Sejarah Kue Keranjang, Makanan Khas Imlek yang Dipercaya Bawa Keberuntungan

Agatha Vidya Nariswari

Senin, 16 Februari 2026 | 15:49 WIB
Sejarah Kue Keranjang, Makanan Khas Imlek yang Dipercaya Bawa Keberuntungan
Kue Keranjang (pixabay)

Suara.com - Pekan ini masyarakat Tionghoa merayakan Imlek 2026. Pada tahun Kuda Api yang dipercaya sebagai tahun penuh keberuntungan, masyarakat Tionghoa menyimpan banyak harapan.

Rasanya kurang afdol apabila Imlek tak dimeriahkan dengan kue keranjang. Sejarah kue keranjang pun banyak dikulik karena lekat dengan tradisi masyarakat Tionghoa.  

Kue keranjang merupakan salah satu sajian khas yang hampir selalu hadir dalam perayaan Tahun Baru Imlek di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Kue berbentuk bulat, berwarna cokelat keemasan, dengan tekstur lengket dan rasa manis ini bukan sekadar makanan, melainkan simbol tradisi, doa, dan harapan yang telah diwariskan selama ribuan tahun.

Dalam tradisi masyarakat Tionghoa, kue keranjang dikenal dengan nama nian gao. Secara harfiah, nian berarti “tahun” dan gao berarti “kue”, tetapi pelafalannya mirip dengan kata yang bermakna “lebih tinggi” atau “meningkat”.

Dari permainan makna inilah lahir filosofi bahwa menyantap kue keranjang adalah doa agar kehidupan di tahun yang baru menjadi lebih baik, rezeki meningkat, serta derajat dan keberuntungan semakin tinggi.

Sejarah kue keranjang diyakini bermula di wilayah Tiongkok kuno. Dalam catatan sejarah dan cerita rakyat, nian gao sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu, bahkan sebelum masehi.

Pada awalnya, kue ini dibuat sebagai persembahan kepada para dewa dan leluhur menjelang pergantian tahun. Masyarakat agraris kala itu menggantungkan hidup pada hasil panen, sehingga beras ketan—bahan utama kue keranjang—menjadi simbol kemakmuran dan rasa syukur.

Salah satu legenda populer menyebutkan bahwa kue keranjang digunakan untuk “menyuap” Dewa Dapur. Dalam kepercayaan tradisional Tionghoa, Dewa Dapur akan naik ke langit menjelang Tahun Baru Imlek untuk melaporkan perilaku manusia kepada Kaisar Langit.

Dengan memberikan kue keranjang yang lengket dan manis, diharapkan mulut sang dewa “melekat” sehingga hanya hal-hal baik yang disampaikan, atau setidaknya laporan buruk menjadi sulit terucap.

baca juga

Seiring waktu, fungsi kue keranjang berkembang. Dari yang semula hanya sebagai sesaji ritual, kue ini kemudian menjadi hidangan keluarga dan simbol kebersamaan.

Proses pembuatannya yang memerlukan kesabaran—mulai dari merendam beras ketan, menggilingnya menjadi tepung, mencampurnya dengan gula, hingga mengukus dalam waktu lama, mencerminkan nilai ketekunan dan keharmonisan. Tak heran, kue keranjang kerap dibuat dan dinikmati bersama keluarga besar menjelang Imlek.

Masuknya budaya Tionghoa ke Nusantara membawa serta tradisi kue keranjang. Di Indonesia, kue ini mengalami penyesuaian, baik dari segi rasa maupun cara penyajian. Jika di Tiongkok kue keranjang sering dikukus ulang atau dimakan langsung, di Indonesia kue ini kerap diolah kembali, misalnya digoreng dengan balutan telur atau dijadikan campuran hidangan lain. Meski demikian, makna simbolisnya tetap terjaga.

Bentuk kue keranjang yang bulat juga memiliki arti tersendiri. Lingkaran melambangkan keutuhan, persatuan, dan kelanggengan. Teksturnya yang lengket dimaknai sebagai perekat hubungan antaranggota keluarga agar tetap rukun dan saling terhubung. Sementara itu, rasa manisnya menjadi harapan agar kehidupan di tahun mendatang dipenuhi kebahagiaan.

Pada era modern, kue keranjang tidak hanya dikonsumsi oleh masyarakat Tionghoa. Ia telah menjadi bagian dari kekayaan kuliner lintas budaya di Indonesia. Banyak orang menantikan kehadirannya setiap awal tahun sebagai penanda suasana Imlek yang khas. Bahkan, kue keranjang kini mudah ditemukan baik di pasar tradisional maupun toko modern menjelang perayaan tersebut.

