Biar Tak Cuma Jadi Pencari Kerja, Sekolah Mulai Cetak Pengusaha Muda

Vania Rossa

Kamis, 12 Februari 2026 | 21:05 WIB
Biar Tak Cuma Jadi Pencari Kerja, Sekolah Mulai Cetak Pengusaha Muda
Program Virtual Company Indonesia (dok. Redea Institute)
baca 10 detik
  • Indonesia menghadapi Bonus Demografi 2030–2040, sehingga generasi muda perlu menjadi pencipta kerja, bukan hanya pencari kerja.
  • Rasio kewirausahaan Indonesia (3,47%) masih jauh dari target negara maju (12%), memicu perlunya pendidikan wirausaha sejak sekolah.
  • Redea Institute melalui program Virtual Company Indonesia melatih siswa SMA/SMK praktik langsung simulasi bisnis nyata.

Suara.com - Di tengah ketatnya persaingan kerja dan terbatasnya lapangan pekerjaan, generasi muda Indonesia dituntut tak hanya siap menjadi pencari kerja, tetapi juga pencipta kerja. Ketergantungan pada ketersediaan lowongan saja tak lagi cukup untuk menghadapi masa depan ekonomi yang dinamis dan penuh ketidakpastian.

Indonesia sendiri sedang memasuki fase penting Bonus Demografi yang diprediksi memuncak pada 2030–2040. Saat lebih dari 60 persen penduduk berada di usia produktif, peluang untuk melesat sebagai negara maju terbuka lebar. Namun tanpa kesiapan keterampilan dan mental wirausaha, momentum ini bisa berubah menjadi beban.

Data Kementerian Koperasi dan UKM menunjukkan rasio kewirausahaan Indonesia masih berada di angka 3,47 persen. Padahal, untuk mencapai status negara maju, Indonesia diperkirakan membutuhkan minimal 12 persen wirausaha dari total populasi. Artinya, menumbuhkan bibit pengusaha tak bisa menunggu hingga lulus kuliah—harus dimulai sejak usia sekolah.

Di sinilah pendidikan berbasis pengalaman nyata berperan penting. Siswa tidak hanya belajar teori ekonomi atau bisnis dari buku, tetapi juga diberi ruang untuk merasakan langsung proses merancang, menjalankan, hingga mengevaluasi sebuah usaha.

Pendekatan inilah yang dikembangkan oleh Redea Institute (d/h HighScope Indonesia Institute) melalui program Virtual Company Indonesia (VCI). Program ini dirancang sebagai simulasi bisnis komprehensif bagi siswa SMA dan SMK agar mereka bisa belajar mengambil keputusan, mengelola tim, menyusun strategi, hingga menghadapi risiko layaknya menjalankan perusahaan sungguhan.

VCI merupakan kelanjutan dari pembiasaan kewirausahaan yang sudah ditanamkan sejak dini di Sekolah HighScope Indonesia (SHI). Di jenjang SD hingga SMP, siswa rutin mengikuti Conscious Business Day, kegiatan tahunan yang mengajak mereka merancang dan menjalankan usaha sederhana secara langsung. Memasuki jenjang SMA/SMK, pengalaman ini diperdalam lewat simulasi bisnis yang lebih kompleks dan realistis.

Tahun ini, program VCI diikuti oleh berbagai sekolah, di antaranya SMKN 18 Jakarta, SMKN 20 Jakarta, SMKN 43 Jakarta, SMKN 51 Jakarta, serta SMA HighScope Indonesia cabang Bali, Denpasar, dan TB Simatupang. Rangkaian kegiatan diawali dengan Business Plan Competition pada 28–29 Januari 2026 dan mencapai puncaknya pada babak final hari ini.

Founder & CEO Redea Institute, Antarina S.F. Amir, menilai tantangan terbesar pendidikan saat ini bukan lagi kurangnya informasi, melainkan kurangnya praktik. Menurutnya, dunia nyata tidak selalu menyediakan satu jawaban benar, melainkan menuntut keberanian mengambil keputusan di tengah ketidakpastian.

Melalui VCI, siswa dilatih keluar dari pola pikir menunggu instruksi menjadi individu yang proaktif menciptakan peluang. Mereka belajar bahwa membangun usaha bukan hanya soal mencari keuntungan, tetapi juga tentang menyelesaikan masalah sosial dan lingkungan secara berkelanjutan.

baca juga

Apresiasi terhadap program ini juga datang dari Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Nahdiana, S.Pd., M.Pd. Ia menyebut siswa yang aktif dalam kompetisi bisnis memiliki peluang lebih besar untuk sukses membangun usaha di masa depan. Program seperti VCI dinilai sejalan dengan upaya transformasi pendidikan vokasi yang memperkuat kolaborasi dengan dunia industri.

Dukungan serupa disampaikan para juri dari kalangan profesional, yang menilai ide-ide bisnis siswa sudah menyentuh isu global seperti sustainability, ESG, hingga gerakan sosial. Hal ini menunjukkan bahwa sejak bangku sekolah, siswa sudah mampu memadukan kreativitas, kepedulian, dan strategi bisnis.

Lewat pendekatan simulasi seperti Virtual Company Indonesia, Redea Institute menunjukkan bahwa jiwa wirausaha bisa dilatih sejak dini. Dengan pengalaman nyata, siswa tak hanya tumbuh sebagai pencari kerja, tetapi juga calon pencipta lapangan kerja—sebuah bekal penting agar generasi muda Indonesia tak selamanya bergantung pada peluang yang tersedia, melainkan mampu menciptakan peluangnya sendiri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Sepeda Murah dan Bagus untuk Anak Sekolah, Ekstra Nyaman Buat Harian

5 Sepeda Murah dan Bagus untuk Anak Sekolah, Ekstra Nyaman Buat Harian

Lifestyle | Jum'at, 13 Februari 2026 | 06:35 WIB

Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar

Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar

News | Kamis, 12 Februari 2026 | 16:33 WIB

Fenomena Kelas Menengah Pilih Sekolah Swasta: Tren atau Kecemasan?

Fenomena Kelas Menengah Pilih Sekolah Swasta: Tren atau Kecemasan?

Your Say | Kamis, 12 Februari 2026 | 16:50 WIB

Terkini

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:39 WIB

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:52 WIB

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

Bri | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:43 WIB

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Banten | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:29 WIB

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Jawa Tengah | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:28 WIB

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:26 WIB

×