Mengapa Kita Semakin Impulsif? 5 Faktor Pemicu dari Dunia Maya

M. Reza Sulaiman | Suara.com

Sabtu, 28 Februari 2026 | 07:46 WIB
Mengapa Kita Semakin Impulsif? 5 Faktor Pemicu dari Dunia Maya
Ilustrasi belanja impulsif. (Pexels.com/Negative Space)
  • Kelelahan kognitif akibat paparan informasi digital konstan menurunkan kemampuan regulasi diri dan berpikir reflektif.
  • Akumulasi micro-stress dari interaksi digital menjaga sistem saraf dalam mode siaga, meningkatkan reaktivitas impulsif.
  • Desain platform dan budaya digital yang mengutamakan kecepatan mendorong otak beroperasi dominan dalam mode berpikir cepat.

Suara.com - Pernahkah Anda merasa semakin mudah reaktif di media sosial? Cepat berkomentar, gegabah membagikan berita, atau tanpa sadar membeli barang setelah melihat iklan sekilas. Perilaku ini bukan sekadar soal kebiasaan, melainkan respons tubuh dan pikiran terhadap dunia digital yang serba cepat.

Psikolog Irma Agustina (@ayankirma) menjelaskan bahwa di balik refleks click and share yang tampak sederhana, ada dinamika kompleks yang membuat kita lebih impulsif. Berikut adalah lima alasannya.

1. Paparan Informasi Berlebih yang Melelahkan Otak

Setiap hari, kita dibanjiri oleh ratusan notifikasi, berita, dan konten tanpa henti. Menurut psikolog Irma Agustina, paparan konstan ini menyebabkan kelelahan kognitif.

“Di era digital, kita tidak hanya lelah secara fisik, tetapi juga bisa lelah secara kognitif. Scroll tanpa henti dan informasi yang datang bertubi-tubi membuat kapasitas regulasi diri kita menurun,” jelasnya. Saat otak lelah, kemampuan kita untuk berpikir reflektif dan menimbang keputusan ikut melemah.

2. Akumulasi Micro-stress yang Membuat Sistem Saraf Siaga

Setiap interaksi kecil di dunia digital bisa menjadi sumber stres mikro (micro-stress). Membaca berita cemas, melihat komentar negatif, atau membalas chat pekerjaan di luar jam kerja adalah contohnya.

“Hal-hal kecil ini membuat sistem saraf kita terus berada dalam mode siaga. Tubuh bersiap merespons, lagi dan lagi,” ujar Irma. Ketika tubuh terus-menerus tegang, kita menjadi lebih reaktif dan mudah bertindak tanpa berpikir panjang.

3. Desain Platform yang Mendorong Reaksi Instan

Platform media sosial dirancang untuk meminimalkan jeda. Notifikasi berwarna mencolok, tombol share dan like yang mudah diakses, serta fitur infinite scroll sengaja dibuat agar perhatian kita terus tersedot.

Desain minim friksi ini memperkecil ruang bagi kita untuk berhenti sejenak dan berpikir sebelum bertindak. Akibatnya, perilaku impulsif seperti berkomentar atau membagikan sesuatu terasa lebih natural.

4. Otak yang Terbiasa dengan Mode “Berpikir Cepat”

Psikolog Daniel Kahneman dalam bukunya, Thinking, Fast and Slow, menjelaskan bahwa manusia memiliki dua mode berpikir: cepat (otomatis) dan lambat (reflektif). Dunia digital hampir selalu mengaktifkan mode berpikir cepat.

Kita melihat sesuatu yang memancing emosi, dan sebelum sempat mencerna, jempol sudah bergerak. Kita membaca judul sensasional, dan tanpa membuka isi, opini sudah terbentuk. Kebiasaan ini membuat otak kita semakin jarang menggunakan mode berpikir lambat yang kritis.

5. Budaya Digital yang Menghargai Kecepatan

Di ruang digital, kecepatan sering kali dianggap lebih penting daripada kedalaman. Respons cepat dianggap lebih relevan, komentar pertama terasa lebih berarti, dan update terkini menjadi simbol keterhubungan.

