- Masjid Istiqlal Jakarta mengadakan buka puasa bersama perdana pada Kamis (19/2/2026) dengan menyiapkan 3.500 nasi box.
- Program buka puasa ini berlangsung tiap hari Ramadan dengan variasi paket makanan sesuai hari kunjungan jemaah.
- Pendanaan acara ini bersumber dari sponsor, dan masjid juga menerima donasi serta mengimbau kebersihan lingkungan.
Suara.com - Memasuki hari pertama Ramadan 1447 H/2026, Masjid Istiqlal Jakarta menggelar buka puasa bersama perdana, Kamis (19/2/2026). Pengelola menyiapkan 3.500 nasi box bagi jemaah yang berbuka di kompleks masjid terbesar di Asia Tenggara tersebut.
Kepala Bidang Sosial dan Pemberdayaan Umat Masjid Istiqlal, Abu Hurairah Abdul Salam, mengatakan setiap kotak makanan telah dilengkapi takjil berupa kurma dan makanan manis, buah, nasi, lauk pauk, sayur, serta air mineral.
“Perkiraan jemaah yang hadir bisa mencapai 5.000 orang, namun yang kami siapkan hari ini 3.500 box. Jika tidak kebagian, tetap kami berikan kurma dan air mineral untuk membatalkan puasa,” ujarnya.
Program buka puasa bersama ini digelar setiap hari sepanjang Ramadan hingga malam Idulfitri. Pada hari kerja (Senin–Kamis), jumlah nasi box yang disediakan sebanyak 3.500 paket.
Pada akhir pekan, terutama Jumat, Sabtu, dan Minggu, lonjakan jemaah bisa mencapai 8.000 hingga hampir 10.000 orang.
Distribusi makanan dilakukan tanpa sistem kupon. Jemaah cukup duduk rapi di selasar masjid, dengan pemisahan area laki-laki dan perempuan. Sebelum waktu berbuka, akan ada tausiah dan kegiatan dari sponsor di panggung utama.
Pendanaan kegiatan ini sepenuhnya berasal dari sponsor, baik perusahaan swasta, kementerian, BUMN, BUMD, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, maupun perwakilan kedutaan seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Singapura.
Tahun ini, nilai satu paket nasi box mencapai Rp35.000, sehingga kebutuhan anggaran untuk takjil diperkirakan mencapai Rp7 juta miliar rupiah selama sebulan penuh.
Masjid Istiqlal juga membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin berdonasi, baik dalam bentuk uang maupun makanan.
Baca Juga: Jadwal BRI Super League 2025/2026 Ramadan: Persija Jakarta Bidik Posisi Runner Up di JIS
“Nah ini juga kami harapkan instansi yang membaca berita ini, yang mendengar berita ini.Kalau seandainya berpartisipasi silahkan hubungi kami di Masjid Istiqlal,” kata Abu Hurairah.
Ini adalah kesempatan baik, waktu yang sangat baik. Ramadan kita berbagi dengan anak-anak yatim binaan Masjid Istiqlal,” tambahnya.
Untuk donasi makanan, panitia telah bersiaga setiap pukul 16.00 WIB di pintu Ar-Razzaq guna memastikan distribusi tetap tertib dan tidak menimbulkan kerumunan.
Selain dukungan dana, ia juga menghimbau jemaah dan menekankan pentingnya kesadaran kolektif dalam menjaga kebersihan dan kesucian masjid.
Menurutnya, tingginya jumlah jemaah setiap hari berpotensi menimbulkan penumpukan sampah apabila tidak diimbangi disiplin bersama.
“Sangat senang kami pengelola masjid istiqlal.Kalau masjid ini ramai, makmur.Tetapi, keramaian, kemakmuran itu tidak membuat masjid menjadi jorok, kotor.Tetap bersih dengan kesadaran tingkat tinggi.Seperti masalah sampah, tidak meninggalkan sampah,” pungkas Abu Hurairah.
Pengelola menegaskan bahwa kegiatan ini terbuka bagi siapa pun tanpa melihat latar belakang agama maupun status sosial, selama persediaan masih tersedia. (Dinda Pramesti K)