Pada akhirnya, sejarah kue keranjang adalah kisah tentang bagaimana sebuah makanan sederhana mampu bertahan lintas zaman.

Bukan hanya soal rasa, tetapi juga tentang nilai, simbol, dan tradisi yang menyatukan masa lalu dengan masa kini. Setiap potong kue keranjang membawa pesan harapan: agar tahun yang baru selalu lebih baik dari tahun sebelumnya.

Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jawaban untuk Gong Xi Fa Cai yang Sopan dan Tepat, Ini 20 Contohnya

Jawaban untuk Gong Xi Fa Cai yang Sopan dan Tepat, Ini 20 Contohnya

Lifestyle | Senin, 16 Februari 2026 | 14:32 WIB

Jangan Sajikan 5 Makanan Ini saat Imlek, Ini Maknanya

Jangan Sajikan 5 Makanan Ini saat Imlek, Ini Maknanya

Your Say | Senin, 16 Februari 2026 | 14:30 WIB

Apakah Orang Islam Boleh Menerima Angpao Imlek? Ini Penjelasan Buya Yahya

Apakah Orang Islam Boleh Menerima Angpao Imlek? Ini Penjelasan Buya Yahya

Lifestyle | Senin, 16 Februari 2026 | 14:10 WIB

Terkini

Apakah Serum Vitamin C Boleh Dipakai Malam Hari? Ini Waktu Terbaik Agar Glowing Maksimal

Apakah Serum Vitamin C Boleh Dipakai Malam Hari? Ini Waktu Terbaik Agar Glowing Maksimal

Lifestyle | Minggu, 16 Agustus 2026 | 22:02 WIB

Review Skintific 2% Salicylic Acid, Serum Ampuh Bikin Jerawat Meradang Langsung Kempes

Review Skintific 2% Salicylic Acid, Serum Ampuh Bikin Jerawat Meradang Langsung Kempes

Lifestyle | Minggu, 16 Agustus 2026 | 21:46 WIB

73 Hotspot Terpantau di Kalsel, Kemenhut Dorong Verifikasi Dini Karhutla

73 Hotspot Terpantau di Kalsel, Kemenhut Dorong Verifikasi Dini Karhutla

Kaltim | Minggu, 16 Agustus 2026 | 21:45 WIB

Apresiasi Pidato Prabowo, Jubir PSI: Pertumbuhan Ekonomi Tingkatkan Kesejahteraan Rakyat

Apresiasi Pidato Prabowo, Jubir PSI: Pertumbuhan Ekonomi Tingkatkan Kesejahteraan Rakyat

Jabar | Minggu, 16 Agustus 2026 | 21:36 WIB

Pengamat Kejaksaan: Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Anggota Tim 9

Pengamat Kejaksaan: Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Anggota Tim 9

Jabar | Minggu, 16 Agustus 2026 | 21:30 WIB

Review Unerd Beat Tempo, Sepatu Lari Rp500 Ribuan Cocok Buat Interval dan Tempo Run

Review Unerd Beat Tempo, Sepatu Lari Rp500 Ribuan Cocok Buat Interval dan Tempo Run

Lifestyle | Minggu, 16 Agustus 2026 | 21:30 WIB

Gempa Flores, Ratusan Paket Bantuan Darurat Disalurkan ke Lima Titik Pengungsian

Gempa Flores, Ratusan Paket Bantuan Darurat Disalurkan ke Lima Titik Pengungsian

News | Minggu, 16 Agustus 2026 | 21:28 WIB

Pantai Viral di Tengah Kota Palembang, One Ilir Beach Ramai Didatangi Warga saat Kemarau

Pantai Viral di Tengah Kota Palembang, One Ilir Beach Ramai Didatangi Warga saat Kemarau

Sumsel | Minggu, 16 Agustus 2026 | 21:24 WIB

Cara Top up Pulsa di BRImo Agar Dapat Cashback Spesial 17 Agustus

Cara Top up Pulsa di BRImo Agar Dapat Cashback Spesial 17 Agustus

Bri | Minggu, 16 Agustus 2026 | 21:21 WIB

Diskon Khusus 17 Agustus di Kopi Kenangan, Nasabah BRI Merapat!

Diskon Khusus 17 Agustus di Kopi Kenangan, Nasabah BRI Merapat!

Bri | Minggu, 16 Agustus 2026 | 21:03 WIB

×