Suara.com - Kapan waktu yang tepat untuk menjalani tradisi hadorot atau ziarah kubur orang tua sebelum puasa Ramadhan? Anda mungkin termasuk yang ingin menjalankan amalan ini sebagai bentuk bakti, doa, dan refleksi diri sebelum memasuki masa puasa. Ziarah kubur tidak sekadar rutinitas tahunan, tetapi juga momentum untuk mengingat kematian dan memperkuat niat ibadah.
Di sisi lain, penentuan waktu hadorot sering kali menimbulkan keraguan. Ada yang memilih beberapa hari sebelum Ramadhan, ada pula yang melakukannya mendekati hari pertama puasa. Anda perlu memahami makna dan anjuran waktunya agar ziarah kubur orang tua dapat dilakukan dengan tenang, khusyuk, dan sesuai dengan tujuan spiritual yang diharapkan.
Kapan waktu yang tepat untuk ziarah kubur menjelang ramadhan?
Pada dasarnya, ziarah kubur sebenarnya tidak terikat oleh waktu-waktu tertentu. Namun, jika ingin mencari keutamaan yang merujuk dari alim ulama terdahulu, waktu terbaik ziarah kubur yaitu pada hari Kamis sore, Jumat, dan Sabtu pagi.
Hal ini sebagaimana yang terdapat dalam al-Mu'jam al-Kabir lit Tabhrani juz 19 berikut.
حدثنا محمد بن أحمد أبو النعمان بن شبل البصري, حدثنا أبى, حدثنا عم أبى محمد بن النعمان عن يحي بن العلاء البجلي عن عبد الكريم أبى أمية عن مجاهد عن أبى هريرة قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم "من زار قبر أبويه أو احدهما فى كل جمعة غفر له وكتب برا Artinya,
"Rasulullah saw bersabda “barang siapa berziarah ke makam kedua orang tuanya atau salah satunya setiap hari Jumat, maka Allah mengampuni dosa-dosanya dan dia dicatat sebagai anak yang taat dan berbakti kepada kedua orang tuanya."
Bagaimana hukum ziarah kubur menjelang Ramadhan menurut Islam?
Ziarah kubur pada dasarnya tidak dibatasi oleh waktu tertentu. Praktik ziarah yang dilakukan menjelang bulan Ramadan lebih merupakan tradisi bernuansa Islam yang berkembang di Indonesia. Hal ini dijelaskan dalam buku Kerajaan-Kerajaan Islam di Jawa karya Alik Al Adhim, yang menyebutkan bahwa kebiasaan tersebut lahir dari tradisi masyarakat, bukan ketentuan ibadah yang memiliki waktu khusus.
Sejumlah ulama berpendapat bahwa ziarah kubur menjelang Ramadan hukumnya diperbolehkan selama dilakukan sebatas tradisi dan tidak disertai keyakinan adanya keutamaan atau pahala khusus pada waktu tersebut.
Secara umum, ziarah kubur sendiri dihukumi sunnah berdasarkan sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Buraidah RA, di mana beliau menyatakan bahwa larangan ziarah kubur telah dicabut dan umat Islam dianjurkan untuk melakukannya.
Baca Juga: Apakah Boleh Menangis di Makam saat Ziarah? Ini Adab Sesuai Anjuran Rasulullah SAW
كُنتُ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُورِ فَزُورُوهَا » رَوَاهُ مُسْلِمٌ
Artinya: "Aku pernah melarang kalian ziarah kubur, tetapi sekarang berziarah kuburlah!" (HR Muslim)
Dalam kitab Fiqh as-Sunnah karya Sayyid Sabiq dijelaskan bahwa anjuran ziarah kubur berlaku bagi kaum laki-laki. Adapun bagi perempuan, terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama. Mazhab Hanafi membolehkan wanita melakukan ziarah kubur, sementara sebagian ulama lainnya memakruhkan, dengan pertimbangan wanita dinilai lebih mudah larut dalam kesedihan dan kurang sabar.
(قوله فتكره) أي الزيارة لأنها مظنة لطلب بكائهن ورفع أصواتهن لما فيهن من رقة القلب وكثرة الجزع
Artinya, "Dimakruhkan bagi wanita berziarah kubur karena hal tersebut cenderung membantu pada kondisi yang melemahkan hati dan jiwa."
