- BMKG prediksi Gerhana Bulan Total terjadi pada Selasa, 3 Maret 2026.
- PBNU dan Muhammadiyah imbau umat Islam laksanakan Salat Gerhana setelah Magrib.
- Puncak gerhana di wilayah Barat Indonesia diperkirakan terjadi pukul 18.33 WIB.
Suara.com - BMKG mengumumkan bahwa masyarakat Indonesia bisa menyaksikan Gerhana Bulan Total (GBT) pada Selasa, 3 Maret 2026. Kapan waktu Salat Gerhana 3 Maret lantas banyak dicari bagi umat Muslim yang ingin melakukan ibadah sunnah.
Sebagai informasi, menurut keterangan Kemenag, mayoritas ulama menjelaskan bahwa salah gerhana tergolong Sunnah Muakkadah (sangat dianjurkan).
Dua ormas Islam terbesar Indonesia, Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama, sama-sama mengeluarkan surat edaran dalam mengimbau masyarakat untuk melakukan Salat Gerhana.
Secara sains, Gerhana Bulan Total terjadi karena posisi Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam satu garis sejajar.
Menurut Nelly Florida Riama, Deputi Bidang Geofisika BMKG, Gerhana Bulan Total (GBT) dapat disaksikan secara langsung oleh masyarakat di berbagai wilayah Tanah Air.
Ketika puncak gerhana berlangsung, Bulan akan masuk sepenuhnya ke dalam bayangan inti (umbra) Bumi. Jika kondisi cuaca mendukung dan langit cerah, masyarakat dapat menikmati visual Bulan yang berubah warna menjadi kemerahan.

Mengutip BMKG, Plt. Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu, Fachri Radjab, menjelaskan, Gerhana Bulan Total akan dimulai pukul 18.03.56 WIB dan mencapai puncak Gerhana Bulan akan terjadi pada pukul 18.33.39 WIB, 19.33.39 WITA, dan 20.33.39 WIT.
Wilayah Indonesia Timur dapat mengamati gerhana lebih baik mengingat mereka dapat melihat fase awal gerhana saat Bulan terbit.
Untuk wilayah Barat Indonesia, gerhana akan ditemukan dalam kondisi sudah berlangsung (fase totalitas atau puncak) sesaat setelah Bulan terbit.
Hadis Salat Gerhana
Saat gerhana terjadi, Nabi Muhammad SAW memerintahkan untuk berseru "Ash-shalatu jami'ah" (shalat berjamaah) tanpa azan dan iqamah.
Menurut pandangan Islam, gerhana bukan merupakan pertanda seperti kematian atau kehidupan seseorang, melainkan pertanda kekuasaan Allah SWT.
"Sesungguhnya Matahari dan Bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Keduanya tidak mengalami gerhana karena kematian atau kehidupan seseorang. Jika kalian melihatnya, berdoalah kepada Allah, bertakbir, shalat, dan bersedekah." [HR. Bukhari no. 1044 & Muslim no. 915].
Kapan Waktu Salat Gerhana 3 Maret di Ramadan 2026?
NU dan Muhammadiyah kompak mengumumkan bila Salat Khusuf (Salat Gerhana) bisa dilakukan saat Selasa 3 Maret 2026 setelah waktu Magrib hingga pukul 20:17 WIB
"Secara fiqih, shalat Gerhana Bulan hanya bisa digelar apabila gerhana tersebut merupakan gerhana yang kasat mata sehingga terlihat dengan jelas proses berubah menjadi gelapnya bagian Bulan," ungkap laman resmi NU.
Berikut waktu Salat Gerhana dari Nahdlatul Ulama:
- Waktu Indonesia bagian barat (WIB) pada Maghrib – 20:17 WIB
- Waktu Indonesia bagian tengah (WITA) pada Maghrib – 21:17 WITA
- Waktu Indonesia bagian timur (WIT) pada 18:50 – 22:17 WIT.
"Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah menjelaskan bahwa seluruh wilayah Indonesia berada dalam kawasan yang dilalui gerhana tersebut. Karena itu, umat Islam di Indonesia dianjurkan untuk melaksanakan salat gerhana sebagai bentuk penghambaan dan zikir kepada Allah SWT," bunyi imbauan dari Muhammadiyah.
Berikut waktu Salat Gerhana 3 Maret 2026 dari Muhammadiyah:
Wilayah WIB dan WITA
Gerhana sebagian telah berlangsung sejak sebelum Matahari terbenam, sehingga salat gerhana dapat dilaksanakan setelah salat Magrib hingga berakhirnya gerhana:
WIB: sampai pukul 20.17.10
WITA: sampai pukul 21.17.10
Wilayah WIT
Gerhana mulai tampak setelah Matahari terbenam, sehingga Salat Gerhana dapat dilaksanakan sejak:
- Mulai: pukul 18.50.00 WIT
- Berakhir: pukul 22.17.10 WIT
Tata Cara: Dilakukan dua rakaat (disunahkan berjemaah), di mana setiap rakaat terdiri dari dua kali ruku' dan dua kali sujud (dua kali berdiri/qiyam).
Waktu: Dimulai saat gerhana terjadi hingga gerhana berakhir atau matahari/bulan kembali terang.