- Pernyataan influencer TikTok soal sahur mengganggu jam tidur memicu pro dan kontra jelang Ramadan.
- Sebagian menilai sahur mengurangi waktu istirahat, namun lainnya menegaskan sahur bagian penting ibadah.
- Dokter menyarankan mengatur ulang pola tidur, bukan melewatkan sahur, agar istirahat tetap cukup selama puasa.
Suara.com - Media sosial kembali diramaikan dengan pernyataan seorang influencer di TikTok yang menyebut sahur mengganggu jam tidur.
Ucapan tersebut langsung menuai pro dan kontra di tengah masyarakat yang tengah bersiap menjalani puasa Ramadan.
Sebagian warganet menilai sahur memang membuat waktu istirahat berkurang, terutama bagi mereka yang memiliki aktivitas padat di siang hari.
Namun, tak sedikit pula yang menegaskan bahwa sahur adalah bagian penting dari ibadah puasa Ramadan yang tidak seharusnya ditinggalkan.
Di sisi lain, menjaga kualitas dan durasi tidur selama Ramadan memang menjadi tantangan tersendiri. Perubahan pola makan dan waktu bangun dini hari kerap membuat ritme tidur ikut bergeser.
Menurut seorang dokter, kunci utamanya bukan dengan melewatkan sahur, melainkan mengatur ulang pola istirahat agar tetap seimbang.
Dengan strategi yang tepat, kebutuhan tidur tetap bisa terpenuhi tanpa harus mengorbankan sahur yang menurut Islam memiliki banyak keutamaan.
Lalu, bagaimana tips mengatur jam tidur saat puasa Ramadan agar istirahat tetap cukup tanpa skip sahur? Berikut penjelasan lengkap dari dokter.
Tips Mengatur Jam Tidur saat Ramadan

Menurut dr. Andi Septiawan melalui kanal YouTube pribadinya, ada beberapa tips mengatur jam tidur saat puasa Ramadan yang bisa dilakukan agar istirahat tetap cukup. Berikut ulasannya:
Baca Juga: Viral Influencer Sebut Sahur Ganggu Jam Tidur, Ini Keutamaannya dalam Islam
1. Usakan untuk Tidur dan Bangun di Jam yang Sama
Menjalankan rutinitas tidur yang sama setiap hari selama bulan Ramadan bisa meningkatkan kualitas tidur. Tentu rutinitas tersebut disesuaikan dengan kegiatan masing-masing.
"Selama bulan Ramadan kalian mungkin perlu mengatur ulang jam biologis tubuh dengan cara merencanakan rutinitas tidur harian," kata dr. Andi Septiawan.
"Mengikuti jadwal tidur yang tepat waktu merupakan salah satu langkah awal untuk meningkatkan kualitas tidur pada bulan puasa. Untuk memulainya, cobalah untuk tidur dan bangun pada waktu yang hampir sama setiap hari," lanjutnya.
2. Sempatkan Tidur Siang
Tips berikutnya yang bisa dilakukan agar jam tidur cukup adalah dengan menyempatkan tidur atau power nap selama sekitar 20-30 menit di jam istirahat siang.
"Kalian bisa melakukan power nap saat jam istirahat kerja. Power nap dilakukan dengan cara tidur siang selama 20 hingga 30 menit," jelas dr. Andi Septiawan.
3. Cukupi Jam Tidur Malam
Berikutnya, mencukupi jam tidur malam minimal 5 jam. Durasi ini dinilai sudah cukup mengingat di malam hari umat Muslim harus menunaikan berbagai ibadah, termasuk salat Tarawih.
"Cukupi jam tidur malam. Ketika bulan Ramadan kalian akan melakukan salat Tarawih dan aktivitas ibadah lainnya pada malam hari, cobalah untuk tidur malam yang cukup. Setidaknya selama 5 jam," tutur sang dokter lagi.
"Jangan lakukan aktivitas lain yang tidak diperlukan seperti misalnya jalan-jalan atau begadang agar jam tidur kalian saat puasa tidak terganggu," imbuhnya.
4. Manfaatkan Tidur setelah Subuh
Setelah sahur dan menunaikan salat Subuh, umumnya akan ada waktu sekitar satu hingga dua jam yang dapat dimanfaatkan untuk tidur kembali sebelum beraktivitas.
Selain tips di atas, ada beberapa penjelasan tambahan yang bisa dilakukan agar kualitas tidur tetap terjaga selama puasa Ramadan. Di antaranya hindari asupan kafein menjelang waktu tidur serta rutin melakukan olahraga ringan.