-
Mayoritas ulama melarang Muslim menghadiri perayaan hari raya agama lain.
-
Kehadiran dalam open house dianggap bentuk partisipasi dalam ritual keagamaan.
-
Umat Islam wajib menjaga akidah namun tetap menjunjung tinggi silaturahmi.
Ibnu Qayyim rahimahullah menyebutkan bahwa para ahli ilmu dari empat mazhab sepakat mengenai larangan menghadiri hari raya orang musyrik. Beliau juga mengutip perkataan Umar bin Khattab RA yang cukup keras memperingatkan umat Islam:
"Janganlah kalian masuk ke gereja orang musyrik pada hari raya mereka, karena sesungguhnya kemurkaan Allah akan turun kepada mereka," dan dalam riwayat lain, "Jauhilah musuh-musuh Allah di hari raya mereka."
Senada dengan hal tersebut, Al-Lajnah Ad-Daimah (Komite Tetap Fatwa di Arab Saudi) juga pernah mengeluarkan fatwa bahwa tidak dibolehkan bagi umat Islam untuk hadir atau ikut serta dalam perayaan Kristen, seperti Paskah, karena hal itu termasuk bekerja sama dalam dosa.
Bagaimana Jika Hanya Acara Makan-Makan atau Open House?
Banyak yang beranggapan bahwa jika hanya menghadiri open house atau sekadar makan-makan tanpa mengikuti ritual ibadah, hukumnya diperbolehkan.
Namun, para ulama menekankan bahwa perayaan itu sendiri merupakan satu kesatuan.
Kehadiran seorang Muslim di tempat perayaan tersebut, meskipun hanya untuk makan-makan dianggap sebagai pengakuan dan bentuk memeriahkan suasana perayaan.
Oleh karena itu, umat Muslim dianjurkan untuk menjalani hari tersebut sebagaimana hari-hari biasa, tanpa memberikan pengkhususan pada makanan, minuman, atau aktivitas kegembiraan yang mencirikan perayaan tersebut.
Tetap Menjaga Silaturahmi Tanpa Melanggar Akidah
Islam adalah agama yang menjunjung tinggi toleransi dan silaturahmi.
Namun, toleransi yang dimaksud bukanlah dengan ikut serta dalam perayaan agama lain.
Bagi Anda yang memiliki keluarga non-Muslim, silaturahmi tetap bisa dijalankan dengan cara-cara yang dibolehkan, antara lain:
- Silaturahmi di Luar Hari Raya: Mengunjungi keluarga non-Muslim di hari-hari biasa, saat mereka sakit, atau saat ada keperluan duniawi lainnya.
- Menghormati Tanpa Mengikuti: Tetap bersikap sopan dan tidak mencaci, tetapi dengan tegas tidak hadir dalam acara yang bersifat perayaan keagamaan.
- Memberikan Penjelasan yang Baik: Sampaikan dengan tutur kata yang santun kepada keluarga mengenai batasan keyakinan Anda, sehingga hubungan kekeluargaan tetap harmonis.
Intinya, menjaga akidah adalah prioritas utama bagi setiap Muslim.
Menghindari kehadiran dalam acara perayaan Paskah, termasuk open house-nya adalah bentuk kehati-hatian agar terhindar dari perbuatan yang dilarang oleh syariat.