- Imsak umumnya berkumandang sekitar 10 menit sebelum azan Subuh.
- Banyak yang masih menganggap imsak adalah batas akhir makan dan minum.
- Sehingga mungkin masih banyak yang bertanya, "Apakah waktu imsak masih boleh makan sahur?"
Suara.com - Bagi umat Muslim di Indonesia, momen sahur sering kali diiringi dengan suara sirene atau pengumuman dari masjid yang menandakan waktu imsak telah tiba.
Pertanyaan yang paling sering muncul di benak banyak orang saat mendengar suara tersebut adalah, "Apakah waktu imsak masih boleh makan sahur?"
Perasaan was-was apakah puasa tetap sah jika masih mengunyah saat imsak, menjadi fenomena rutin setiap bulan Ramadan.
Untuk menjawab keraguan tersebut, mari kita bedah secara tuntas berdasarkan tinjauan syariat dan tradisi yang berlaku di Indonesia.
Memahami Arti Imsak
Secara etimologi, kata imsak berasal dari bahasa Arab yang berarti "menahan".
Dalam konteks puasa, banyak masyarakat yang salah kaprah menganggap bahwa waktu imsak adalah titik dimulainya ibadah puasa, sehingga semua aktivitas makan dan minum harus berhenti seketika.
Mengutip penjelasan dari laman NU Online, waktu imsak yang lazim digunakan di Indonesia biasanya sekitar 10 menit sebelum subuh bukanlah batas akhir waktu makan sahur.

Penentuan waktu imsak ini merupakan hasil ijtihad para ulama di Nusantara sebagai bentuk ihtiyat atau sikap berhati-hati.
Fungsi utama imsak adalah sebagai pengingat atau "lampu kuning" agar seseorang segera menyelesaikan makannya, membersihkan mulut, dan bersiap-siap menyambut waktu subuh.
Apakah Waktu Imsak Masih Boleh Makan Sahur? Ini Jawaban Hukumnya
Jika Anda bertanya apakah masih boleh makan saat imsak, jawabannya adalah diperbolehkan tetapi hukumnya makruh.
Secara hukum fikih, batas akhir seseorang diperbolehkan makan sahur adalah hingga terbitnya fajar shadiq, yang ditandai dengan berkumandangnya azan subuh.
Selama azan subuh belum berkumandang, aktivitas makan dan minum masih dianggap sah dan tidak membatalkan puasa yang akan dijalani.
Hal ini didasarkan pada firman Allah SWT dalam Al-Baqarah ayat 187: “Dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar.”
Jadi, jika Anda terbangun tepat saat waktu imsak, Anda masih memiliki waktu sekitar 10 menit untuk meneguk air atau memakan beberapa suap nasi sebelum benar-benar masuk waktu subuh.
Mengapa Ada Waktu Imsak Jika Masih Boleh Makan?
Muncul pertanyaan lanjutan, jika masih boleh makan, mengapa jadwal imsak dibuat? Para ulama memperkenalkan waktu imsak dengan tujuan yang sangat mulia, yaitu menjaga kesempurnaan ibadah puasa.