- Kasus penjambretan marak terjadi di Indonesia, menjadi jenis kejahatan jalanan paling umum berdasarkan data kriminalitas 2024/2025.
- Pencegahan utama berfokus pada peningkatan kesadaran situasional, menghindari distraksi, serta mengamankan barang berharga secara strategis.
- Respons saat diserang meliputi melepaskan barang, berteriak minta tolong, mencatat detail pelaku, lalu segera melapor kepada pihak berwenang.
2. Hindari distraksi
Jangan gunakan ponsel atau earphone saat di jalan, karena ini mengurangi kemampuan mendengar suara motor mendekat. Polisi Pekanbaru menekankan hal ini sebagai salah satu penyebab utama.
3. Berpergian bersama
Khusus untuk perempuan atau anak muda, hindari sendirian di lokasi sepi. Gunakan aplikasi ride-sharing seperti Gojek atau Grab yang memiliki fitur bagikan lokasi live ke keluarga.
4. Teknologi bantu
Pasang aplikasi pelacak seperti Google Maps atau apps keamanan polisi (misalnya, aplikasi Polri Super App) untuk melaporkan kecurigaan secara real-time.
Kelola Barang Berharga dengan Strategis
Jambret menargetkan barang yang mudah dirampas, jadi pengelolaan barang adalah pertahanan pertama. Hindari membawa barang berlebih, dan simpan di tempat sulit dijangkau.
1. Pilih tas aman
Gunakan tas ransel atau selempang yang dikaitkan di depan dada, bukan di samping atau belakang. Tutupi tas dengan jaket atau kain jika memungkinkan. Tas dengan resleting kuat dan material anti-sobek direkomendasikan.
2. Hindari barang mencolok
Jangan pakai perhiasan emas, jam tangan mahal, atau aksesori yang berkilau. Jika harus, simpan di saku dalam atau tas tertutup. Polisi menyarankan bawa uang secukupnya dan gunakan dompet palsu sebagai umpan jika diperlukan.
3. Untuk pengendara
Simpan ponsel di saku celana atau holder tertutup. Jika membawa tas, letakkan di depan kaki atau bagasi terkunci. Hindari meletakkan tas di keranjang depan yang mudah diambil.
Pilih Rute dan Waktu yang Aman
Perencanaan perjalanan bisa mengurangi risiko hingga 50 persen berdasarkan saran polisi.
1. Rute optimal