- Olahkarsa rilis buku ESG 101 untuk perkuat strategi bisnis berkelanjutan dan literasi korporasi.
- Panduan ini membantu perusahaan menerjemahkan prinsip ESG ke langkah strategis yang aplikatif.
- Implementasi ESG kunci tingkatkan transparansi, daya saing, dan daya tarik investasi Indonesia.
Suara.com - Di tengah arus ekonomi global yang kian menuntut standar keberlanjutan, literasi mengenai Environmental, Social, and Governance (ESG) menjadi kunci bagi korporasi tanah air untuk tetap kompetitif. Menjawab tantangan tersebut, Olahkarsa resmi meluncurkan buku "ESG 101: Panduan Praktis Menuju Bisnis Berkelanjutan" di Jakarta, Selasa (10/3/2026).
Langkah ini dipandang strategis untuk memperkuat fundamental ekonomi mikro di Indonesia. Buku ini hadir sebagai kompas bagi perusahaan dan pemangku kebijakan dalam mengimplementasikan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola secara terstruktur guna meningkatkan transparansi dan nilai jangka panjang bisnis.
Co-Founder & CEO Olahkarsa, Unggul Ananta, mengungkapkan bahwa saat ini banyak perusahaan Indonesia yang mulai menyadari pentingnya ESG, namun masih terkendala pada tataran teknis dan aplikatif.
“Melalui ESG 101, kami berharap buku ini dapat menjadi panduan bagi para pemimpin dan profesional dalam menerjemahkan ESG ke dalam langkah strategis yang relevan dengan praktik bisnis saat ini,” ujar Unggul dalam seremoni peluncuran tersebut.
Bagi dunia usaha, penerapan ESG bukan sekadar tanggung jawab sosial, melainkan instrumen untuk memitigasi risiko keuangan dan menarik minat investor global. Peluncuran buku ini juga menjadi ruang diskusi strategis yang menghadirkan para pakar keberlanjutan, seperti Rully Yusuf (Chief Transformation Office PT Pegadaian) dan Abi Nisaka (Head of Corporate Sustainability PT Kalbe Farma Tbk).
Para ahli menekankan bahwa transformasi bisnis melalui ESG dapat mendorong efisiensi sekaligus memperkuat reputasi di mata stakeholders. Perusahaan yang memiliki tata kelola yang baik cenderung lebih resilien dalam menghadapi fluktuasi pasar ekonomi.
Selain itu, Lusye Marthalia dari Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD) turut menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat transisi menuju ekonomi hijau dan sirkular di Indonesia.
Dengan hadirnya panduan praktis ini, Olahkarsa optimistis dunia usaha di Indonesia dapat lebih cepat beradaptasi dengan standar global, sehingga mampu menciptakan ekosistem bisnis yang tidak hanya profitabel, tetapi juga berdaya saing tinggi dan berkelanjutan di masa depan.
Baca Juga: Rosan Ingatkan Jajarannya: Kehadiran Danantara Harus Dirasakan Masyarakat!