Bacaan doa ziarah kubur
Doa ziarah kubur basa diawali dengan pengantar Al-Fatihah yang dilanjutkan surat Al-Fatihah. Setelah itu, Anda bisa mengirim doa berikut
ٱلْحَمْدُ للهِ رَبِّ ٱلْعَالَمِينَ حَمْدًا يُوَافِي نِعَمَهُ وَيُكَافِي مَزِيْدَهُ، يَا رَبُّنَا لَكَ ٱلْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِي لِجَلَالِ وَجْهِكَ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ، سُبْحَانَكَ لَا تَحْصِي ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَىٰ نَفْسِكَ، فَلَكَ ٱلْحَمْدُ قَبْلَ ٱلرِّضَا وَلَكَ ٱلْحَمْدُ بَعْدَ ٱلرِّضَا وَلَكَ ٱلْحَمْدُ إِذَا رَضِيْتَ عَمَّا دَائِمًا أَبَدًا. ٱللَّهُمَّ ٱرْحَمْهُ بِٱلْقُرْآنِ ٱلْعَظِيمِ رَحْمَةً وَاسِعَةً، وَاغْفِرْ لَهُ مَغْفِرَةً جَامِعَةً يَا مَالِكَ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ. ٱللَّهُمَّ ٱغْفِرْ لَهَا وَارْحَمْهَا وَعَافِهَا وَاعْفُ عَنْهَا يَا رَبُّ الْعَالَمِينَ وَاجْعَل. ٱللَّهُمَّ ثَوَابًا مِثْلَ ثَوَابِ ذَٰلِكَ فِي صُحُفِنَا وَفِي صُحُفِ وَالِدَيْنَا وَمَشَائِخِنَا وَالسَّادَاتِ ٱلْحَاضِرِينَ وَوَالِدِيهِمْ وَمَشَائِخِهِمْ خَاصَّةً وَإِلَىٰ أَمْوَاتِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّ.
Alhamdu lillahi Rabbil-'Alamin. Hamdan yuwafi ni'amahu wa yukafi mazidahu. Ya Rabbana, laka al-hamdu kama yanbaghi lijalliwajhika wa 'azheemsultanik. Subhanaka la tuhsi thanaa'an 'alayka anta kama athnayta 'ala nafsik, falakal-hamdu qablar-rida wa lakal-hamdu ba'dar-rida, wa lakal-hamdu idza radyta 'amma da'iman abadan. Allahumma rhamhu bial-Qur'anil-'Azheem, rahmatan wasi'atan, waghfir lahu maghfiratan jamilatan. Ya Malikad-dunya wal-akhirah, Ya Rabbal-'Alamin. Allahumma ghfir laha wa rhamha wa 'afihawaghfir 'anha, Ya Rabbal-'Alamin. Waj'al thawabana mithla thawabi dhalikafi sahifatina, wa fi sahifati walidayna, wamashaikina wal-sadaatil-haadireen, wawalidayhim wamashaikhihim khassatan, wa ila amwatil-muslimina 'amma.
Arti doa ziarah kubur:
Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Allah, Tuhan semesta alam. Pujian yang sebanding dengan segala nikmat-Nya dan mencukupi untuk melimpahkan seluruh kebaikan-Nya. Wahai Tuhan kami, bagi-Mu segala puji sebagaimana keagungan zat-Mu dan kebesaran kekuasaan-Mu. Maha Suci Engkau, pujian kepada-Mu tak terhingga, sebagaimana Engkau memuji diri-Mu sendiri. Bagi-Mu segala puji sebelum dan sesudah keridaan-Mu, dan bagi-Mu pula segala puji sepanjang masa.
Ya Allah, limpahkanlah rahmat melalui Al-Qur’an yang mulia, rahmat yang luas, serta ampunan yang terbaik. Wahai Penguasa dunia dan akhirat, Tuhan seluruh alam, ampunilah dia, rahmatilah, dan anugerahkan keselamatan. Hapuskan dosa-dosanya dan terimalah amal kebaikannya. Jadikanlah pahala yang kami peroleh tercatat pula bagi orang tua kami, para guru kami, para pemimpin yang hadir, juga orang tua dan guru mereka, serta bagi seluruh kaum muslimin secara keseluruhan.
Kontributor : Hillary Sekar Pawestri