Suara.com - Setelah sebulan penuh berpuasa di bulan Ramadan, umat Islam dianjurkan melanjutkannya dengan puasa enam hari di bulan Syawal.
Ibadah ini dikenal memiliki pahala besar, bahkan setara dengan puasa setahun penuh. Lantas, apakah puasa Syawal harus berturut-turut?
Di sisi lain, aktivitas setelah Lebaran biasanya cukup padat. Mulai dari silaturahmi, acara keluarga, hingga kembali bekerja membuat sebagian orang merasa kesulitan jika harus berpuasa secara terus-menerus.
Lalu sebenarnya, apakah puasa Syawal harus berturut-turut atau boleh dilakukan secara terpisah? Untuk memahami jawabannya, simak penjelasan berikut ini seperti dikutip dari laman resmi Baznas dan sumber lainnya.
Keutamaan Puasa Syawal
Puasa Syawal bukan sekadar ibadah tambahan, tetapi memiliki banyak keutamaan yang sayang untuk dilewatkan. Berikut beberapa keistimewaannya:
1. Pahala seperti puasa setahun penuh
Puasa enam hari di bulan Syawal memiliki keutamaan luar biasa. Jika digabungkan dengan puasa Ramadhan, pahalanya seolah-olah seperti berpuasa selama satu tahun penuh. Hal ini karena setiap kebaikan dilipatgandakan sepuluh kali lipat.
2. Menyempurnakan kekurangan puasa Ramadhan
Selama menjalankan puasa Ramadhan, mungkin ada kekurangan yang tidak disadari, seperti kurang khusyuk atau melakukan hal yang mengurangi pahala. Puasa Syawal hadir sebagai pelengkap yang menyempurnakan ibadah tersebut.
3. Tanda diterimanya amal ibadah
Salah satu tanda bahwa ibadah Ramadhan diterima adalah munculnya keinginan untuk terus berbuat baik setelahnya. Melanjutkan dengan puasa Syawal bisa menjadi indikasi bahwa amal sebelumnya diterima oleh Allah SWT.
4. Melatih konsistensi dalam beribadah
Puasa Syawal membantu menjaga semangat ibadah agar tidak menurun setelah Ramadhan. Ini menjadi latihan agar tetap istiqamah dalam menjalankan kebaikan di bulan-bulan berikutnya.
5. Mendekatkan diri kepada Allah SWT
Amalan sunnah seperti puasa Syawal adalah salah satu cara untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah. Semakin rutin dilakukan, semakin kuat pula hubungan spiritual seseorang.
Waktu Pelaksanaan Puasa Syawal
Puasa Syawal dilaksanakan selama enam hari di bulan Syawal, dimulai setelah hari raya Idulfitri. Artinya, puasa baru bisa dilakukan mulai tanggal 2 Syawal, karena tanggal 1 Syawal merupakan hari raya yang diharamkan untuk berpuasa.
Menariknya, Islam tidak menetapkan waktu yang kaku dalam pelaksanaannya. Puasa Syawal bisa dilakukan di awal, pertengahan, maupun akhir bulan Syawal. Hal ini memberikan keleluasaan bagi umat Islam untuk menyesuaikannya dengan aktivitas masing-masing.
Bagi yang memiliki kesibukan atau agenda tertentu, puasa tetap bisa dilakukan secara bertahap selama masih berada dalam bulan Syawal. Yang terpenting adalah menyelesaikan enam hari puasa sebelum bulan berakhir.
Apakah Puasa Syawal Harus Dilakukan Berturut-Turut?
Menjawab pertanyaan apakah puasa Syawal harus berturut-turut, para ulama sepakat bahwa puasa ini tidak wajib dilakukan secara berurutan. Artinya, seseorang boleh menjalankannya secara terpisah sesuai dengan kondisi dan kemampuannya.
Puasa bisa dilakukan secara fleksibel, misalnya hanya pada hari-hari tertentu seperti Senin dan Kamis, atau diselingi dengan hari lain.
Selama jumlahnya tetap enam hari dan dilakukan di bulan Syawal, maka ibadah tersebut tetap sah dan mendapatkan pahala.
Meski demikian, sebagian ulama menyebutkan bahwa melaksanakan puasa Syawal secara berturut-turut lebih utama. Hal ini karena dianggap sebagai bentuk menyegerakan kebaikan dan menjaga momentum ibadah setelah Ramadhan.
Jika tidak memungkinkan untuk berpuasa secara berurutan, tidak ada masalah untuk melakukannya secara terpisah.
Tata Cara Puasa Syawal
Berikut tata cara puasa Syawal yang bisa diikuti:
- Niat puasa dilakukan pada malam hari atau sebelum waktu subuh
- Menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga terbenam matahari
- Menjaga lisan dan perilaku dari hal-hal yang dapat mengurangi pahala puasa
- Memperbanyak amalan ibadah seperti membaca Al-Qur’an, berdzikir, dan bersedekah
- Menyegerakan berbuka saat waktu maghrib tiba
Demikianlah penjelasan lengkap terkait apakah puasa Syawal harus berturut-turut. Semoga bermanfaat.
Kontributor : Dini Sukmaningtyas