Bukan Sekadar Tren, Bisnis Hijau Ternyata Bisa Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi

Vania Rossa

Selasa, 07 April 2026 | 15:35 WIB
Bukan Sekadar Tren, Bisnis Hijau Ternyata Bisa Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi
Ilustrasi bisnis hijau (Photo by Kindel Media/Pexels)
baca 10 detik
  • Bisnis ramah lingkungan kini menjadi mesin utama untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen.

  • Penerapan prinsip hijau bukan lagi sekadar tren gaya hidup, melainkan strategi jitu untuk menarik minat investor dunia.

  • Kehadiran dasbor pintar berbasis kecerdasan buatan memudahkan perusahaan mengambil keputusan tepat demi masa depan yang lebih bersih.

Suara.com - Selama ini, isu lingkungan atau ESG (Environmental, Social, and Governance) sering dianggap sebagai beban tambahan bagi perusahaan. Namun, pandangan itu kini mulai bergeser. Bisnis hijau bukan lagi sekadar gaya hidup ramah lingkungan, melainkan tiket emas untuk membawa pertumbuhan ekonomi Indonesia tembus ke angka 8 persen.

Dalam gelaran Katadata ESG Forum bertema 'ESG untuk Akselerasi Dekarbonisasi & Bisnis Hijau' di Bursa Efek Indonesia, Senin (6/4), optimisme ini terpancar jelas.

CEO Katadata, Metta Dharmasaputra, menekankan bahwa target pertumbuhan ekonomi yang ambisius tersebut mustahil tercapai jika kita masih memakai cara lama. Ekonomi hijau harus menjadi pendorong baru.

“Tanpa sektor ini sebagai pendorong baru, kelihatannya akan sulit untuk mencapai target pertumbuhan sebesar itu,” ujar Metta di hadapan para pimpinan perusahaan dan investor.

KESGI: Navigasi Cerdas di Tengah Rimba Data

Masalahnya, banyak perusahaan masih bingung bagaimana cara memulai hidup hijau. Data yang berceceran, biaya pengumpulan data yang mahal, hingga tim yang belum berpengalaman jadi hambatan utama.

Menjawab tantangan itu, Katadata Green meluncurkan KESGI (Katadata ESG Insight) Dashboard. Anggap saja ini sebagai asisten pintar berbasis AI (kecerdasan buatan) yang membantu perusahaan merapikan data lingkungan dan sosial mereka.

Chief Content Officer Katadata, Heri Susanto, menjelaskan bahwa KESGI hadir agar data-data rumit bisa diubah menjadi keputusan bisnis yang cepat dan mendalam.

“KESGI menjadi solusi agar data bisa diubah menjadi insight, dari kepatuhan menjadi keputusan,” tuturnya.

baca juga

Menerapkan prinsip hijau ternyata bukan cuma soal menanam pohon, tapi juga soal menarik perhatian investor dunia. Pjs Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Jeffrey Hendrik, mencatat bahwa per Februari 2026, dana kelolaan reksa dana berbasis saham "hijau" sudah menyentuh angka fantastis, yakni Rp15,83 triliun.

Artinya, perusahaan yang peduli lingkungan kini lebih dilirik oleh pemilik modal. Ke depannya, bahkan akan muncul indeks saham ESG-50 Leader Index yang berisi 50 perusahaan paling konsisten menerapkan standar hijau. Ini bisa menjadi panduan bagi kita untuk melihat perusahaan mana yang tidak hanya jago cari untung, tapi juga punya masa depan jangka panjang.

Katadata ESG Insight. (KESGI)
Katadata ESG Insight. (KESGI)

Kolaborasi untuk Masa Depan

Langkah besar ini tidak dilakukan sendirian. Kolaborasi dilakukan dengan berbagai mitra strategis, mulai dari penyedia solusi daur ulang seperti Rekosistem hingga ahli jejak karbon seperti Jejakin.

Pada akhirnya, seperti yang disampaikan Jeany Hartriani dari Katadata Green, prinsip hijau harus mendarat di operasional sehari-hari perusahaan, bukan cuma bagus di atas kertas laporan. Dengan ekosistem yang lebih matang, mimpi melihat ekonomi Indonesia tumbuh 8 persen bukan lagi sekadar angka di atas kertas, tapi realita yang bisa kita capai bersama lewat gaya hidup bisnis yang lebih bersih.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pasar EPC Energi Surya Diprediksi Tembus Rp133 Triliun, Peluang Ekonomi Hijau Makin Besar

Pasar EPC Energi Surya Diprediksi Tembus Rp133 Triliun, Peluang Ekonomi Hijau Makin Besar

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 09:17 WIB

Wujudkan Ekonomi Hijau, Portofolio Green Loans BRI Tembus Rp93,2 Triliun

Wujudkan Ekonomi Hijau, Portofolio Green Loans BRI Tembus Rp93,2 Triliun

Bri | Minggu, 15 Maret 2026 | 08:37 WIB

Pacu Daya Saing Investasi, Perusahaan RI Butuh Panduan untuk Eksekusi Strategi ESG

Pacu Daya Saing Investasi, Perusahaan RI Butuh Panduan untuk Eksekusi Strategi ESG

Bisnis | Kamis, 12 Maret 2026 | 10:20 WIB

Terkini

Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif

Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 00:04 WIB

Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor

Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor

Sumsel | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:49 WIB

Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel

Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel

Banten | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:45 WIB

Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis

Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis

Sumsel | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:34 WIB

Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta

Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta

Entertainment | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD

Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan

Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan

Video | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama

Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:00 WIB

28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu

28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung

Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung

Sumsel | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 22:48 WIB

×