- Brand lokal Khanza Maryam, berdiri 2013 di Bekasi, telah berkembang dari busana muslimah hingga beragam lini produk.
- Seluruh proses produksi Khanza Maryam, termasuk pemilihan bahan dan jahit, dilakukan secara lokal dan membuka lapangan kerja.
- Produk brand ini telah menjangkau pasar internasional di beberapa negara melalui jaringan reseller dan dipamerkan di Ramadan Rhapsody.
Suara.com - Industri modest fashion di Indonesia terus berkembang pesat, tidak hanya di kota besar seperti Jakarta, tetapi juga di daerah penyangga seperti Bekasi.
Salah satu brand lokal yang berkembang dari daerah ini adalah Khanza Maryam yang kini memiliki jaringan pasar hingga luar negeri.
Didirikan pada 2013, brand ini memulai usahanya dari produksi busana muslimah dan kini berkembang dengan berbagai lini produk.
Mulai dari pakaian modest sehari-hari, busana khusus umrah hingga koleksi baju Lebaran yang dipamerkan di Ramadan Rhapsody 2026.
Founder Khanza Maryam, Giska, mengatakan seluruh proses produksi dilakukan secara lokal di Bekasi, mulai dari pemilihan bahan hingga proses jahit.

"House office dan produksinya semua di Bekasi. Dari bahan sampai printing dan jahitan semuanya kami kerjakan di sini," kata Giska saat tampilkan 32 looks Khanza Maryam di runway Ramadan Rhapshody, Pakuwon Mall Bekasi, Minggu, 7 Maret 2026.
Tidak hanya berfokus pada produksi, brand ini juga membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar, termasuk penjahit hingga pengrajin payet.
"Semua pekerja lokal, bapak-bapak dan ibu-ibu yang mengerjakan payet juga dari sini," ujarnya.
Seiring berkembangnya bisnis, Khanza Maryam tidak hanya menjual produknya di dalam negeri.
Baca Juga: Tips Memilih Baju Lebaran Anak: Nyaman, Stylish, dan Siap Temani Momen Keluarga
Produk rancangan Giska kini telah menjangkau beberapa negara melalui jaringan reseller hingga dukungan APPMI (Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia), produknya tersedia di Ramadan Rhapsody hingga 29 Maret 2026 mendatang.

Menurut Giska, sistem penjualan brand ini memang lebih mengandalkan reseller dibandingkan marketplace.
"Kekuatan kami ada di reseller. Hampir setiap kota di Indonesia ada, dan juga sudah sampai Thailand, Bangkok, Hong Kong, dan beberapa negara lainnya," jelasnya.
Strategi tersebut dinilai mampu memperluas jangkauan pasar sekaligus menjaga kedekatan dengan konsumen di berbagai daerah.
Selain itu, Giska pengatakan ia mulai mengembangkan beberapa lini baru untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Di antaranya adalah koleksi daily wear, busana kasual, hingga abaya untuk kebutuhan umrah.

"Sekarang ada beberapa brand turunan, seperti yang khusus daily, kemudian ada juga untuk abaya umrah. Jadi tidak hanya dress saja seperti awal berdiri," katanya.