-
Alokasikan maksimal 25 Persen dana THR untuk berbagi ke keluarga besar.
-
Sesuaikan nominal THR keponakan berdasarkan jenjang sekolah agar anggaran terkontrol.
-
Prioritaskan zakat fitrah, kebutuhan pokok, dan dana darurat sebelum berbagi THR.
Dalam Islam, memberikan THR kepada orang tua adalah bentuk bakti dan kasih sayang, bukan beban.
Jadikan orang tua sebagai prioritas utama dengan nominal yang lebih besar dibandingkan keponakan.
Jika budget terbatas, Anda bisa memberikan THR dalam bentuk barang yang mereka butuhkan atau hampers Lebaran yang bermanfaat.
5. Daftar Penerima dan Uang Pecahan
Agar anggaran tidak membengkak, lakukan langkah taktis ini:
- Buat List Nama: Catat siapa saja keponakan yang akan ditemui agar tidak ada yang terlewat atau dobel.
- Tukar Uang Baru: Siapkan uang pecahan kecil jauh-jauh hari agar distribusi lebih merata.
- Amplop Lucu: Gunakan amplop dengan desain unik untuk menambah kegembiraan si kecil tanpa harus memberikan nominal yang terlalu besar.
6. Jangan Lupa Investasi dan Dana Darurat
Berbagi memang menyenangkan, tapi masa depan tetap harus dijaga.
Sisihkan 20-25% dari THR untuk dana darurat atau investasi.
Anda bisa memanfaatkan instrumen investasi yang aman seperti Deposito Online iB Hijrah di Bank Muamalat yang menawarkan keuntungan stabil.
Baca Juga: 5 Rekomendasi CC Cream Pengganti Foundation untuk Makeup Natural Saat Lebaran
Dengan begitu, setelah euforia Lebaran berakhir, Anda tetap memiliki simpanan yang berkembang.
Berbagi THR adalah tradisi yang baik, tapi lakukanlah sesuai kemampuan finansial.
Jangan memaksakan diri demi gengsi. Ingat, makna Idulfitri adalah tentang keikhlasan dan berbagi kebahagiaan, bukan sekadar adu nominal di dalam amplop.