- Jakarta bertransformasi menjadi destinasi rekreasi terpadu, dengan Pantai Indah Kapuk (PIK) diposisikan sebagai wajah baru pariwisata ibu kota.
- PIK memperkenalkan beragam konsep wisata tematik terintegrasi, didukung dermaga penting yang mengintegrasikan wisata darat dan laut.
- Kawasan PIK berpotensi menjadi pintu gerbang utama untuk eksplorasi Kepulauan Seribu dan wisata bahari di sekitarnya.
Suara.com - Pariwisata Indonesia terus bertransformasi mengikuti perubahan gaya hidup dan kebutuhan wisatawan modern. Jika dulu Jakarta lebih dikenal sebagai kota bisnis dan pusat pemerintahan, kini wajahnya perlahan bergeser menjadi destinasi urban yang menawarkan pengalaman wisata terpadu.
Salah satu contohnya terlihat di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), yang mulai diposisikan sebagai wajah baru pariwisata ibu kota. Transformasi ini diperkenalkan melalui kegiatan Familiarization Trip–Guided Tour yang digelar oleh PIK Tourism Board bersama travel agent Kepulauan Seribu.
Kegiatan tersebut bukan sekadar tur biasa, melainkan upaya strategis memperkenalkan potensi kawasan PIK kepada pelaku industri perjalanan sebagai destinasi yang siap dipasarkan lebih luas.
Dalam tur tersebut, peserta diajak menelusuri berbagai ikon wisata yang berada dalam satu kawasan terintegrasi. Mulai dari nuansa oriental di Pantjoran PIK, suasana klasik Eropa di Batavia PIK, konsep santai tepi pantai di Aloha PIK, hingga panorama matahari terbenam di Land’s End PIK.
Ragam konsep ini memperlihatkan bagaimana satu kawasan dapat menghadirkan pengalaman berbeda dalam satu rute perjalanan, tanpa wisatawan perlu berpindah jauh.
Tak hanya destinasi tematik, infrastruktur penunjang juga menjadi perhatian. Kehadiran CBD Beachwalk Piers disebut sebagai salah satu simpul penting konektivitas wisata laut.
Dermaga ini membuka peluang integrasi wisata darat dan laut, memperkuat posisi PIK bukan hanya sebagai destinasi kuliner dan gaya hidup, tetapi juga sebagai titik awal eksplorasi perairan Jakarta.
Morgan dari Wuki Travel menilai kawasan ini memiliki fleksibilitas pasar yang kuat. “Target market-nya luas. Bisa untuk corporate, family, ataupun grup. Dari segi fasilitas dan destinasinya, semuanya masuk,” ujarnya.
Menurutnya, kombinasi konsep tematik dan kelengkapan fasilitas membuat PIK mudah dikemas dalam berbagai paket perjalanan, baik untuk liburan keluarga, kegiatan perusahaan, maupun perjalanan komunitas.
Baca Juga: Terungkap! Bukan Air Keras, Ini Jenis Cairan yang Disiramkan ke Pelajar di Cempaka Putih
Ia juga menyoroti letak strategis PIK yang berdekatan dengan Kepulauan Seribu. “PIK sangat potensial jadi pintu gerbang ke pulau-pulau bersejarah seperti Cipir, Onrust, dan Pramuka,” kata Morgan.
Posisi ini membuka peluang besar bagi integrasi wisata sejarah, bahari, dan urban dalam satu rangkaian perjalanan yang lebih komprehensif.
Melalui kegiatan ini, PIK Tourism Board berharap para pelaku industri perjalanan semakin memahami karakter kawasan PIK sebagai destinasi yang terus tumbuh dan dinamis.
Pendekatan kolaboratif dengan travel agent menjadi langkah penting dalam membangun ekosistem pariwisata yang terhubung, bukan berjalan sendiri-sendiri.
Wajah baru pariwisata Indonesia hari ini tidak lagi hanya tentang destinasi alam atau warisan budaya, tetapi juga tentang kawasan urban yang dirancang terintegrasi, adaptif, dan relevan dengan gaya hidup masa kini.
PIK menjadi contoh bagaimana Jakarta berupaya memperluas narasi wisatanya dari sekadar kota transit menjadi tujuan, dari kota kerja menjadi kota pengalaman.