- Tilawah secara etimologi berarti mengikuti, fokus pada koneksi spiritual individu dan implementasi pesan Al-Qur'an.
- Tadarus berasal dari kata mengkaji, melibatkan interaksi kelompok untuk saling mengoreksi bacaan dan mendalami makna bersama.
- Keduanya adalah ibadah baik di Ramadan, tadarus memiliki nilai tambah sosial dan edukasi sebagaimana teladan Rasulullah SAW.
Segi Jumlah Pelaku: Tilawah biasanya dilakukan secara mandiri (individu), sedangkan tadarus idealnya dilakukan secara kolektif atau berkelompok (minimal dua orang).
Segi Fokus Kegiatan: Tilawah lebih menekankan pada kontinuitas membaca dan mengikuti petunjuk Al-Quran. Tadarus lebih menekankan pada aspek studi, pengoreksian bacaan, dan pendalaman materi.
Segi Interaksi: Dalam tilawah, interaksi terjadi antara pembaca dengan Allah. Dalam tadarus, interaksi terjadi antara pembaca dengan Allah sekaligus antar-sesama pembaca (saling mengoreksi).
Mana yang Lebih Utama di Bulan Ramadan, Tadarus atau Tilawah?
Pertanyaan ini sering muncul di benak masyarakat. Manakah yang harus didahulukan?
Melansir dari sumber Muhammadiyah, sebenarnya tidak ada yang lebih utama secara mutlak, karena keduanya adalah amal saleh. Namun, tadarus memiliki nilai tambah dari sisi sosial dan edukasi.
Dengan bertadarus, seseorang terhindar dari kesalahan bacaan yang tidak disadari jika dilakukan sendirian. Selain itu, tadarus menghidupkan suasana ukhuwah (persaudaraan) dan menciptakan ekosistem belajar di dalam masjid atau keluarga.
Rasulullah SAW sendiri memberikan teladan tentang tadarus. Sebagaimana dalam riwayat, setiap bulan Ramadan, Malaikat Jibril mendatangi Nabi Muhammad SAW untuk melakukan mudarosah (tadarus) Al-Quran.
Memahami perbedaan tadarus dan tilawah membuat kita bisa lebih bijak dalam mengatur waktu ibadah. Kita bisa meluangkan waktu untuk tilawah di saat sunyi, namun juga jangan melewatkan kesempatan untuk tadarus bersama komunitas atau keluarga untuk memperbaiki kualitas bacaan dan pemahaman kita.