Setelah berbuka secukupnya dan membaca doa, dianjurkan untuk melaksanakan salat Magrib terlebih dahulu sebelum menikmati hidangan utama, sebagaimana yang dicontohkan dalam tradisi yang berkembang dari tuntunan Nabi.
Perbedaan kebiasaan di masyarakat sering kali muncul karena kurangnya pemahaman terhadap dalil yang ada atau karena tradisi keluarga yang diwariskan turun-temurun.
Namun, selama niatnya baik dan tidak menyimpang dari prinsip dasar ajaran Islam, hal tersebut tidak perlu menjadi perdebatan yang tajam. Yang terpenting adalah memahami bahwa sunnah menunjukkan untuk menyegerakan berbuka terlebih dahulu, kemudian memanjatkan doa dengan penuh rasa syukur.
Dengan pemahaman ini, umat Islam dapat menjalani ibadah puasa dengan lebih tenang dan yakin bahwa mereka telah mengikuti tuntunan yang benar.
Pada akhirnya, pertanyaan buka puasa baca doa dulu atau minum dulu? dapat dijawab dengan sederhana: yang lebih utama adalah minum atau makan secukupnya untuk membatalkan puasa, lalu membaca doa.
Dengan mengikuti sunnah tersebut, kita tidak hanya menjalankan ibadah secara benar, tetapi juga merasakan keindahan ajaran Islam yang penuh kemudahan, keseimbangan, dan kasih sayang. Semoga setiap momen berbuka menjadi kesempatan untuk bersyukur dan semakin mendekatkan diri kepada Allah.
Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni