-
- Banyak ibu rumah tangga memulai usaha dari kebutuhan membantu ekonomi keluarga, namun terhambat akses pelatihan, literasi digital, dan permodalan.
- Pendampingan dan penguatan kapasitas menjadi faktor penting agar UMKM perempuan dapat bertahan dan tumbuh secara berkelanjutan.
- Upaya membangun ekosistem yang inklusif membuka ruang bagi UMKM perempuan untuk meningkatkan daya saing di era ekonomi digital.
Suara.com - Bagi banyak ibu rumah tangga, keinginan untuk berwirausaha sering kali berangkat dari kebutuhan sederhana: membantu ekonomi keluarga.
Namun, keterbatasan akses pelatihan, minim literasi digital, hingga sulitnya permodalan kerap membuat langkah itu terhenti sebelum benar-benar dimulai. Di titik inilah dukungan ekosistem menjadi penting—bukan hanya memberi modal, tetapi juga kepercayaan diri dan ruang untuk tumbuh.
Berangkat dari realitas tersebut, PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk kembali memperkuat komitmennya dalam pemberdayaan perempuan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui workshop peningkatan kapasitas bagi ibu rumah tangga pelaku usaha di Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Kampung Wirausaha Garudafood, program inkubasi pemberdayaan masyarakat yang berada di bawah payung Garudafood Sehati dan telah berjalan sejak 2017, serta dilaksanakan berkolaborasi dengan Daarut Tauhiid (DT) Peduli.
Data UN Women mencatat, satu dari tiga perempuan di dunia merupakan pelaku usaha mikro. Di Indonesia, Kementerian Koperasi dan UKM bersama BPS melaporkan bahwa 64,5 persen UMKM dimiliki dan dipimpin oleh perempuan.
Meski demikian, tantangan struktural masih membayangi, mulai dari akses pelatihan yang terbatas, rendahnya literasi digital, hingga kendala permodalan yang menghambat keberlanjutan usaha.
Melalui Kampung Wirausaha Garudafood, perusahaan berupaya membuka akses sumber daya dan pengembangan kapasitas bagi UMKM ultra mikro, khususnya perempuan ibu rumah tangga, agar mampu membangun usaha yang berkelanjutan dan berdaya saing.
“Pemberdayaan UMKM binaan agar adaptif dan kompetitif menjadi prioritas kami. Bersama tenaga ahli mitra Garudafood, kami memberikan pendampingan intensif, pelatihan kewirausahaan, akses pasar, hingga permodalan. Ini merupakan langkah nyata untuk memperkuat ekosistem UMKM perempuan yang tangguh,” ujar Dian Astriana di sela kegiatan workshop Kampung Wirausaha Garudafood.
Workshop peningkatan kapasitas ini diikuti oleh lebih dari 100 pelaku UMKM perempuan ibu rumah tangga dari berbagai wilayah di Jawa Barat. Selain mendapatkan pendampingan langsung dari narasumber ahli dan praktisi bisnis, para peserta juga membangun jejaring mandiri dan saling berbagi pengalaman.
Baca Juga: BRI Dorong UMKM Batam Lewat MoU Investasi dan Digitalisasi Qlola
Memasuki tahun 2026, mereka juga berkomitmen untuk terus mengakselerasi transformasi digital bagi anggota Kampung Wirausaha melalui penyediaan dukungan kasir digital. Inisiatif ini diwujudkan melalui kerja sama dengan DT Peduli sebagai mitra strategis, sekaligus menjadi bagian dari upaya menghadirkan akses teknologi yang lebih inklusif.
Melalui langkah ini, UMKM binaan diharapkan dapat mengelola transaksi secara lebih efisien, meningkatkan literasi digital, dan memperluas daya saing di era ekonomi digital.
Salah satu peserta workshop, Anisa Hasanah, ibu rumah tangga asal Bandung, membagikan pengalamannya.
“Awalnya saya ragu apakah bisa berbisnis. Tapi berkat pendampingan intensif, usaha saya berkembang pesat. Sekarang saya bisa membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga, membiayai pendidikan anak, sekaligus menyalurkan passion berwirausaha,” ujarnya.
Komitmen perusahaan tersebut dalam pemberdayaan UMKM dan perempuan juga tercermin melalui penghargaan “Best Women Empowerment Company 2025” kategori FMCG Industry pada ajang Women Empowerment Companies Awards (WECA). Penghargaan ini menjadi pengakuan atas konsistensi perusahaan dalam menghadirkan program berkelanjutan yang memberikan dampak sosial nyata.