- Dokumen Epstein Files yang dirilis Desember 2025 memicu sorotan global.
- Dokumen itu mengungkap kejahatan dan jaringan sosial politik Epstein.
- Dulunya Epstein adalah guru matematika meski tak memiliki gelar sarjana.
Suara.com - Nama Jeffrey Epstein kembali menjadi sorotan publik global setelah Departemen Kehakiman Amerika Serikat merilis Epstein Files secara utuh pada akhir Desember 2025.
Epstein Files sendiri merujuk pada ribuan dokumen pengadilan dan arsip penyelidikan yang merekam kejahatan Epstein serta jejaring sosial dan politik di sekelilingnya.
Skandal yang menyeret banyak tokoh besar dari kalangan politisi, pebisnis, hingga selebritas meninggalkan satu pertanyaan besar: Bagaimana mungkin seorang pria dari keluarga biasa di Brooklyn bisa memiliki kekayaan fantastis dan akses tak terbatas ke lingkaran elit dunia?
Ternyata, perjalanan Epstein bukan terjadi dalam semalam. Ini adalah kombinasi antara kecerdasan teknis, ambisi yang membabi buta, dan kemampuannya memikat orang-orang paling berpengaruh di dunia.
Awal Mula: Guru yang Miskin, Pintar, dan Ambisius
Sebelum dikenal sebagai miliarder dengan jet pribadi, Epstein memulai kariernya di tempat yang tak terduga, yakni ruang kelas. Pada tahun 1974, ia bekerja sebagai guru fisika dan matematika di Dalton School, sebuah sekolah swasta paling elit di Manhattan.

Menariknya, Epstein mendapatkan posisi ini meskipun ia tidak memiliki gelar sarjana. Menurut laporan dari NPR, mantan siswa-siswanya mengingatnya sebagai sosok yang sangat intens dan karismatik.
"Dia punya aura yang membuat orang merasa dia adalah orang paling pintar di ruangan itu," tulis NPR menggambarkan kesan para siswanya kala itu.
Namun, mengajar hanyalah batu loncatan. Laporan dari WLRN menyebutkan bahwa saat itu Epstein adalah sosok yang "miskin, pintar, dan sangat ingin menjadi kaya" (poor, smart, and desperate to be rich). Ambisi inilah yang mendorongnya meninggalkan dunia pendidikan dan beralih ke Wall Street.
Pintu Masuk ke Wall Street
Kesempatan emas Epstein datang melalui orang tua salah satu muridnya di Dalton School. Melansir WLRN, salah satu orang tua murid yang merupakan eksekutif di bank investasi Bear Stearns melihat potensi besar dalam kemampuan matematika Epstein.
Baca Juga: Mengenal Kiswah Kain Suci Penutup Kabah yang Dikirim Eksklusif ke Jeffrey Epstein
Ia pun direkrut sebagai asisten junior. Di Bear Stearns, karier Epstein meroket. Berkat kemampuannya dalam memahami pola keuangan yang kompleks, ia naik jabatan menjadi partner hanya dalam waktu singkat.
Meski akhirnya ia diminta keluar dari perusahaan tersebut karena masalah internal, ia sudah mengantongi modal sosial dan jaringan yang ia butuhkan untuk langkah berikutnya.
Hubungan dengan Leslie Wexner: Kunci Kekayaan Hakiki
Jika Anda bertanya-tanya dari mana asal uang jutaan dolar yang mendanai gaya hidup mewah Epstein, jawabannya sebagian besar mengarah pada satu nama: Leslie Wexner. Wexner adalah miliarder di balik kerajaan ritel L Brands yang membawahi Victoria's Secret.
Berdasarkan laporan CBS News, hubungan Epstein dengan Wexner adalah titik balik yang mengubah status sosialnya secara drastis. Epstein mendirikan perusahaan manajemen asetnya sendiri, J. Epstein & Co., yang diklaim hanya melayani klien dengan kekayaan di atas satu miliar dolar AS.
CBS News mencatat bahwa Wexner memberikan "surat kuasa penuh" (power of attorney) kepada Epstein atas urusan finansialnya. Ini adalah tingkat kepercayaan yang sangat langka di dunia bisnis.
Melalui Wexner, Epstein tidak hanya mendapatkan kekayaan dalam bentuk komisi dan aset seperti rumah mewah di New York yang dulunya milik Wexner, tetapi juga kredibilitas untuk masuk ke lingkaran sosial tertinggi.