Pilah Sampah dari Sumber, Jalan Nyata Jakarta Tekan Timbulan hingga Tuntas

Fabiola Febrinastri | Restu Fadilah | Suara.com

Minggu, 12 April 2026 | 18:46 WIB
Pilah Sampah dari Sumber, Jalan Nyata Jakarta Tekan Timbulan hingga Tuntas
Talkshow Transformasi Pengelolaan Sampah Daerah Menuju Sistem Zero Waste pada Pesta Media 2026 yang diselenggarakan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta, Sabtu, (11/4/2026) di Taman Ismail Marzuki (TIM). (Dok: Azwi)

Suara.com - Optimisme pengurangan sampah di Jakarta kian menguat. Dukungan organisasi masyarakat sipil (CSO) dan aktivis lingkungan terhadap langkah pemilahan sampah dari sumber menjadi sinyal kuat bahwa transformasi sistem pengelolaan sampah dari sekadar angkut dan buang menuju pengurangan sejak hulu bukan hanya memungkinkan, tetapi juga tengah berjalan sebagai solusi nyata.

Penguatan pengurangan dan pemilahan sampah dari sumber kini menjadi fokus utama dalam pembenahan tata kelola persampahan di DKI Jakarta. Berbagai pihak, mulai dari organisasi lingkungan, koalisi masyarakat sipil, hingga komunitas, mendorong perubahan sistem agar tidak lagi bergantung pada pola lama, melainkan bertumpu pada pengurangan dan pemilahan sejak dari rumah tangga. Hal ini mengemuka dalam Talkshow Transformasi Pengelolaan Sampah Daerah Menuju Sistem Zero Waste pada Pesta Media 2026 yang diselenggarakan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta, Sabtu, (11/4/2026) di Taman Ismail Marzuki (TIM).

Momentum perubahan semakin menguat pasca peristiwa longsor di TPST Bantargebang. Humas Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Yogi Ikhwan, menegaskan bahwa kejadian tersebut menjadi pengingat penting untuk memperbaiki sistem pengelolaan sampah secara mendasar.

Dengan produksi sampah Jakarta yang mencapai rata-rata 7.500 ton per hari bahkan bisa menembus 8.000 ton pada waktu tertentu pengurangan dari sumber menjadi langkah yang tidak bisa ditawar. Ke depan, TPST Bantargebang diarahkan hanya menerima sampah residu.

Untuk itu, penguatan regulasi melalui Pergub Nomor 77 Tahun 2020 tentang Pengelolaan Sampah Lingkup Rukun Warga menjadi strategi kunci dalam mendorong pengurangan sampah berbasis komunitas.

Dukungan terhadap kebijakan ini juga datang dari kalangan aktivis lingkungan. Dukungan Greenpeace terhadap Pergub Nomor 77 Tahun 2020 kian menegaskan bahwa pemilahan sampah dari sumber adalah kunci keberhasilan pengelolaan sampah Jakarta.

Juru Kampanye Zero Waste Greenpeace Indonesia, Ibar Akbar, menilai pergeseran menuju pemilahan dari sumber merupakan langkah krusial untuk mengakhiri praktik pengelolaan sampah yang selama ini masih didominasi pendekatan open dumping serta pencampuran sampah saat pengangkutan.

Menurutnya, pemerintah daerah perlu memperkuat sistem pemilahan dengan memfasilitasi pengelolaan sampah organik. Sementara itu, sampah anorganik perlu didorong menjadi tanggung jawab produsen melalui skema Extended Producer Responsibility (EPR).

"Dengan pendekatan ini, beban pengelolaan sampah tidak hanya bertumpu pada pemerintah, tetapi dibagi secara adil dengan pelaku industri," ujarnya.

Pandangan serupa disampaikan Founding Member Asosiasi Guna Ulang Indonesia (AGUNI), Zulfikar. Ia menilai pengurangan sampah dapat dipercepat melalui penerapan model guna ulang, terutama untuk menekan penggunaan plastik sekali pakai.

Selama ini, konsep guna ulang sebenarnya sudah dikenal luas di masyarakat, seperti pada penggunaan galon air minum dan tabung gas. Namun, potensi penerapannya masih sangat besar untuk berbagai jenis produk lainnya.

Jika diperluas, sistem ini tidak hanya mampu menekan timbulan sampah, tetapi juga membuka peluang ekonomi sirkular yang lebih berkelanjutan.

Zulfikar juga menekankan pentingnya peran produsen dalam bertanggung jawab atas produk dan kemasan yang dihasilkan, sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 75 Tahun 2019 tentang Peta Jalan Pengurangan Sampah.

"Keterlibatan aktif dunia usaha menjadi kunci untuk mempercepat perubahan sistem pengelolaan sampah secara menyeluruh," katanya.

