Tradisi Salam Tempel saat Lebaran: Bagaimana Hukumnya dalam Islam?

Yasinta Rahmawati

Sabtu, 21 Maret 2026 | 17:16 WIB
Tradisi Salam Tempel saat Lebaran: Bagaimana Hukumnya dalam Islam?
Ilustrasi salam tempel saat Lebaran. (Unsplash)
baca 10 detik
  • Salam tempel yaitu pemberian uang amplop saat Lebaran.
  • Secara hukum Islam dikategorikan sebagai hibah tanpa mengharapkan balasan.
  • Umat muslim dianjurkan menerima salam tempel sebagai bentuk hadiah agar tidak menyinggung perasaan pemberi.

Suara.com - Momen Hari Raya Idulfitri di Indonesia tidak hanya identik dengan ketupat dan opor ayam, tetapi juga sebuah tradisi yang sangat dinanti oleh anak-anak maupun remaja, yaitu salam tempel.

Istilah salam tempel merujuk pada pemberian sejumlah uang di dalam amplop kecil yang dibagikan oleh kerabat yang berpenghasilan kepada orang tua atau saudara yang lebih muda.

Namun bagaimana sebenarnya hukum menerima salam tempel saat Lebaran? Apakah ini termasuk praktik yang diperbolehkan atau justru mendekati sesuatu yang dilarang?

Merujuk pada penjelasan dari NU Online Jatim, berikut adalah ulasan lengkap mengenai hukum Islam balik tradisi salam tempel.

Salam Tempel dalam Islam

Secara hukum Islam, praktik memberikan atau menerima salam tempel dikategorikan sebagai Hibah.

Hibah adalah pemberian harta milik seseorang kepada orang lain secara sukarela tanpa adanya imbalan atau balasan yang diharapkan.

Umat muslim sendiri diperbolehkan untuk menerima salam tempel. Hal tersebut seperti yang dituliskan Sayyid Abdullah bin Alawi al-Haddad dalam kitabnya berjudul Risâlatul Mu‘âwanah wal Mudhâharah wal Muwâzarah.

Disebutkan bahwa seorang muslim tidak boleh menyinggung perasaan dengan menolak pemberian.

baca juga

"Janganlah engkau menyinggung perasaan seorang Muslim dengan menolak pemberian (hadiah) darinya, padahal engkau mengetahui bahwa sesuatu yang sampai ke tanganmu sejatinya berasal dari Allah subhanahu wa ta’ala, dan sesungguhnya orang yang menyampaikannnya kepadamu hanyalah perantara yang dikendalikan dan dipaksa (oleh Allah subhanahu wa ta’ala)." (Dar al-Hawi, 1994, hal. 140)

"Rasulullah SAW bersabda: ‘Barangsiapa datang kepadanya suatu pemberian tanpa ia memintanya atau menunjukkan keinginan untuk memperolehnya, lalu ia menolaknya, sesungguhnya ia menolak pemberian Allah subhanahu wa ta’ala," (Dar al-Hawi, 1994, hal. 140)

Batasan dan Etika dalam Salam Tempel

Salam tempel sering kali menjadi "pintu masuk" atau simbol keakraban antar anggota keluarga besar yang mungkin jarang bertemu sepanjang tahun.

Pemberian ini bukan sekadar soal nominal uang, melainkan bentuk perhatian dan kasih sayang dari orang tua kepada yang lebih muda.

Hal ini sejalan dengan anjuran Islam untuk saling memberi hadiah agar tumbuh rasa saling mencintai (tahadu tahabbu).

Meskipun hukum asalnya diperbolehkan, ada beberapa catatan penting yang perlu diperhatikan agar tradisi ini tetap berada di jalur yang bena, yakni:

  • Keikhlasan Pemberi: Salam tempel tidak boleh diberikan atas dasar keterpaksaan atau hanya karena rasa gengsi. Pemberi harus melakukannya dengan hati yang lapang.
  • Hindari Sifat Pamer (Riya): Jangan sampai tradisi ini menjadi ajang untuk memamerkan kekayaan. Hal ini dapat merusak pahala dari hibah itu sendiri.
  • Pendidikan bagi Anak: Bagi orang tua yang anaknya menerima salam tempel, momen ini harus dijadikan sarana untuk mengedukasi anak tentang cara mengelola uang dan pentingnya rasa syukur, bukan melatih anak untuk menjadi materialistis.
  • Bukan Suap (Risywah): Pastikan pemberian ini murni karena momentum Lebaran dan kasih sayang, bukan untuk memengaruhi keputusan tertentu atau memiliki pamrih di balik pemberian tersebut.

