Vertical Forest: Bisakah Jadi Solusi Hunian Hijau di Tengah Kota?

Bimo Aria Fundrika

Kamis, 09 April 2026 | 14:50 WIB
Vertical Forest: Bisakah Jadi Solusi Hunian Hijau di Tengah Kota?
Ilustrasi Konsep Hutan Rumah Vertikal (Pexels/Mihaela Claudia Puscas )

Suara.com - Situasi padat, panas, dan sesak menjadi tiga kata yang menggambarkan kota-kota besar di Indonesia. Mulai dari Jakarta yang kerap terkepung asap polusi udara hingga Surabaya dengan terik mataharinya yang menyengat. Kondisi ini tentunya membuat masyarakat yang tinggal di wilayah tersebut merasa tidak nyaman. 

Namun, terdapat sebuah inovasi yang berpotensi mengubah situasi di kota-kota besar dari sesak menjadi jauh lebih segar, yaitu konsep hutan rumah vertikal atau vertical forest yang diresmikan di Milan, Italia, pada oktober 2024, sebagaimana dilaporkan oleh BBC (8/4/2026). Bangunan yang dirancang oleh arsitek Stefano Boeri dan timnya ini menjadi solusi bagi masyarakat perkotaan untuk menikmati hunian dengan nuansa hijau

Sebagai Penyaring Polusi Udara dan Peredam Panas yang Efektif 

Konsep hutan rumah vertikal yang menanam tanaman pada fasad gedung tidak hanya menghadirkan pemandangan yang lebih asri, tetapi juga efektif dalam menyaring polusi udara. Melalui proses fotosintesis, tanaman bisa mengubah Co2 menjadi O2 sehingga membuat kondisi di rumah terasa lebih lega. 

Kehadiran konsep ini sangat bermanfaat, terutama bagi keluarga yang memiliki anak kecil atau bayi, atau individu dengan kondisi kondisi kesehatan yang rentan terhadap polusi udara. Hal ini juga sejalan dengan laporan dari World Green Building Council yang menyatakan bahwa bangunan dengan desain yang penuh dengan vegetasi mampu menyaring polutan secara signifikan sebelum masuk ke dalam sistem ventilasi bangunan. 

Selain itu, riset dari National University Of Singapore (NUS) menunjukkan bahwa penggunaan fasad tanaman di wilayah tropis dapat menurunkan suhu permukaan luar dinding gedung hingga 10 sampai 12 derajat Celcius. 

Solusi Bagi Lahan yang Kian Menyempit 

Di banyak kota-kota besar seperti Jakarta, salah satu tantangan utama adalah keterbatasan ruang terbuka hijau yang sering berbenturan dengan kebutuhan hunian. Oleh karena itu, konsep hutan rumah vertikal hadir sebagai solusi untuk mengatasi masalah tersebut dengan menggabungkan keduanya. 

Dengan menempatkan tanaman secara vertikal pada bangunan, ruang hijau tetap dapat dihadirkan tanpa membutuhkan lahan yang luas. Pemanfaatan fasad gedung ini tidak hanya menghemat ruang, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup penghuninya serta nilai properti karena memadukan sisi estetika dengan solusi fungsional atas permasalahan perkotaan. 

baca juga

Sebagai tambahan, pemilihan tanaman juga perlu diperhatikan. Tanaman yang digunakan sebaiknya tidak terlalu besar, mudah dirawat , dan efektif dalam menyaring udara serta menyejukkan. Beberapa tanaman yang dapat menjadi pilihan adalah lidah mertua, sirih gading, dan lidah buaya. 

Setelah mengetahui hal ini, apakah kamu tertarik untuk mencoba konsep hutan rumah vertikal?

Penulis: Natasha Suhendra

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bisakah Pariwisata Indonesia Tetap Tumbuh Tanpa Merusak Lingkungan?

Bisakah Pariwisata Indonesia Tetap Tumbuh Tanpa Merusak Lingkungan?

Lifestyle | Kamis, 09 April 2026 | 12:35 WIB

Mikroplastik di Dasar Laut, Ancaman bagi Ekosistem dan Manusia

Mikroplastik di Dasar Laut, Ancaman bagi Ekosistem dan Manusia

News | Rabu, 08 April 2026 | 15:53 WIB

Komitmen Energi Berkelanjutan, Pertamina Borong 14 Proper Emas & 108 Hijau dari KLH

Komitmen Energi Berkelanjutan, Pertamina Borong 14 Proper Emas & 108 Hijau dari KLH

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 15:34 WIB

Terkini

Mimpi Potong Rambut, Apakah Pertanda Baik? Intip Maknanya

Mimpi Potong Rambut, Apakah Pertanda Baik? Intip Maknanya

Lifestyle | Rabu, 02 September 2026 | 09:55 WIB

4 Tinted Sunscreen SPF 50 Buat Outdoor, Bikin Pori dan PIH Tersamarkan

4 Tinted Sunscreen SPF 50 Buat Outdoor, Bikin Pori dan PIH Tersamarkan

Your Say | Rabu, 02 September 2026 | 09:53 WIB

Ulasan Novel Hospital Cafe, Langkah Berani Untuk Bahagia Kembali

Ulasan Novel Hospital Cafe, Langkah Berani Untuk Bahagia Kembali

Your Say | Rabu, 02 September 2026 | 09:48 WIB

BLU Batu Bara Jangan Bikin Ganggu Operasional Pembangkit

BLU Batu Bara Jangan Bikin Ganggu Operasional Pembangkit

Bisnis | Rabu, 02 September 2026 | 09:40 WIB

Samsung Galaxy S26 FE Diperkenalkan, Dilengkapi Fitur Flagship

Samsung Galaxy S26 FE Diperkenalkan, Dilengkapi Fitur Flagship

Tekno | Rabu, 02 September 2026 | 09:38 WIB

Aksi di Simpang Gramedia Jogja Diwarnai Saling Dorong, Peserta Aksi hingga Polisi Terluka

Aksi di Simpang Gramedia Jogja Diwarnai Saling Dorong, Peserta Aksi hingga Polisi Terluka

Jogja | Rabu, 02 September 2026 | 09:37 WIB

Dolar AS Beri Tekanan ke Rupiah, Menuju Level Rp17.773

Dolar AS Beri Tekanan ke Rupiah, Menuju Level Rp17.773

Bisnis | Rabu, 02 September 2026 | 09:30 WIB

Emas Antam Lagi Diobral, Harganya Jatuh ke Level Rp2.624.000/Gram

Emas Antam Lagi Diobral, Harganya Jatuh ke Level Rp2.624.000/Gram

Bisnis | Rabu, 02 September 2026 | 09:29 WIB

Beli iPhone 17 Pro Gratis Perlindungan di Blibli.com

Beli iPhone 17 Pro Gratis Perlindungan di Blibli.com

Jabar | Rabu, 02 September 2026 | 09:21 WIB

IHSG Mulai Bergerak ke Level 6.600, Pantau BBCA dan BMRI

IHSG Mulai Bergerak ke Level 6.600, Pantau BBCA dan BMRI

Bisnis | Rabu, 02 September 2026 | 09:16 WIB

×