Suara.com - Kadar kolesterol di dalam tubuh biasanya naik pesat di momen Lebaran seperti Idulfitri atau Lebaran.
Bagaimana tidak? Hidangan yang tersaji di meja berupa gulai ayam, gulai kambing, rendang, telur balado, tongseng, hingga makanan berlemak lainnya.
Bahkan hidangan penutup seperti kolak dan kudapan bersantan lainnya juga berkontribusi besar meningkatkan kadar kolesterol di tubuh.
Alhasil, tubuh memberikan sinyal-sinyal kuat kelebihan kolesterol usai menyantap sajian lebaran yang penuh lemak.
Mereka yang sudah merasakan tanda-tanda tersebut mungkin akan buru-buru membeli Simvastatin untuk menekan kadar kolesterol.
Namun, ada segudang cara yang lebih aman dan alami ketimbang membeli Simvastatin di apotek.
Simak tips jitu nan alami menurunkan kolesterol berikut.
Meningkatkan konsumsi serat larut

Serat larut memiliki kemampuan luar biasa dalam mengikat asam empedu di saluran pencernaan yang kemudian dikeluarkan dari tubuh sebagai limbah.
Proses ini memaksa hati untuk menggunakan kolesterol yang ada di dalam darah untuk memproduksi lebih banyak asam empedu.
Alhasil, kadar kolesterol secara otomatis menurun.
Usai menyantap hidangan Lebaran yang kaya akan santan dan lemak hewani, sangat disarankan mengonsumsi buah-buahan seperti apel, pir, atau alpukat.
Sayuran hijau dan kacang-kacangan juga menjadi sumber serat alami yang efektif untuk membersihkan sisa-sisa lemak jahat di dalam sistem metabolisme.
Memanfaatkan bawang putih
![Pedagang bawang putih sedang menunggu pembeli di Pasar Induk Kramat jati, Jakarta Timur, Jumat (07/02). [Suara.com/Alfian Winanto]](https://media.arkadia.me/v2/articles/souparmand/tAIfyBxsiN98JYBehVn88r2udU2UB7E0.png)
Bawang putih telah lama dikenal sebagai bahan alami untuk menjaga kesehatan jantung.
Senyawa allicin yang terkandung di dalamnya berperan dalam menghambat pembentukan kolesterol di hati.
Menambahkan irisan bawang putih mentah ke dalam masakan atau mengonsumsinya secara langsung setelah periode makan besar saat Lebaran dapat membantu mengontrol tekanan darah sekaligus menurunkan kadar LDL (kolesterol jahat).
Cara ini sangat sederhana namun memiliki dampak signifikan jika dilakukan secara rutin selama masa pemulihan tubuh usai makan makanan berat.
Mengonsumsi teh hijau tanpa gula

Teh hijau kaya akan antioksidan jenis katekin yang mampu mengurangi penyerapan kolesterol di usus.
Mengganti minuman manis atau bersoda dengan segelas teh hijau hangat setelah makan besar dapat membantu menetralisir rasa neg di tenggorokan sekaligus mempercepat pembakaran lemak.
Antioksidan di teh hijau juga berfungsi melindungi pembuluh darah dari peradangan yang dipicu oleh lonjakan kadar lemak dalam darah.
Pastikan untuk menikmatinya tanpa tambahan gula agar manfaat alaminya tetap optimal bagi kesehatan tubuh.
Rutin mengonsumsi air rebusan kayu manis

Kayu manis bukan sekadar rempah penambah aroma, tetapi juga agen alami yang ampuh untuk memperbaiki profil lipid dalam darah.
Beberapa studi menunjukkan bahwa kayu manis dapat menurunkan kadar kolesterol total dan trigliserida.
Cara pemanfaatannya cukup dengan merebus satu batang kayu manis dalam air mendidih, lalu meminum airnya saat sudah hangat.
Aroma yang menenangkan juga membantu mengurangi keinginan untuk kembali menyantap camilan manis khas lebaran yang biasanya masih tersedia di meja tamu.
Memilih sumber lemak sehat dari biji-bijian
![4 Resep Olahan Kacang Mede untuk Sajian Lebaran - Kacang mete atau kacang mede [shutterstock]](https://media.arkadia.me/v2/articles/souparmand/qVv4NPRPB48PRg1cHANde1DrisqebLzE.png)
Meskipun baru saja mengonsumsi banyak lemak, tubuh tetap membutuhkan lemak sehat untuk berfungsi dengan baik.
Biji-bijian seperti chia seeds atau kacang almond mengandung asam lemak omega-3 yang dapat meningkatkan kadar HDL (kolesterol baik).
HDL berfungsi sebagai "pembersih" yang membawa kolesterol jahat kembali ke hati untuk diproses dan dibuang.
Menaburkan biji-bijian ini ke dalam porsi makan harian merupakan langkah kecil yang secara alami akan menyeimbangkan kembali kondisi tubuh setelah beberapa hari dipenuhi dengan hidangan berlemak tinggi.
Kontributor : Armand Ilham