Kebiasaan Beli Makanan Matang Tiap Hari Bikin Gaji Numpang Lewat, Benarkah?

Nur Khotimah, Gagah Radhitya Widiaseno

Rabu, 08 April 2026 | 15:05 WIB
Kebiasaan Beli Makanan Matang Tiap Hari Bikin Gaji Numpang Lewat, Benarkah?
Kebiasaan Beli Lauk Matang Tiap Hari Bikin Gaji Numpang Lewat, Begini Kalkulasinya (Gemini AI)
baca 10 detik
  • Membeli lauk matang setiap hari adalah kebocoran finansial yang sering menghambat pertumbuhan tabungan bulanan.
  • Selisih harga beli makanan di luar jauh lebih mahal dibanding memasak bahan mentah sendiri. 
  • Terapkan metode batch cooking untuk menghemat waktu dan jadikan uang sisa sebagai instrumen investasi. 

Suara.com - Memilih beli makanan matang karena malas masak memang praktis, namun tahukah kamu bahwa harga mahal yang dibayar justru menggerus potensi untung di dompetmu? Padahal, uang selisih dari kebiasaan jajan tersebut bisa diselamatkan menjadi investasi yang menjanjikan untuk masa depan.

Banyak kaum urban masa kini terjebak dalam apa yang disebut sebagai convenience trap atau ilusi kenyamanan.

Kita merasa pintar karena bisa "menghemat waktu" dengan membeli makanan lewat aplikasi atau mampir ke warung nasi.

Padahal, tanpa disadari, kita sedang membayar "pajak kemalasan" yang harganya sangat mahal.

Coba tanyakan pada dirimu sendiri: apakah sisa waktu dari tidak memasak itu benar-benar dipakai untuk hal produktif?

Faktanya, kebanyakan dari kita justru menghabiskan waktu menunggu kurir makanan sambil asyik scrolling media sosial. Sebuah efisiensi semu yang sama sekali tidak menambah skill maupun isi rekening.

Hitungan Kasar: Nasi Bungkus vs Dapur Sendiri

Cara menjadi penjual makanan mitra GoFood. (Unsplash)
Cara menjadi penjual makanan mitra GoFood. (Unsplash)

Mari kita bedah angka-angkanya agar lebih masuk akal. Secara psikologis, mengeluarkan uang Rp20.000 hingga Rp30.000 untuk sekali makan terasa sangat sepele.

Otak kita gagal mendeteksi nominal kecil ini sebagai ancaman. Namun, saat diakumulasi dalam sebulan, pengeluaran ini ibarat lubang hitam yang menyedot habis gajimu.

baca juga

Kita ambil contoh sederhana dari sepotong ayam goreng. Di warung makan, harga satu potong ayam matang berkisar Rp12.000 hingga Rp15.000.

Sekarang, bandingkan jika kamu ke pasar. Satu ekor ayam segar berkualitas unggul harganya sekitar Rp35.000 hingga Rp40.000 dan bisa dipotong menjadi 8 bagian.

Artinya, harga modal satu potong ayam mentah sebenarnya hanya Rp4.000!

Ketika kamu membeli lauk matang, kamu tidak hanya membayar bahan baku. Kamu sedang membiayai gaji karyawan si penjual, sewa ruko, biaya kemasan plastik yang akan berakhir di tempat sampah, hingga pajak aplikasi ojek online yang mencekik.

Secara tidak langsung, kamu menyubsidi bisnis orang lain dan mengorbankan impian pensiun dinimu sendiri.

Bahaya Tersembunyi: Menggadai Kesehatan Masa Tua

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Hanya Protes! Begini Cara Orang Tua di Vietnam Pastikan Kualitas MBG untuk Anak-anak

Tak Hanya Protes! Begini Cara Orang Tua di Vietnam Pastikan Kualitas MBG untuk Anak-anak

News | Selasa, 07 April 2026 | 13:22 WIB

Jakarta dalam Sepiring Cerita Kuliner di Buku 'Jakarta A Dining History'

Jakarta dalam Sepiring Cerita Kuliner di Buku 'Jakarta A Dining History'

Your Say | Minggu, 05 April 2026 | 16:15 WIB

8 Promo Makanan Spesial Hari Paskah 2026, dari Ramen hingga All You Can Eat

8 Promo Makanan Spesial Hari Paskah 2026, dari Ramen hingga All You Can Eat

Lifestyle | Minggu, 05 April 2026 | 10:06 WIB

Terkini

Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak

Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:46 WIB

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan

Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?

Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha

Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?

Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:58 WIB

Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari

Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:46 WIB

Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan

Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:30 WIB

Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik

Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:05 WIB

Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik

Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:04 WIB

×