Apa Boleh Puasa Pertama Ikut NU dan Pemerintah, tapi Lebaran Ikut Muhammadiyah?

Farah Nabilla | Suara.com

Selasa, 17 Februari 2026 | 13:28 WIB
Apa Boleh Puasa Pertama Ikut NU dan Pemerintah, tapi Lebaran Ikut Muhammadiyah?
Ilustrasi bolehkah puasa ikut NU lebaran ikut Muhammadiyah? [Gambar ChatGPT]
  • Perbedaan awal puasa dan Lebaran disebabkan metode penetapan bulan Hijriah berbeda: Muhammadiyah memakai hisab, pemerintah/NU memakai rukyat.
  • Ulama menyarankan konsistensi mengikuti satu metode (hisab atau rukyat) untuk menghindari durasi puasa tidak sesuai (28 atau 31 hari).
  • Secara fikih, menggabungkan metode boleh asalkan durasi puasa tetap minimal 29 hari; wajib qada jika kurang.

Suara.com - Pertanyaan “apa boleh puasa Ramadan ikut pemerintah, Lebaran ikut Muhammadiyah?” sering muncul setiap Ramadan. Pertanyaan ini biasanya dilontarkan sebagai candaan, tapi tak sedikit pula yang benar-benar penasaran.

Pasalnya, dalam beberapa tahun, awal puasa Ramadan yang ditetapkan pemerintah yang umumnya merujuk pada rukyat seperti dilakukan warga Nahdlatul Ulama bisa datang belakangan dibanding Muhammadiyah yang memakai metode hisab.

Sementara itu, tak jarang tanggal Lebaran versi Muhammadiyah justru lebih dulu. Guyonan ini biasanya muncul agar seseorang bisa “memilih” masa puasa Ramadan yang paling singkat. Lalu, bagaimana sebenarnya hukumnya dalam Islam?

Kenapa Awal Puasa dan Lebaran Bisa Berbeda?

Perbedaan ini terjadi karena metode penentuan awal bulan Hijriah yang berbeda.

Muhammadiyah menggunakan metode hisab (perhitungan astronomi) dengan kriteria wujudul hilal.

Sementara NU dan pemerintah umumnya menggunakan metode rukyat (pengamatan hilal), dikombinasikan dengan hisab sebagai pendukung.

Karena perbedaan metode tersebut, awal Ramadan dan 1 Syawal bisa berbeda satu hari. Namun perlu dicatat, perbedaan ini tidak selalu sama setiap tahun. Bisa jadi suatu waktu Muhammadiyah lebih dulu memulai puasa, tapi di tahun lain justru lebih belakangan.

Penjelasan Ustaz Felix Siauw: Jangan Sampai 28 atau 31 Hari

Dalam salah satu penjelasannya, Felix Siauw mengingatkan agar tidak sembarangan “menggabungkan” pilihan awal puasa dan Lebaran dari dua metode berbeda.

Ia mengatakan, "Pastiin dulu NU puasanya belakangan dan Muhammadiyah lebarannya duluan". Karena bisa saja kondisinya terbalik di tahun lain.

Menurutnya, jumlah puasa Ramadan itu hanya mungkin 29 atau 30 hari. Jika seseorang memulai puasa mengikuti NU lalu Lebaran mengikuti Muhammadiyah, ada kemungkinan puasanya menjadi 28 hari atau bahkan 31 hari.

"Namanya puasa itu kalau nggak 29 ya 30 hari. Lha nanti kalau Anda puasa ikut NU lebarannya ikut Muhammadiyah bisa jadi puasanya 28, atau apesnya 31 hari, kan (bisa) kelebihan," jelas Felix Siauw.

Jika hanya 28 hari, jelas kurang dari ketentuan syariat. Jika 31 hari, berarti melebihi batas maksimal Ramadan. Karena itu, ia menyarankan agar seseorang konsisten dalam keyakinannya.

“Kalau yakin dengan hisab, ya puasanya ikut Muhammadiyah dan lebarannya juga Muhammadiyah. Kalau yakin dengan rukyat lokal, ya ikut NU dari awal sampai akhir. Sederhana,” kira-kira demikian pesannya.

Bagaimana Pandangan Fikih?

Dalam perspektif fikih, penjelasan lebih rinci disampaikan oleh Ahmad Zahro, pakar fikih kontemporer.

Menurutnya, puasa ikut NU dan Lebaran ikut Muhammadiyah pada dasarnya boleh saja, dengan satu syarat penting yaitu jumlah puasanya sudah mencapai minimal 29 hari.

Kalender Hijriah rata-rata berjumlah 29 hari, dan kadang 30 hari. Jika seseorang memulai puasa mengikuti keputusan NU, lalu merayakan Lebaran mengikuti Muhammadiyah, dan total puasanya tetap 29 atau 30 hari, maka tidak masalah secara syariat.

Namun, jika akibat perbedaan itu total puasanya hanya 28 hari, maka hal tersebut menyalahi aturan syariah. Dalam kondisi demikian, ia wajib mengqadha satu hari puasa setelah Ramadan.

Jadi, Boleh atau Tidak?

Tidak boleh jika menyebabkan total puasa hanya 28 hari. Boleh jika tetap memenuhi minimal 29 hari puasa. 

