan Epstein.
Nama-nama lain seperti Elon Musk, Peter Thiel, dan Steve Bannon memang muncul dalam jadwal harian Epstein, tetapi dokumen tersebut tidak mengaitkan mereka dengan aktivitas kriminal apa pun.
Nasib Pulau Epstein Saat Ini
Setelah Epstein meninggal dunia pada 2019, nilai Little St. James diperkirakan melampaui US$63 juta. Pada 2023, kedua pulau tersebut resmi dijual kepada miliarder Stephen Deckoff, yang berencana mengubah kawasan tersebut menjadi resor mewah eksklusif.
Meski proyek pengembangan masih berjalan hingga awal 2026, bayang-bayang masa lalu Epstein membuat Pulau Little St. James tetap menjadi simbol kelam dari skandal elite global yang mengguncang dunia.
Kontributor : Trias Rohmadoni