Tradisi salam tempel saat Lebaran adalah praktik yang diperbolehkan dalam Islam sebagai bagian dari hibah dan upaya menyenangkan hati sesama.

Selama dilakukan dengan niat yang tulus untuk mempererat silaturahmi dan bukan untuk kesombongan, salam tempel dapat menjadi ladang pahala yang menambah keberkahan di hari raya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Filosofi Ketupat: Perjalanan Mengakui Salah di Hari Raya

Filosofi Ketupat: Perjalanan Mengakui Salah di Hari Raya

Video | Sabtu, 21 Maret 2026 | 16:48 WIB

5 Keuntungan Beli Emas setelah Lebaran, Investasi Cerdas agar THR Tak Langsung Habis

5 Keuntungan Beli Emas setelah Lebaran, Investasi Cerdas agar THR Tak Langsung Habis

Bisnis | Sabtu, 21 Maret 2026 | 17:00 WIB

Bank Buka Kapan Setelah Lebaran? Ini Jadwal Operasional BRI, BCA, hingga Mandiri

Bank Buka Kapan Setelah Lebaran? Ini Jadwal Operasional BRI, BCA, hingga Mandiri

Lifestyle | Sabtu, 21 Maret 2026 | 17:05 WIB

Terkini

Akses Pendidikan Perempuan: Sudahkah Merdeka Belajar Benar-benar Setara?

Akses Pendidikan Perempuan: Sudahkah Merdeka Belajar Benar-benar Setara?

Your Say | Rabu, 05 Agustus 2026 | 19:45 WIB

LRT Manggarai dan RS Internasional Jakarta Bakal Dibangun Lewat Obligasi Rp5,2 Triliun

LRT Manggarai dan RS Internasional Jakarta Bakal Dibangun Lewat Obligasi Rp5,2 Triliun

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 19:43 WIB

Aksi Brutal Tengah Malam, Pria Bersenjata Golok Rusak Fasilitas SPPG di Sukabumi

Aksi Brutal Tengah Malam, Pria Bersenjata Golok Rusak Fasilitas SPPG di Sukabumi

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 19:43 WIB

Ada Orang Dalam Bandara, Petugas KLIA Teridentifikasi Bantu Kopilot Selundupkan Ekstasi ke Indonesia

Ada Orang Dalam Bandara, Petugas KLIA Teridentifikasi Bantu Kopilot Selundupkan Ekstasi ke Indonesia

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 19:42 WIB

Bukan Sekali! Menhut Raja Juli Sering Ketemu Bupati Kuansing Sebelum Kena OTT

Bukan Sekali! Menhut Raja Juli Sering Ketemu Bupati Kuansing Sebelum Kena OTT

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 19:42 WIB

PGS Resmi Tutup Permanen Gara-gara Pailit, Pedagang Mulai Kosongkan Kios dan Pindah

PGS Resmi Tutup Permanen Gara-gara Pailit, Pedagang Mulai Kosongkan Kios dan Pindah

Surakarta | Rabu, 05 Agustus 2026 | 19:41 WIB

Buru Talenta dari Timur Indonesia, PB Djarum Kembali ke Makassar Setelah Satu Dekade

Buru Talenta dari Timur Indonesia, PB Djarum Kembali ke Makassar Setelah Satu Dekade

Sport | Rabu, 05 Agustus 2026 | 19:40 WIB

BRI Sebutkan Penempatan Dana SAL Dorong Intermediasi Perbankan

BRI Sebutkan Penempatan Dana SAL Dorong Intermediasi Perbankan

Lampung | Rabu, 05 Agustus 2026 | 19:40 WIB

BRI Optimalkan Likuiditas Dari Dana SAL Untuk Percepat Pembiayaan Sektor Riil

BRI Optimalkan Likuiditas Dari Dana SAL Untuk Percepat Pembiayaan Sektor Riil

Surakarta | Rabu, 05 Agustus 2026 | 19:36 WIB

Ngebut Bawa Tas Kuning Isi Ayam, Dua Remaja 16 Tahun di Bali Diciduk Warga

Ngebut Bawa Tas Kuning Isi Ayam, Dua Remaja 16 Tahun di Bali Diciduk Warga

Bali | Rabu, 05 Agustus 2026 | 19:36 WIB

×