Suara.com - Bagaimana tips memilih daycare yang aman untuk bayi? Pertanyaan ini sontak memenuhi timeline usai kabar tragis terdengar dari tempat penitipan anak (daycare) Little Aresha. Beberapa waktu lalu, daycare yang berlokasi di Sorusutan, Umbulharjo, Yogyakarta ini digrebek oleh kepolisian setempat lantaran penganiayaan terhadap anak-anak yang dititipkan.
Berdasarkan penyelidikan, diketahui bahwa setidaknya ada 53 anak yang menjadi korban kekerasan di Daycare Little Aresha. Beberapa bentuk kekerasan yang terjadi antara lain kaki dan tangan yang diikat, hingga anak yang ditidurkan di lantai.
Kasus ini tentu membuat banyak orang tua merasa cemas. Namun, Anda tetap bisa meminimalkan risiko dengan lebih selektif saat memilih daycare. Berikut beberapa tips yang bisa dipertimbangkan.
1. Pastikan daycare memiliki izin resmi
Hal pertama yang sebaiknya Anda cek adalah legalitas daycare. Tempat penitipan anak yang terpercaya biasanya memiliki izin operasional dari dinas terkait. Izin ini menandakan bahwa daycare telah memenuhi standar minimum, baik dari segi fasilitas, keamanan, maupun tenaga pengasuh.
Jangan ragu untuk menanyakan dokumen atau sertifikasi yang dimiliki. Jika pihak daycare terlihat enggan menunjukkan, sebaiknya Anda mempertimbangkan opsi lain.
2. Perhatikan rasio pengasuh dan bayi
Untuk bayi usia 0–24 bulan, rasio pengasuh sangat krusial. Idealnya, satu pengasuh hanya menangani 2–4 bayi, tergantung usia dan kebutuhan mereka. Semakin kecil bayi, semakin intens perhatian yang dibutuhkan.
Jika jumlah bayi terlalu banyak dibandingkan pengasuh, risiko pengabaian hingga kekerasan bisa meningkat karena pengasuh kewalahan.
3. Cek latar belakang dan pelatihan pengasuh
Pengasuh bukan sekadar “penjaga anak”. Mereka harus memahami dasar-dasar perawatan bayi, seperti cara menggendong yang benar, memberi makan, hingga menangani kondisi darurat.
Anda bisa menanyakan apakah pengasuh memiliki pelatihan khusus, misalnya pelatihan pertolongan pertama (first aid) atau pengalaman di bidang childcare. Pengasuh yang terlatih cenderung lebih sabar dan tahu cara menangani bayi tanpa kekerasan.
4. Amati kondisi fasilitas dan kebersihan
Lingkungan daycare harus bersih, aman, dan ramah bayi. Perhatikan apakah lantai dilapisi bahan yang aman, sudut ruangan tidak tajam, serta mainan dalam kondisi bersih dan layak pakai.
Selain itu, cek juga area tidur bayi. Bayi seharusnya memiliki tempat tidur yang layak, bukan ditidurkan sembarangan di lantai tanpa alas yang memadai.
5. Transparansi dan akses orang tua
Daycare yang baik tidak akan menutup-nutupi aktivitas di dalamnya. Justru, mereka biasanya terbuka terhadap kunjungan orang tua, bahkan menyediakan akses CCTV atau laporan harian.
Jika Anda merasa dibatasi untuk melihat kondisi di dalam, itu bisa menjadi tanda peringatan. Transparansi penting agar Anda tetap bisa memantau perkembangan dan keamanan anak.
6. Perhatikan cara pengasuh berinteraksi dengan bayi
Saat survei, luangkan waktu untuk mengamati langsung bagaimana pengasuh memperlakukan anak-anak. Apakah mereka terlihat sabar, lembut, dan responsif terhadap tangisan bayi?
Interaksi ini sering kali menjadi indikator paling jujur. Daycare dengan pengasuh yang mudah marah, membentak, atau terlihat kasar sebaiknya dihindari sejak awal.