Waspada Produk Viral Tanpa Bukti Klinis: Mengapa Harus Selektif Pilih Skincare di Era Digital

M. Reza Sulaiman Suara.Com
Kamis, 12 Maret 2026 | 22:26 WIB
Waspada Produk Viral Tanpa Bukti Klinis: Mengapa Harus Selektif Pilih Skincare di Era Digital
Ilustrasi skincare viral. (Pexels/KATRIN BOLOVTSOVA)
Baca 10 detik
  • Media sosial menciptakan risiko utama di mana popularitas konten mengalahkan validitas ilmiah dalam rekomendasi produk perawatan kulit.
  • Banyak konsumen memilih produk kecantikan berdasarkan tampilan visual konten, bukan berdasarkan bukti klinis bahan aktif produk tersebut.
  • Majestic Cosme mengadakan kampanye "Beauty Talks" di Jakarta untuk mengembalikan edukasi ilmiah perawatan kulit melalui konsultasi pakar.

Suara.com - Media sosial kini bukan lagi sekadar tempat berbagi momen, melainkan titik awal munculnya tren kecantikan baru. Namun, platform ini juga sering kali menjadi sarang mitos dan informasi palsu (fake news) seputar perawatan kulit.

Di ranah digital, konten kecantikan mampu menembus puluhan miliar tayangan, mempertemukan klaim ilmiah dengan trik pemasaran. Ketika algoritma yang menetapkan aturannya, masyarakat dihadapkan pada 3 (tiga) risiko utama dalam memilih produk skincare:

1. Popularitas Mengalahkan Keamanan Ilmiah

Algoritma media sosial menentukan siapa melihat apa dan seberapa cepat. Risikonya, konten yang paling banyak ditonton sering kali bukanlah konten yang aman atau valid secara ilmiah, melainkan sekadar yang paling viral. Kekuatan kini bergeser dari "keahlian medis" menjadi sekadar "visibilitas".

2. Tampilan Visual yang Menipu Fakta

Angka berbicara sendiri: menurut data National Library of Medicine, 51% wanita menemukan produk baru melalui platform digital. Berbahayanya, dalam 91,3% kasus, kepercayaan konsumen terhadap sebuah produk kosmetik hanya didorong oleh kemasan atau tampilan visual dari konten video tersebut, bukan karena bukti klinis bahan aktifnya.

3. Algoritma Bertindak Menggantikan Dokter

Ketika sains dan storytelling bercampur baur, batasan antara "fakta" dan "mitos" menjadi kabur. Akibatnya, banyak pengguna yang mengandalkan video berdurasi singkat sebagai pengganti sesi konsultasi profesional, yang pada akhirnya mengekspos mereka pada risiko kesehatan kulit.

Mengubah Ruang Publik Menjadi Laboratorium Edukasi

Baca Juga: Puasa buat Perubahan Fisiologis, Begini Tips Jaga Kesehatan Kulit dari Skincare dan Asupan Nutrisi

Menyadari bahaya saat algoritma bertindak layaknya dokter, dibutuhkan sebuah "laboratorium edukasi" di dunia nyata untuk melawan para "guru kecantikan palsu". Berangkat dari keresahan inilah, Majestic Cosme mengambil langkah proaktif untuk mengembalikan sains ke tangan ahlinya.

Sebagai merek perawatan kulit dari Jepang di bawah naungan PT Mirai Group Japan, Majestic Cosme tidak ingin masyarakat sekadar ikut-ikutan tren. Melalui kampanye “Beauty Talks”, pelopor solusi anti-aging berbasis teknologi stem cell yang terdaftar di BPOM ini mengubah berbagai pusat perbelanjaan di Jakarta menjadi arena edukasi publik.

Alih-alih membiarkan konsumen menelan mentah-mentah tren viral, Majestic Cosme membawa keahlian medis langsung ke hadapan masyarakat. Menggandeng pakar kecantikan ternama, dr. Ika Ayu, M.Biomed. (AAM) dan dr. Resti Putri, Dipl. CIBTAC, AAAM, acara ini bertujuan membedah mitos kecantikan dan menjelaskan efek nyata dari formulasi kosmetik dengan bahasa yang mudah dipahami.

Salah satu fokus utama yang diluruskan dalam edukasi ini adalah miskonsepsi seputar stem cell. Para ahli menjelaskan secara transparan mengapa penggunaan bio-identical peptide yang dikembangkan Majestic Cosme merupakan alternatif stem cell yang terbukti secara saintifik, aman, dan mematuhi regulasi BPOM, berlawanan dengan klaim-klaim kosmetik viral yang kerap tidak berizin.

“Konten viral memang menciptakan rasa penasaran, namun kredibilitas sejati hanya terbangun ketika kita bisa menjelaskan secara ilmiah mengapa sebuah produk itu bekerja atau tidak,” ujar Ismail Zein El Dine, CEO Mirai Group Japan.

"Saat video singkat di media sosial mencoba menggantikan konsultasi ahli, tantangan kami adalah mengembalikan keahlian medis ke tengah masyarakat. Kami ingin menemani perjalanan perempuan mendapatkan kulit sehat dan awet muda melalui produk yang teruji secara saintifik," terangnya lagi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI