Tulisan yang seharusnya tertulis “Bank Name” terbaca keliru menjadi “Baal name”. Setelah bagian tersebut, dokumen justru dengan jelas mencantumkan nama bank Wachovia Bank dan nama rekening One Clearlake Centre, LLC.
Media pemeriksa fakta menegaskan bahwa tidak ada satu pun bukti yang menunjukkan Epstein sengaja menamai rekeningnya dengan nama Baal, apalagi mengaitkannya dengan ritual atau kepercayaan tertentu.
Meski demikian, kutipan netizen seperti dari akun @AdameMedia tetap menyebar luas karena menggunakan bahasa yang emosional dan narasi yang ekstrem. Klaim tentang pengorbanan bayi, keterlibatan negara-negara besar, hingga kaitan dengan konflik geopolitik membuat isu ini terasa “dalam” dan sulit dipahami.
Padahal, sebagian besar pernyataan tersebut tidak memiliki dasar dokumen yang kuat. Fenomena ini menunjukkan bagaimana potongan informasi yang tidak utuh bisa dengan mudah ditafsirkan secara berlebihan, apalagi jika dikaitkan dengan nama yang sudah lama memiliki citra negatif dalam sejarah keagamaan.
Pada akhirnya, Baal dalam konteks sejarah, Al-Qur’an, dan dokumen Epstein adalah tiga hal yang berbeda. Dalam sejarah, Baal adalah sebutan bagi dewa kuno dalam Al-Qur’an, Baal adalah berhala yang disembah kaum Nabi Ilyas, sedangkan dalam Epstein Files, nama Baal muncul akibat kesalahan teknis pembacaan dokumen.
Kontributor : Dea Nabila