- Puasa Syawal adalah sunnah enam hari pasca Ramadan, dengan keutamaan setara puasa setahun penuh berdasarkan hadis.
- Pelaksanaan puasa dimulai minimal 2 Syawal karena 1 Syawal haram, dapat dilakukan terpisah atau berurutan.
- Jadwal puasa Syawal 2026 berbeda antara penetapan Kemenag (mulai 22 Maret) dan Muhammadiyah (mulai 21 Maret).
Bagi warga Muhammadiyah, puasa Syawal bisa dimulai sejak Sabtu, 21 Maret 2026 hingga 26 Maret 2026 untuk enam hari berturut-turut.
Perbedaan ini wajar dan menjadi kekayaan khazanah Islam di Indonesia. Umat Muslim dianjurkan mengikuti penetapan yang dianut oleh organisasi masing-masing atau pemerintah daerah setempat.
Selain puasa enam hari Syawal, di bulan yang sama juga terdapat puasa Ayyamul Bidh (puasa pada tanggal 13, 14, dan 15 Syawal).
Menurut kalender, puasa Ayyamul Bidh Syawal 1447 H jatuh pada 2–4 April 2026 atau 1–3 April 2026, tergantung penyesuaian tanggal. Puasa ini juga sunnah dan bisa dikombinasikan dengan puasa Syawal untuk menambah pahala.
Tips Melaksanakan Puasa Syawal
Agar puasa berjalan lancar, persiapkan diri sejak Idul Fitri. Mulai dengan makan sahur yang bergizi, perbanyak minum air, dan jaga pola istirahat.
Hindari aktivitas berat di siang hari, terutama bagi yang baru selesai Ramadan.
Puasa Syawal juga menjadi momentum untuk memperbaiki diri, seperti meningkatkan ibadah salat sunnah, membaca Al-Qur’an, dan bersedekah.
Bagi yang memiliki uzur (sakit, bepergian, atau haid), boleh mengganti di hari lain selama masih dalam bulan Syawal.
Puasa Syawal bukan hanya sekadar menahan lapar dan haus, melainkan juga latihan spiritual untuk menjaga konsistensi ibadah sepanjang tahun. Dengan melaksanakannya, kita semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT dan meneladani sunnah Nabi Muhammad SAW.