Budaya ini secara tidak sadar mendorong kita untuk selalu terburu-buru dalam berinteraksi. Padahal, seperti yang diingatkan oleh Irma, jeda bahkan hanya 10 detik adalah yang kita butuhkan untuk kembali bijak sebelum mengambil keputusan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

10 Karakter Orang yang Suka Musik Jazz dan Fakta Menarik di Baliknya

10 Karakter Orang yang Suka Musik Jazz dan Fakta Menarik di Baliknya

Lifestyle | Kamis, 26 Februari 2026 | 19:38 WIB

Stop Overthinking dengan Occam's Razor: Seni Hidup dengan Pikiran Sederhana

Stop Overthinking dengan Occam's Razor: Seni Hidup dengan Pikiran Sederhana

Your Say | Kamis, 26 Februari 2026 | 13:06 WIB

Self Healing: Menyembuhkan Luka Masa Kecil dan Belajar Menerima Diri

Self Healing: Menyembuhkan Luka Masa Kecil dan Belajar Menerima Diri

Your Say | Selasa, 24 Februari 2026 | 16:00 WIB

Terjebak Algoritma: Mengapa Internet Hanya Menampilkan yang Kita Suka?

Terjebak Algoritma: Mengapa Internet Hanya Menampilkan yang Kita Suka?

Your Say | Senin, 23 Februari 2026 | 14:53 WIB

Instagram Story dan Dialog Diam-Diam dengan Diri Sendiri

Instagram Story dan Dialog Diam-Diam dengan Diri Sendiri

Your Say | Senin, 23 Februari 2026 | 10:29 WIB

Bukber dan Unggahan Konten di Media Sosial: Silaturahmi atau Ajang FOMO?

Bukber dan Unggahan Konten di Media Sosial: Silaturahmi atau Ajang FOMO?

Your Say | Senin, 23 Februari 2026 | 10:01 WIB

Terkini

5 Zodiak yang Hubungan Asmaranya akan Membaik Pekan Depan

5 Zodiak yang Hubungan Asmaranya akan Membaik Pekan Depan

Lifestyle | Kamis, 14 Mei 2026 | 20:45 WIB

Bibir Pecah-Pecah Saat Haji? Ini 5 Lip Balm Terbaik untuk Cuaca Ekstrem saat Ibadah Haji

Bibir Pecah-Pecah Saat Haji? Ini 5 Lip Balm Terbaik untuk Cuaca Ekstrem saat Ibadah Haji

Lifestyle | Kamis, 14 Mei 2026 | 20:32 WIB

5 Pilihan Pelembab Wajah Tanpa Alkohol dan Parfum yang Aman Dipakai saat Ibadah Haji

5 Pilihan Pelembab Wajah Tanpa Alkohol dan Parfum yang Aman Dipakai saat Ibadah Haji

Lifestyle | Kamis, 14 Mei 2026 | 20:03 WIB

3 Moisturizer Shinzui untuk Mencerahkan Wajah dan Pudarkan Noda Hitam

3 Moisturizer Shinzui untuk Mencerahkan Wajah dan Pudarkan Noda Hitam

Lifestyle | Kamis, 14 Mei 2026 | 19:50 WIB

Cari Serum Anti Aging Lokal yang Bagus? Ini 5 Pilihan Aman Mulai Rp23 Ribuan

Cari Serum Anti Aging Lokal yang Bagus? Ini 5 Pilihan Aman Mulai Rp23 Ribuan

Lifestyle | Kamis, 14 Mei 2026 | 19:35 WIB

4 Rangkaian Skincare Shinzu'i di Indomaret untuk Cerahkan Wajah, Mulai Rp30 Ribuan

4 Rangkaian Skincare Shinzu'i di Indomaret untuk Cerahkan Wajah, Mulai Rp30 Ribuan

Lifestyle | Kamis, 14 Mei 2026 | 19:28 WIB

6 Sabun Cuci Muka Purbasari untuk Wajah Kusam, Harga di Bawah Rp30 Ribuan

6 Sabun Cuci Muka Purbasari untuk Wajah Kusam, Harga di Bawah Rp30 Ribuan

Lifestyle | Kamis, 14 Mei 2026 | 18:44 WIB

3 Bedak Padat Purbasari yang Bisa Samarkan Noda Hitam di Wajah Berminyak

3 Bedak Padat Purbasari yang Bisa Samarkan Noda Hitam di Wajah Berminyak

Lifestyle | Kamis, 14 Mei 2026 | 18:05 WIB

5 Rekomendasi Parfum Mykonos yang Cocok buat Ngantor: Wangi Tahan Lama, Kesan Profesional

5 Rekomendasi Parfum Mykonos yang Cocok buat Ngantor: Wangi Tahan Lama, Kesan Profesional

Lifestyle | Kamis, 14 Mei 2026 | 17:45 WIB

Bangga, Kostum Bali dan Padang Buatan Desainer Cilik Indonesia Melenggang di Jepang!

Bangga, Kostum Bali dan Padang Buatan Desainer Cilik Indonesia Melenggang di Jepang!

Lifestyle | Kamis, 14 Mei 2026 | 17:15 WIB