Dengan kolaborasi lintas sektor pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha—ekosistem pemilahan dan guna ulang diyakini dapat tumbuh lebih cepat dan masif. Ketika seluruh pihak bergerak bersama, dampak pengurangan sampah akan semakin signifikan dan terukur.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Transformasi Pengelolaan Sampah Daerah Harus Dimulai dari Hulu, Bukan Solusi Instan Hilir

Transformasi Pengelolaan Sampah Daerah Harus Dimulai dari Hulu, Bukan Solusi Instan Hilir

Lifestyle | Minggu, 12 April 2026 | 18:37 WIB

Paragon Resmikan Empties Station di Halte CSW, Dorong Pengelolaan Sampah Kosmetik Berkelanjutan

Paragon Resmikan Empties Station di Halte CSW, Dorong Pengelolaan Sampah Kosmetik Berkelanjutan

Lifestyle | Selasa, 07 April 2026 | 18:24 WIB

Merawat Alam dari Hulu, Eiger Adventure Land Angkat 6 Ton Sampah di Puncak

Merawat Alam dari Hulu, Eiger Adventure Land Angkat 6 Ton Sampah di Puncak

Lifestyle | Senin, 06 April 2026 | 17:08 WIB

63 Persen TPA Masih Open Dumping, Indonesia Darurat Sampah Meski Sudah Dilarang Sejak 2008

63 Persen TPA Masih Open Dumping, Indonesia Darurat Sampah Meski Sudah Dilarang Sejak 2008

News | Kamis, 02 April 2026 | 17:15 WIB

Jakarta 'Dikepung' Sampah, Pramono Anung: Sebentar Lagi Terselesaikan

Jakarta 'Dikepung' Sampah, Pramono Anung: Sebentar Lagi Terselesaikan

News | Rabu, 01 April 2026 | 16:54 WIB

Sampah Menggunung di TPS Rawadas, Warga Keluhkan Bau Menyengat dan Akses Terganggu

Sampah Menggunung di TPS Rawadas, Warga Keluhkan Bau Menyengat dan Akses Terganggu

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:52 WIB

Terkini

7 Mesin Cuci 2 Tabung yang Awet dan Hemat Listrik, Cucian Cepat Kering dan Bersih Maksimal

7 Mesin Cuci 2 Tabung yang Awet dan Hemat Listrik, Cucian Cepat Kering dan Bersih Maksimal

Lifestyle | Minggu, 12 April 2026 | 19:11 WIB

Transformasi Pengelolaan Sampah Daerah Harus Dimulai dari Hulu, Bukan Solusi Instan Hilir

Transformasi Pengelolaan Sampah Daerah Harus Dimulai dari Hulu, Bukan Solusi Instan Hilir

Lifestyle | Minggu, 12 April 2026 | 18:37 WIB

Bagaimana Cara agar Cushion Tidak Luntur Saat Berkeringat? 7 Tips Makeup Tahan Lama di Cuaca Panas

Bagaimana Cara agar Cushion Tidak Luntur Saat Berkeringat? 7 Tips Makeup Tahan Lama di Cuaca Panas

Lifestyle | Minggu, 12 April 2026 | 17:55 WIB

5 Serum Anti Aging Ampuh untuk Hilangkan Kerutan Wajah

5 Serum Anti Aging Ampuh untuk Hilangkan Kerutan Wajah

Lifestyle | Minggu, 12 April 2026 | 17:53 WIB

5 Bedak Glad2Glow untuk Kulit Sawo Matang yang Tahan Lama

5 Bedak Glad2Glow untuk Kulit Sawo Matang yang Tahan Lama

Lifestyle | Minggu, 12 April 2026 | 17:46 WIB

Akar Restaurant di K Club Ubud Tawarkan Fine Dining Unik, Gabungkan Teknik Prancis dan Rempah Bali

Akar Restaurant di K Club Ubud Tawarkan Fine Dining Unik, Gabungkan Teknik Prancis dan Rempah Bali

Lifestyle | Minggu, 12 April 2026 | 17:25 WIB

9 Rekomendasi Sabun Cuci Muka untuk Kulit Kusam dan Pudarkan Flek Hitam

9 Rekomendasi Sabun Cuci Muka untuk Kulit Kusam dan Pudarkan Flek Hitam

Lifestyle | Minggu, 12 April 2026 | 17:05 WIB

Bedak Apa yang Tahan 12 Jam? Cek 5 Rekomendasi Anti Luntur Berjam-jam

Bedak Apa yang Tahan 12 Jam? Cek 5 Rekomendasi Anti Luntur Berjam-jam

Lifestyle | Minggu, 12 April 2026 | 16:50 WIB

5 Sepatu Lari Murah Mulai Rp100 Ribuan yang Empuk dan Cocok untuk Pemula

5 Sepatu Lari Murah Mulai Rp100 Ribuan yang Empuk dan Cocok untuk Pemula

Lifestyle | Minggu, 12 April 2026 | 15:35 WIB

5 Rekomendasi Mesin Cuci 2 Tabung yang Pengeringnya Bagus

5 Rekomendasi Mesin Cuci 2 Tabung yang Pengeringnya Bagus

Lifestyle | Minggu, 12 April 2026 | 15:29 WIB