Suara.com - Salat Idulfitri menjadi salah satu momen paling dinanti oleh umat Muslim setelah menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh.
Dilaksanakan pada 1 Syawal di pagi hari, salat sunnah dua rakaat ini memiliki keunikan tersendiri dibandingkan salat lainnya, terutama pada bagian takbir yang diulang beberapa kali.
Bagi banyak orang, memahami bacaan dan tata cara salat Idulfitri menjadi hal penting agar ibadah terasa lebih khusyuk dan tidak sekadar ikut-ikutan.
Salah satu hal yang kerap ditanyakan adalah bagaimana bacaan takbir dalam salat Idulfitri serta jumlahnya di setiap rakaat. Simak penjelasan berikut ini.
Bacaan Takbir Salat Idulfitri
![Ilustrasi muslim sedang salat [freepik.com]](https://media.arkadia.me/v2/articles/triasrohmadoni/yrJTOtUq5Kh5qAlBDlTTX06NJ3VYHv33.png)
Dalam pelaksanaan salat Idulfitri, terdapat dua jenis takbir yang umum dikenal, yaitu takbir utama dan bacaan zikir yang dibaca di sela-sela takbir. Keduanya memiliki peran penting sebagai bentuk pengagungan kepada Allah SWT.
Lafal takbir yang sering dibaca umat Muslim adalah: Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar. Laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar, Allahu akbar wa lillahil hamd.
Artinya: Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Tiada Tuhan selain Allah. Allah Maha Besar dan segala puji bagi-Nya.
Takbir ini tidak hanya dibaca saat salat Id, tetapi juga sering dikumandangkan sejak malam takbiran hingga menjelang pelaksanaan salat Idulfitri.
Bacaan Zikir di Sela Takbir
Di antara takbir-takbir dalam salat Idulfitri, umat Muslim dianjurkan membaca zikir sebagai bentuk pujian kepada Allah SWT. Bacaan ini menjadi pelengkap yang membuat ibadah terasa lebih sempurna.
Salah satu bacaan yang umum dilafalkan adalah: Subhanallah walhamdulillah wa laa ilaaha illallah wallahu akbar. Artinya: Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tidak ada Tuhan selain Allah, dan Allah Maha Besar.
Selain itu ada juga alternatif bacaan yang bisa digunakan seperti: Allahu akbar kabira, walhamdulillahi katsira, wa subhanallahi bukratan wa asila.
Kedua bacaan ini sama-sama dianjurkan dan bisa dipilih sesuai kemampuan masing-masing.
Bacaan Takbir Panjang
Selain versi singkat, terdapat juga bacaan takbir panjang yang biasanya dilantunkan saat malam takbiran maupun dalam suasana perayaan Idulfitri.
Bacaan ini memiliki makna yang lebih mendalam karena berisi pujian, tauhid, serta pengakuan atas kebesaran Allah SWT.
Allâhu akbar kabîrâ, wal hamdu lillahi katsîrâ, wa subhanallahi bukrataw wa ashîlâ. La ilaha illallahu wa la na'budu illa iyyahu mukhlishina lahud din, wa law karihal kafirun. La ilaha illallahu wahdah, shadaqa wa'dah, wa nashara 'abdah, wa hazamal ahzaba wahdah. La ilaha illallahu wallahu akbar, Allahu akbar wa lillahil hamd.
Dengan melafalkan takbir panjang, suasana spiritual akan terasa lebih kuat. Banyak umat Muslim yang menjadikannya sebagai sarana refleksi setelah menjalani Ramadan, sekaligus bentuk rasa syukur atas kesempatan beribadah yang telah dilalui.
Surat Al-Qur’an yang Dianjurkan
Setelah membaca Al-Fatihah, terdapat anjuran untuk membaca surat tertentu dalam salat Idulfitri. Rasulullah SAW diketahui sering membaca surat Qaf pada rakaat pertama dan Al-Qamar pada rakaat kedua.
Selain itu, ada juga riwayat lain yang menyebutkan bahwa beliau membaca surat Al-A’la di rakaat pertama dan Al-Ghasyiyah di rakaat kedua. Kedua pilihan ini sama-sama dianjurkan dan bisa diamalkan oleh umat Muslim. Dengan memahami pilihan surat ini, pelaksanaan salat Id bisa terasa lebih sesuai dengan sunnah yang diajarkan Rasulullah SAW.
Tata Cara Takbir dalam Salat Id
![Ilustrasi muslim sedang salat [freepik.com]](https://media.arkadia.me/v2/articles/triasrohmadoni/enfjkcMrZJRJwGB4H4XfZczdwK69XCZJ.png)
Agar pelaksanaan salat Idulfitri berjalan lancar dan tidak membingungkan, berikut urutan takbir yang bisa kamu ikuti:
1. Rakaat Pertama:
- Membaca doa iftitah terlebih dahulu
- Melakukan takbir sebanyak 7 kali (takbir tambahan)
- Di setiap jeda takbir, dianjurkan membaca zikir, seperti: Subhanallah walhamdulillah wa laa ilaaha illallah wallahu akbar
- Setelah selesai takbir, lanjut membaca Al-Fatihah
- Kemudian membaca surat pendek (misalnya Al-A’la atau Qaf)
- Melanjutkan gerakan salat seperti biasa hingga sujud
2. Rakaat Kedua:
- Bangkit dari sujud (takbir intiqal) lalu berdiri
- Melakukan takbir sebanyak 5 kali
- Di sela-sela setiap takbir, kembali membaca zikir yang sama
- Setelah itu, membaca Al-Fatihah
- Dilanjutkan dengan surat pendek (misalnya Al-Ghasyiyah atau Al-Qamar)
- Menyelesaikan salat hingga salam
Dengan mengikuti urutan ini, kamu bisa lebih percaya diri saat melaksanakan salat Id, terutama jika salat di lapangan atau berjamaah dalam jumlah besar.
Kontributor : Trias Rohmadoni