Dari Plastik jadi Energi: Bagaimana Get Plastic Dorong Perubahan Cara Pandang tentang Sampah?

Bimo Aria Fundrika

Kamis, 18 Juni 2026 | 11:16 WIB
Dari Plastik jadi Energi: Bagaimana Get Plastic Dorong Perubahan Cara Pandang tentang Sampah?
Ilustrasi plastik (Unsplash.com/Nick Fewings)

Suara.com - Indonesia saat ini masih menghadapi tantangan struktural yang masif dalam pengelolaan sampah. Data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mencatat produksi sampah tahunan Indonesia mencapai 64 juta ton, di mana sektor rumah tangga menjadi penyumbang terbesar hingga lebih dari 60 persen.

Meski limbah organik mendominasi, pertumbuhan sampah plastik kian tak terkendali. Laporan dari World Bank bahkan menempatkan Indonesia sebagai penyumbang sampah plastik lautan terbesar kedua di dunia setelah China, dengan estimasi mencapai 3,2 juta ton setiap tahunnya. Fenomena ini turut menjadi ancaman bagi keberlanjutan ekosistem maritim.

Mewujudkan Generasi yang Bertanggung Jawab

Menolak mewariskan ekosistem yang rusak kepada generasi penerus, Dimas Bagus Wijanarko mendirikan Yayasan Get Plastic dengan menawarkan pendekatan berbeda melalui teknologi pirolisis. Komunitas yang diinisiasi di Jakarta dan kemudian menetap di Bali ini mengembangkan mesin pirolisis yang mampu memotong rantai karbon plastik menjadi bahan bakar minyak (BBM).

"Harapan kami ke depannya kami tetap bisa membangun masyarakat yang lebih disiplin, aware, dan peduli terhadap lingkungan mereka. Karena jujur kami tidak mau meninggalkan sampah dan mewariskan sesuatu yang buruk untuk generasi kita selanjutnya. Anak-anak kita pasti mendambakan lingkungan yang bersih, alamnya yang asri," tegas Dimas.

Dalam perjalanannya, yayasan ini berdiri dengan bantuan teman-teman Dimas. Mereka menyatukan misi demi merealisasikan keberlanjutan dan pengurangan sampah plastik. Untuk mendanai operasional dan riset teknologi, Get Plastic mengandalkan unit usaha mandiri seperti produksi kaus sablon.

“Kami melakukan kampanye dengan Vespa dari Jakarta ke Bali dan berhenti di sekitar 15 titik di sekitar perjalanan itu untuk mengamanyakan ini. Dalam perjalanan itu kami nggak ada yang mendanai sepeser pun, tidak ada donor, dan kami jualan kaos aja. Jadi on the spot kita nyablon Setiap berhenti kita sablon,” ungkap Dimas.

“Kami yakin kalau kita konsisten dengan apa tujuan dan impian kita, kita pasti bisa mencapai hasil yang terbaik,” tambahnya optimis.

Menyelesaikan Permasalahan Sampah Plastik

Mesin pirolisis (Dok. Pribadi/Get Plastic)
Mesin pirolisis (Dok. Pribadi/Get Plastic)

Fokus utama Get Plastic bukanlah mengeksploitasi aspek kedaulatan energi, melainkan memastikan permasalahan sampah plastik dapat diselesaikan secara sistematis melalui integrasi teknologi dan partisipasi publik. Hasil konversi bahan bakar dari mesin pirolisis ini murni dialokasikan kembali untuk kepentingan sosial, seperti bahan bakar traktor kelompok tani lokal dan operasional yayasan.

baca juga

Dimas menyatakan bahwa insentif berupa pembuktian teknologi sangat krusial dalam mengubah cara pandang masyarakat awam.

"Masyarakat kita ini adalah masyarakat yang butuh pembuktian, yang transfer knowledge-nya tentang science dan tata kelola sampah ini sangat minim karena memang pemerintah kita tidak pernah membagi itu semuanya. Kami ini membuktikan kepada masyarakat apa yang kami lakukan ini ternyata cukup efektif untuk merubah behavior ataupun mindset dari masyarakat bahwa ketika sampah kita pilah, bisa diolah menjadi bahan bakar yang nantinya bisa menjadi energi," jelas Dimas.

Melalui program penjemputan sampah rutin di area learning center mereka, Get Plastic kini mendampingi puluhan kepala keluarga untuk mendisiplinkan diri dalam memilah limbah domestik. Solusi ini diharapkan mampu mengurangi beban akumulasi residu di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Penulis: Vicka Rumanti

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sinar Matahari Ternyata Tak Cukup: Temuan Baru Ungkap Mengapa Plastik Bertahan Lama di Perairan

Sinar Matahari Ternyata Tak Cukup: Temuan Baru Ungkap Mengapa Plastik Bertahan Lama di Perairan

Lifestyle | Selasa, 16 Juni 2026 | 19:10 WIB

Bukan Sedotan, Penelitian Global Temukan Kemasan Makanan Jadi Penyumbang Utama Sampah Plastik Laut

Bukan Sedotan, Penelitian Global Temukan Kemasan Makanan Jadi Penyumbang Utama Sampah Plastik Laut

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 11:55 WIB

Ilmuwan Temukan Cara Baru Daur Ulang Plastik Tanpa Pelarut, Bisakah Jadi Jawaban Krisis Sampah?

Ilmuwan Temukan Cara Baru Daur Ulang Plastik Tanpa Pelarut, Bisakah Jadi Jawaban Krisis Sampah?

News | Senin, 15 Juni 2026 | 14:19 WIB

Terkini

Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti

Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 00:45 WIB

Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi

Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 00:21 WIB

Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang

Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 00:09 WIB

Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus

Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:53 WIB

Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang

Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap

Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3

Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3

Bola | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik

Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik

Lifestyle | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:46 WIB

Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan

Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:41 WIB

Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis

Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis

Lifestyle | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:30 WIB

×