Dari Duka ke Syukur, Bos Pabrik HS Umrohkan 150 Karyawan Usai Kecelakaan

Vania Rossa

Jum'at, 27 Maret 2026 | 17:40 WIB
Dari Duka ke Syukur, Bos Pabrik HS Umrohkan 150 Karyawan Usai Kecelakaan
Bos HS Muhammad Suryo. (Dok. Ist)
baca 10 detik
  • Bos pabrik HS, Muhammad Suryo, umumkan 150 karyawan diberangkatkan umroh di Magelang pada Jumat (27/3).
  • Program umroh ini sebagai wujud syukur setelah Suryo pulih dari kecelakaan kritis di Kulon Progo (1/3).
  • Suryo juga perkenalkan rencana fasilitas mess khusus bagi 21 karyawan disabilitas pabrik tersebut.

Suara.com - Kabar haru datang dari bos pabrik rokok HS, Muhammad Suryo. Di tengah masa pemulihan setelah kecelakaan yang nyaris merenggut nyawanya, Suryo justru membagikan kabar membahagiakan bagi para karyawannya. Tahun ini, ia akan memberangkatkan 150 karyawan untuk menunaikan ibadah umroh ke Tanah Suci.

Pengumuman itu disampaikan langsung saat Suryo mengunjungi pabrik rokok HS di Muntilan, Magelang, Jumat (27/3).

Program umroh tersebut disebut sebagai bentuk rasa syukur sekaligus terima kasih atas doa dan dukungan yang terus mengalir sejak dirinya mengalami musibah.

Diketahui, Suryo mengalami kecelakaan di Kulon Progo pada Minggu (1/3). Dalam insiden tersebut, ia sempat berada dalam kondisi kritis dan harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Duka mendalam juga menyertai peristiwa itu, setelah sang istri, Anis Syarifah, meninggal dunia.

"Ini bentuk syukur saya dan rasa terimakasih atas doa dan dukungan dari panjenengan semua. Kalian adalah penyemangat dan yang membuat saya tegar menghadapi cobaan ini. Saya minta terus doakan istri saya semoga husnul khatimah," ucap Suryo sambil terisak.

Program pemberangkatan umroh sebenarnya bukan hal baru di perusahaan tersebut. Suryo telah melakukannya secara rutin setiap tahun. Namun, jumlah penerima tahun ini meningkat sebagai bentuk syukur yang lebih besar atas keselamatan yang ia rasakan.

Tak hanya itu, dalam kesempatan yang sama, Suryo juga memperkenalkan inisiatif baru untuk mendukung karyawan disabilitas. Ia berencana menyediakan fasilitas tempat tinggal atau mess khusus, mengingat banyak di antara mereka berasal dari luar daerah seperti Yogyakarta dan Magelang.

Saat ini, terdapat 21 karyawan disabilitas yang bekerja di pabrik HS. Suryo menegaskan komitmennya untuk terus membuka kesempatan kerja seluas-luasnya bagi penyandang disabilitas tanpa persyaratan khusus.

"Untuk kawan-kawan disabilitas yang sudah bekerja, akan kami buatkan mess khusus di sini. Kami juga akan terus menerima karyawan disabilitas dari manapun dan berapapun jumlahnya. Ayo kawan-kawan disabilitas di seluruh Indonesia, bergabung bersama kami. Semua bisa bekerja di sini tanpa ada syarat apapun," pungkasnya.

baca juga

Kehadiran Suryo di tengah para karyawan disambut penuh haru. Ribuan pekerja, yang mayoritas merupakan perempuan, tampak bahagia sekaligus terharu melihat kondisi pimpinannya yang kembali pulih.

"Saat dengar pak Suryo kecelakaan, kami semua langsung khawatir. Apalagi mendengar bu Anis sampai meninggal dan kondisi pak Suryo kritis. Kami cuma bisa nangis dan lemas. Alhamdulilah hari ini pak Suryo sudah sehat dan kembali bisa bersama kami," ucap salah satu karyawan, Sundari.

Bagi Sundari, rasa syukur itu tak lepas dari sosok Suryo yang dinilai telah banyak membantu kehidupan para karyawan dan masyarakat sekitar.

"Semoga pak Suryo selalu sehat. Pak Suryo orang baik, beliau sangat mementingkan kesejahteraan kami," imbuh Sundari yang pernah diberangkatkan umroh oleh Suryo itu sambil menangis.

Hal serupa juga dirasakan oleh Tika, karyawan disabilitas asal Temanggung. Ia mengaku bersyukur atas kesempatan kerja yang diberikan.

"Jasa pak Suryo begitu besar. Karena beliau, kami teman-teman disabilitas bisa mendapat kesempatan bekerja di sini," ucapnya.

Harapan ke depan juga datang dari Tenyria Swastika, karyawan disabilitas lainnya asal Magelang. Ia berharap perusahaan tempatnya bekerja bisa terus berkembang dan membuka lebih banyak peluang.

"Semoga HS semakin jaya sehingga semakin banyak kawan-kawan disabilitas yang diterima bekerja. Maturnuwun atas kesempatan dan segala fasilitas berupa mess yang diberikan pada kami," ucapnya.

Di balik kabar duka yang sempat menyelimuti, kisah ini menjadi potret tentang keteguhan, rasa syukur, dan upaya berbagi yang terus dihidupkan—bahwa dari peristiwa paling getir sekalipun, masih ada ruang untuk menumbuhkan harapan bagi banyak orang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemerintah Kawal Pemulangan Jemaah Umrah Indonesia yang Tertahan di Arab Saudi

Pemerintah Kawal Pemulangan Jemaah Umrah Indonesia yang Tertahan di Arab Saudi

News | Selasa, 10 Maret 2026 | 17:52 WIB

Kesadaran Vaksin di Indonesia yang Menurun dan Dampaknya pada Syarat Umroh

Kesadaran Vaksin di Indonesia yang Menurun dan Dampaknya pada Syarat Umroh

Your Say | Jum'at, 06 Maret 2026 | 14:45 WIB

Timur Tengah Memanas, DPR Segera Panggil Kementerian Haji Bahas Nasib Jemaah Umrah

Timur Tengah Memanas, DPR Segera Panggil Kementerian Haji Bahas Nasib Jemaah Umrah

News | Rabu, 04 Maret 2026 | 19:33 WIB

Terkini

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:39 WIB

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:52 WIB

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

Bri | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:43 WIB

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Banten | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:29 WIB

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Jawa Tengah | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:28 WIB

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:26 WIB

×