- Ramadan mendorong penataan ulang relasi diri dan sesama; perawatan diri penting sebagai fondasi sebelum memberi dampak nyata kepada orang lain.
- Scarlett mengaitkan perawatan tubuh saat puasa dengan program sosial THR 2026 dan Umroh Bareng Scarlett sebagai perluasan kepedulian.
- Industri kecantikan, melalui inovasi produk terjangkau dan program dampak sosial, menunjukkan potensi besar dalam pemberdayaan perempuan inklusif.
THR Journal mengajak Sahabat Scarlett menjalani weekly mission yang menggabungkan self-care dan aksi kebaikan. Melalui template “Add Yours” di Instagram, peserta menuliskan, membagikan, dan merayakan langkah kecil mereka selama Ramadan. Perubahan kecil yang dilakukan bersama-sama, pelan-pelan menciptakan gelombang yang lebih besar.
Dan yang paling menyentuh: Umroh Bareng Scarlett.
Memasuki tahun kelima pelaksanaannya, program ini telah memberangkatkan ratusan penerima manfaat sejak 2022. Bukan sekadar hadiah, melainkan ruang apresiasi bagi individu yang telah memberi dampak bagi lingkungannya. Di sini, industri kecantikan menunjukkan wajah yang berbeda—bukan hanya menjual aspirasi, tetapi membantu mewujudkan impian spiritual.
Seperti yang disampaikan Felicya Angelista, Co-Founder Scarlett, komitmen untuk menghadirkan manfaat nyata adalah bagian dari DNA brand sejak awal berdiri. Pertumbuhan bisnis membawa tanggung jawab yang lebih besar untuk memastikan setiap langkah menciptakan dampak.
Industri Kecantikan dan Potensi Pemberdayaan Perempuan
Sering kali, industri kecantikan dipandang superfisial. Terlalu fokus pada penampilan. Terlalu sibuk mengejar tren. Namun pengalaman Ramadan bersama Scarlett menunjukkan narasi yang berbeda.
Ketika inovasi seperti Glucinamide™ dikembangkan untuk menjawab kebutuhan nyata perempuan Indonesia, ketika harga tetap dijaga agar terjangkau (mulai Rp45.000 dengan promo pembukaan Rp30.000), ketika distribusi menjangkau e-commerce hingga ritel seperti Alfamart—di sana terlihat upaya inklusivitas. Kecantikan menjadi akses. Bukan eksklusivitas.
Lebih jauh lagi, melalui ekosistem Scarlett Beauty Ecosystem dan program Scarlett Beauty Impact, brand ini memperlihatkan bahwa industri kecantikan memiliki potensi besar untuk memberdayakan perempuan melalui edukasi dan partisipasi aktif.
Ramadan sebagai Perjalanan yang Terus Bergulir
Baca Juga: Pesta Belanja Jakarta Festive Wonder: Diskon Hingga 70 Persen di 80 Pusat Perbelanjaan Saat Ramadan
Pada akhirnya, Ramadan mengajarkan satu hal penting: kebaikan tidak pernah berhenti di satu titik. Ia bergerak, dimulai dari niat, dilanjutkan dengan tindakan kecil, hingga diperkuat oleh komunitas. Dan ketika dikelola dengan visi yang jelas, ia menjadi dampak yang berkelanjutan.
Merawat kulit agar tidak “haus” mungkin terlihat sederhana. Namun dari kesadaran kecil itu, lahir penghargaan pada diri. Dari penghargaan pada diri, tumbuh empati pada sesama. Dari empati, muncul aksi berbagi. Dari aksi berbagi, tercipta perubahan.
Perjalanan merawat diri dan memberi dampak bukan dua jalur terpisah. Keduanya adalah satu garis yang sama.
Ramadan hanya mengingatkan kita: bahwa tubuh, hati, dan komunitas saling terhubung. Dan ketika brand memilih untuk berjalan bersama masyarakat—bukan hanya sebagai penjual produk, tetapi sebagai teman perjalanan—di situlah industri kecantikan membuktikan potensinya sebagai kekuatan pemberdayaan.
Karena pada akhirnya, kecantikan sejati bukan hanya tentang kulit yang cerah dan terhidrasi. Ia adalah tentang bagaimana kebaikan yang kita mulai dari diri sendiri, mampu terus bergulir, menguatkan sesama, dan meninggalkan jejak yang berarti—bahkan setelah Ramadan usai.