Yang paling aman dan sederhana adalah konsisten mengikuti satu metode dari awal sampai akhir.

Perlu diingat, tujuan puasa bukan mencari yang paling singkat, melainkan menjalankan ibadah dengan penuh keyakinan dan ketenangan hati. Perbedaan metode adalah bagian dari khazanah ijtihad dalam Islam, dan selama dilakukan dengan ilmu serta adab, semuanya tetap dalam koridor syariat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gunakan Sistem Khumasi, Jemaah Ponpes Mahfilud Dluror Jember Mulai Puasa Hari Ini

Gunakan Sistem Khumasi, Jemaah Ponpes Mahfilud Dluror Jember Mulai Puasa Hari Ini

News | Selasa, 17 Februari 2026 | 13:03 WIB

Kemenag Umumkan Jadwal Sidang Isbat 2026, Ini Jadwal Lengkapnya!

Kemenag Umumkan Jadwal Sidang Isbat 2026, Ini Jadwal Lengkapnya!

Your Say | Selasa, 17 Februari 2026 | 13:00 WIB

Cara Daftar Mudik Gratis Pemprov Jawa Tengah 2026: Ini Syarat dan Jadwal Keberangkatan

Cara Daftar Mudik Gratis Pemprov Jawa Tengah 2026: Ini Syarat dan Jadwal Keberangkatan

Lifestyle | Selasa, 17 Februari 2026 | 13:00 WIB

Sidang Isbat Awal Ramadan 2026 Mulai Jam Berapa? Ini Jadwal dan Linknya

Sidang Isbat Awal Ramadan 2026 Mulai Jam Berapa? Ini Jadwal dan Linknya

Lifestyle | Selasa, 17 Februari 2026 | 11:25 WIB

Bukan Cuma Takjil! 5 Ide Bisnis Ramadan Anti-Mainstream Buat Anak Sekolah

Bukan Cuma Takjil! 5 Ide Bisnis Ramadan Anti-Mainstream Buat Anak Sekolah

Your Say | Selasa, 17 Februari 2026 | 12:40 WIB

Terkini

5 Rekomendasi Sunscreen yang Tidak Luntur di Cuaca Panas

5 Rekomendasi Sunscreen yang Tidak Luntur di Cuaca Panas

Lifestyle | Selasa, 28 April 2026 | 10:56 WIB

Kumpulan Promo Makanan Akhir April 2026: Ada Kimukatsu, CFC, hingga Subway

Kumpulan Promo Makanan Akhir April 2026: Ada Kimukatsu, CFC, hingga Subway

Lifestyle | Selasa, 28 April 2026 | 10:18 WIB

Sudah Lolos Administrasi? Cek Jadwal dan Tahapan Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih

Sudah Lolos Administrasi? Cek Jadwal dan Tahapan Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih

Lifestyle | Selasa, 28 April 2026 | 10:14 WIB

Dari Minum Air Hangat ke Empati Nyata: Cara Baru Mendukung Perempuan Saat Menstruasi

Dari Minum Air Hangat ke Empati Nyata: Cara Baru Mendukung Perempuan Saat Menstruasi

Lifestyle | Selasa, 28 April 2026 | 10:02 WIB

5 Rekomendasi Sepeda Roadbike Rp1 Jutaan, Cocok untuk Pemula hingga Harian

5 Rekomendasi Sepeda Roadbike Rp1 Jutaan, Cocok untuk Pemula hingga Harian

Lifestyle | Selasa, 28 April 2026 | 10:00 WIB

Perbedaan Dewy Finish dan Matte Finish Apa? Ini Rekomendasi Cushion Terbaik Sesuai Jenis Kulit

Perbedaan Dewy Finish dan Matte Finish Apa? Ini Rekomendasi Cushion Terbaik Sesuai Jenis Kulit

Lifestyle | Selasa, 28 April 2026 | 09:11 WIB

Dari Korea ke Indonesia: Teknik Presisi Estetika Non-Bedah Kini Hadir dengan Standar Global

Dari Korea ke Indonesia: Teknik Presisi Estetika Non-Bedah Kini Hadir dengan Standar Global

Lifestyle | Selasa, 28 April 2026 | 09:03 WIB

Belajar Selamatkan Bumi Sejak Sekolah: Pentingnya Pendidikan Iklim untuk Generasi Muda

Belajar Selamatkan Bumi Sejak Sekolah: Pentingnya Pendidikan Iklim untuk Generasi Muda

Lifestyle | Selasa, 28 April 2026 | 08:32 WIB

Kulit Perih dan Merah Akibat Sunburn? Ini 4 Rekomendasi Toner Penyejuk yang Wajib Dicoba

Kulit Perih dan Merah Akibat Sunburn? Ini 4 Rekomendasi Toner Penyejuk yang Wajib Dicoba

Lifestyle | Selasa, 28 April 2026 | 08:30 WIB

Update Daftar Nama 81 Korban Kecelakaan KA Argo Bromo Vs KRL, 7 Meninggal Dunia

Update Daftar Nama 81 Korban Kecelakaan KA Argo Bromo Vs KRL, 7 Meninggal Dunia

Lifestyle | Selasa, 28 April 2026 | 08:06 WIB