-
Alokasikan maksimal 25 Persen dana THR untuk berbagi ke keluarga besar.
-
Sesuaikan nominal THR keponakan berdasarkan jenjang sekolah agar anggaran terkontrol.
-
Prioritaskan zakat fitrah, kebutuhan pokok, dan dana darurat sebelum berbagi THR.
Suara.com - Momen Lebaran atau Idulfitri identik dengan bagi-bagi Tunjangan Hari Raya (THR) kepada orang tua dan keponakan.
Namun, seringkali semangat berbagi THR ketika Lebaran ini justru membuat kondisi keuangan boncos setelah hari raya usai.
Agar niat baik berbagi kebahagiaan tidak mengganggu stabilitas dompet, penting untuk melakukan budgeting yang cermat.
Jangan sampai Anda bingung mencari pinjaman karena dana THR habis tak bersisa setelah Hari Raya Idulfitri.
Lantas, bagaimana cara mengatur THR agar cukup untuk orang tua dan keponakan tanpa mengorbankan kebutuhan pokok? Simak panduannya berikut ini!

1. Amankan Kebutuhan Pokok dan Ibadah Terlebih Dahulu
Sebelum menentukan nominal THR untuk keponakan, pastikan pos-pos esensial sudah aman.
Anda bisa gunakan THR untuk keperluan berikut ini:
- Zakat Fitrah: Kewajiban utama sebelum Idulfitri.
- Biaya Mudik: Jika Anda berencana pulang kampung.
- Cicilan atau Utang: Gunakan sebagian THR untuk melunasi utang agar beban finansial lebih ringan.
- Perlengkapan Lebaran: Stok makanan, pakaian, atau dekorasi rumah secukupnya.
2. Tentukan Persentase Dana Berbagi
Idealnya, alokasikan sekitar 20% hingga 25% dari total THR untuk berbagi pada orang tua, mertua, dan keponakan.
Misalnya, jika Anda menerima THR sebesar Rp7.000.000, maka dana yang bisa dibagikan berkisar antara Rp1.400.000 hingga Rp1.750.000.
Jika Anda sudah berkeluarga, angka ini bisa disesuaikan kembali sesuai kesepakatan dengan pasangan.
3. Panduan Nominal THR untuk Keponakan Berdasarkan Usia
Jika Anda bingung menentukan nominal THR yang pantas untuk keponakan, berikut rekomendasi besarannya:
- Anak Usia 5-10 Tahun (TK - SD): Rp10.000 - Rp20.000. Di usia ini, anak-anak biasanya belum memiliki kebutuhan mendesak dan lebih senang dengan momen menerima amplopnya saja.
- Anak Usia 10-15 Tahun (SMP): Rp20.000 - Rp30.000. Remaja di usia ini mulai memiliki keinginan tambahan, sehingga nominal yang sedikit lebih besar akan sangat membantu mereka.
- Remaja 15-17 Tahun (SMA): Rp50.000. Pelajar SMA biasanya memiliki kebutuhan sosial yang lebih tinggi, seperti kerja kelompok atau sekadar nongkrong bersama teman.
- Mahasiswa 17-20 Tahun: Rp50.000 - Rp100.000, karena mahasiswa biasanya butuh biaya tambahan untuk tugas kuliah, print makalah, atau ongkos transportasi.
4. Prioritaskan Orang Tua dan Mertua
Dalam Islam, memberikan THR kepada orang tua adalah bentuk bakti dan kasih sayang, bukan beban.
Jadikan orang tua sebagai prioritas utama dengan nominal yang lebih besar dibandingkan keponakan.
Jika budget terbatas, Anda bisa memberikan THR dalam bentuk barang yang mereka butuhkan atau hampers Lebaran yang bermanfaat.
5. Daftar Penerima dan Uang Pecahan
Agar anggaran tidak membengkak, lakukan langkah taktis ini:
- Buat List Nama: Catat siapa saja keponakan yang akan ditemui agar tidak ada yang terlewat atau dobel.
- Tukar Uang Baru: Siapkan uang pecahan kecil jauh-jauh hari agar distribusi lebih merata.
- Amplop Lucu: Gunakan amplop dengan desain unik untuk menambah kegembiraan si kecil tanpa harus memberikan nominal yang terlalu besar.
6. Jangan Lupa Investasi dan Dana Darurat
Berbagi memang menyenangkan, tapi masa depan tetap harus dijaga.
Sisihkan 20-25% dari THR untuk dana darurat atau investasi.
Anda bisa memanfaatkan instrumen investasi yang aman seperti Deposito Online iB Hijrah di Bank Muamalat yang menawarkan keuntungan stabil.
Dengan begitu, setelah euforia Lebaran berakhir, Anda tetap memiliki simpanan yang berkembang.
Berbagi THR adalah tradisi yang baik, tapi lakukanlah sesuai kemampuan finansial.
Jangan memaksakan diri demi gengsi. Ingat, makna Idulfitri adalah tentang keikhlasan dan berbagi kebahagiaan, bukan sekadar adu nominal di dalam amplop.