- PIK menyelenggarakan "Journey of Lunar New Year" sepanjang 1-28 Februari, memadukan perayaan Imlek dengan suasana tepi laut.
- Rangkaian acara Imlek ini menampilkan pertunjukan budaya seperti Barongsai dan Liong di berbagai titik kawasan PIK.
- Inisiatif ini bertujuan menjadikan PIK destinasi wisata tematik yang mengemas tradisi melalui pendekatan kreatif urban.
Lion Dance Performance hadir di By The Sea, Liong Performance digelar di Land’s End, dan Sunset Pier berubah menjadi ruang temu saat Barongsai & Liongsai Performance berpadu dengan Oriental Sunset Beats, musik, cahaya, dan laut menyatu dalam satu bingkai.
Puncak perayaan berlangsung pada 16–17 Februari. Barongsai Tonggak tampil di berbagai titik, mulai dari Pantjoran PIK, Batavia PIK, hingga Land’s End.
Malam harinya, Orange Groves menghadirkan Barongsai LED yang ditutup dengan pertunjukan kembang api, sementara Sunset Pier diramaikan Koko Cici Jakarta All-Star Performance.
Keseruan berlanjut pada 21–22 Februari dengan Barongsai LED dan Wayang Potehi di Pantjoran PIK, serta Fu Lu Shou Parade di East Coast dan PIK Icon.
Rangkaian Journey of Lunar New Year resmi ditutup pada 28 Februari melalui Liong atau Dragon Dance di PIK Avenue, menandai akhir perjalanan Imlek yang penuh warna.
Tak hanya pertunjukan budaya, perayaan Imlek di PIK juga hadir melalui pengalaman gaya hidup. Mulai dari Sunset Beats, pertunjukan saksofon di tepi laut, hingga Prosperity Imlek Buffet Dinner di Golden Tulip Essential pada 16 Februari.
Bagi pengunjung yang ingin menikmati suasana lebih lama, tersedia Lunar Prosperity Stay di Oakwood sepanjang Februari. Lewat Journey of Lunar New Year, Imlek di PIK hadir sebagai perayaan yang berbeda di Jakarta.
Tradisi bertemu gaya hidup, budaya bertemu wisata, dan orang-orang dari berbagai latar belakang berjalan bersama dalam satu perjalanan, merayakan Imlek dengan cara yang hangat, terbuka, dan penuh harapan di tepi laut.
Baca Juga: Kenapa Imlek Selalu Hujan? Melihat dari Mitos Keberuntungan dan Fenomena Alam