- Irawati Puteri meraih beasiswa penuh LPDP untuk menyelesaikan S2 di Stanford University.
- Ia lulus program Master in International Comparative Education and International Education Policy Analysis.
- Ira lulusan Hukum UI yang sukses menjadi orang Indonesia pertama diterima program studi Stanford tersebut.

Mulai semester 7, ia bekerja sebagai Legal and Policy Manager di sebuah firma hukum sambil menyelesaikan studi.
Setelah lulus sarjana, Ira tidak berhenti di situ. Ia melamar program Master in International Comparative Education and International Education Policy Analysis di Stanford University, California.
Program ini sangat selektif, hanya menerima 20 mahasiswa dari seluruh dunia per angkatan. Ira menjadi orang Indonesia pertama yang diterima di bidang ini.
Keberhasilannya didukung oleh pendekatan multidisipliner, menggabungkan pengetahuan hukum untuk menciptakan kebijakan pendidikan berbasis riset, dengan fokus pada komunitas marjinal, ketidakadilan struktural, kemiskinan, dan dampak grassroots.
Seluruh biaya studinya ditanggung oleh beasiswa LPDP, yang ia raih pada tahun 2023. Ia pun berhasil lulus S2 dari Stanford University pada tahun 2024.
Kelulusannya ini sempat ia bagikan di akun Instagram miliknya, @irawatiputeri.
"Saya adalah generasi pertama, perempuan, dan satu-satunya orang Indonesia di kohort LLM terkecil di dunia. Saya juga satu-satunya penerima beasiswa LPDP Indonesia di Stanford tahun ini dan satu-satunya mahasiswa Master di kohort Minor PhD Stanford School of Humanities and Science," tulisnya di akun Instagram miliknya pada 24 Juni 2024.
"Saya mencapai semua ini sambil menerbitkan buku puisi ketiga saya, melatih siswa untuk kompetisi debat internasional, mengelola kelas saya sendiri (termasuk bangun pukul 3 pagi untuk menyesuaikan zona waktu yang berbeda), memengaruhi pengikut media sosial saya, menavigasi tantangan visa, berhasil menemukan pelatihan akademik dan kesempatan asisten penelitian, berlatih untuk maraton, membangun selera fashion yang lebih baik, dan tampil super imut—dan saya masih sangat muda—jika bukan yang termuda di kohort saya! Perempuan benar-benar bisa melakukan semuanya!" tandas Irawati Puteri.