- Salat Tarawih adalah ibadah sunah yang dinantikan selama Ramadan.
- Pekerja shift malam sering tidak bisa Tarawih rutin sehingga muncul pertanyaan soal dosa.
- Artikel ini membahas hukum tidak salat Tarawih karena kerja shift malam menurut pandangan ulama.
Suara.com - Salat Tarawih menjadi salah satu ibadah sunah yang paling dinantikan umat Muslim selama bulan Ramadan.
Namun tidak semua orang bisa menjalankannya secara rutin karena berbagai kesibukan, termasuk mereka yang bekerja dengan sistem shift malam.
Kondisi ini kerap menimbulkan pertanyaan, apakah tidak salat Tarawih karena kerja shift malam termasuk berdosa?
Apalagi, Tarawih identik dengan suasana Ramadan yang penuh pahala dan kebersamaan di masjid.
Lantas, apakah tidak salat Tarawih karena kerja shift malam membuat seseorang berdosa? Berikut penjelasan lengkapnya menurut pandangan ulama.
Hukum Tidak Salat Tarawih karena Kerja Shift Malam
![Umat Islam melaksanakan ibadah Salat Tarawih di Masjid Istiqlal, Jakarta, Rabu (18/2/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/02/18/62969-salat-tarawih-shalat-tarawih-masjid-istiqlal.jpg)
Penjelasan tentang hukum tidak menunaikan salat Tarawih karena bekerja shift malam pernah disampaikan oleh Ustaz Putra Pradipta, S.Pd.I, M.Ag melalui akun TikTok pribadinya.
Penjelasan ini diberikan karena ada netizen yang bertanya. Menanggapi si netizen, Ustaz Putra Pradipta mangatakan bahwa tidak berdosa orang yang tidak salat Tarawih karena bekerja shift malam.
"Teman-teman perlu diluruskan bahwa salat Tarawih itu hukumnya sunah, bekerja itu hukumnya wajib dan juga ibadah. Sehingga kita tidak berdosa ketika meninggalkannya (salat Tarawih)," jelas sang ustaz.
Sebagai gantinya, salat Tarawih bisa dikerjakan sendiri di rumah sepulang dari bekerja. Waktunya pun cukup panjang, yakni setelah salat Isya hingga menjelang Subuh.
Baca Juga: Nonton Video Mukbang saat Puasa, Bisa Mengurangi Pahala? Ini Kata Ustaz
"Adapun mengerjakan salat Tarawih boleh dilakukan di mana saja. Dan waktu mengerjakannya, sebagaimana dijelaskan dalam kitab Asna al-Mathalib yang bunyinya, 'Allah menjadikannya untuk kalian dari waktu Isya hingga terbitnya fajar atau waktu Subuh'," lanjutnya.
Penjelasan hampir sama disampaikan oleh Ustaz Rifky Ja'far Thalib dalam video TikTok yang diuggah pada Ramadan 2025 lalu.
"Nomor satu, pekerjaan itu apabila diniatkan dengan baik, maka itu ibadah. Sehingga Anda bekerja niatkan dalam rangka beribadah kepada Allah," tutur Rifky Ja'far Thalib menjelaskan.
"Salat Tarawih itu hukumnya sunah. Akan tetapi Anda jangan sampai kehilangan ibadah yang lain, dzikir, baca Alquran, beristighfar, berdoa," imbuhnya.
Jadi, itu penjelasan tentang hukum tidak menunaikan ibadah salat Tarawih karena bekerja shift malam menurut ustaz. Wallahu A'lam.