Oleh sebab itu, banyak umat Islam memilih untuk fokus beribadah dan menetap di masjid pada periode tersebut.
Niat Iktikaf di Masjid
Agar pelaksanaan iktikaf sampai kepada tujuannya, seseorang perlu meniatkannya di dalam hati. Berikut bacaan niat iktikaf:
Arab:
نَوَيْتُ الاعْتِكَافَ فِي هٰذَا الْمَسْجِدِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitul i’tikaafa fii haadzal masjidi sunnatan lillaahi ta’aalaa
Artinya:
"Aku berniat iktikaf di masjid ini sebagai sunah karena Allah Ta’ala."
Niat ini dibaca saat mulai berdiam diri di masjid untuk tujuan iktikaf. Meski sederhana, niat menjadi penentu sah atau tidaknya suatu ibadah.
Tata Cara Iktikaf
Secara umum, tata cara iktikaf cukup sederhana. Setelah berniat, seorang Muslim menetap di masjid dalam jangka waktu tertentu dengan tujuan beribadah kepada Allah SWT.
Iktikaf sah apabila dilakukan di masjid, terutama masjid yang digunakan untuk salat berjamaah.
Selama iktikaf, dianjurkan untuk mengurangi aktivitas yang tidak berkaitan dengan ibadah. Kita juga dianjurkan untuk menghindari perbuatan sia-sia seperti melakukan percakapan atau kegiatan yang tidak bermanfaat sebaiknya dihindari agar tujuan spiritual tetap terjaga.
Iktikaf dapat dilakukan dalam durasi yang bervariasi, mulai dari beberapa jam hingga sepuluh hari penuh, tergantung kemampuan masing-masing.
Amalan yang Dianjurkan saat Iktikaf
Agar waktu selama iktikaf lebih optimal, berikut beberapa amalan yang dianjurkan:
1. Memperbanyak Salat Sunah