Siapa Pemilik Selat Hormuz? Kawasan yang Bikin AS Harus Blokade Total dalam Perang Lawan Iran

Agatha Vidya Nariswari, Gagah Radhitya Widiaseno

Selasa, 14 April 2026 | 15:43 WIB
Siapa Pemilik Selat Hormuz? Kawasan yang Bikin AS Harus Blokade Total dalam Perang Lawan Iran
Siapa Pemilik Selat Hormuz? Kawasan yang Bikin AS Harus Blokade Total (Gemini AI)
baca 10 detik
  • Blokade AS terhadap Selat Hormuz akibat gagalnya perundingan dengan Iran mengancam 20% pasokan minyak dunia. 
  • Secara hukum internasional, Selat Hormuz tidak dimiliki satu negara, melainkan jalur transit bebas pelayaran global. 
  • Nama Selat Hormuz diambil dari ibu Raja Shapur II, penguasa Sasaniyah terkaya di Arab kuno.

Suara.com - Di tengah ancaman pecahnya perang baru menyusul rencana blokade oleh Amerika Serikat, pertanyaan tentang "Selat Hormuz milik siapa?" kembali mencuat, mengingat posisi strategis perairan ini bagi militer Iran. Apalagi, kegagalan perundingan damai kedua negara ini berpotensi melumpuhkan arus energi dan ekonomi dunia secara masif.

Rencana eskalasi yang diumumkan oleh pemerintahan AS di bawah Presiden Donald Trump ini bukanlah gertakan semata. Kebijakan blokade yang dijadwalkan mulai berlaku pukul 10.00 pagi waktu Washington DC (14.00 GMT) pada Senin ini, muncul setelah jalan buntu diplomatik di Pakistan.

Laporan Al Jazeera bahkan menyebut langkah ini sebagai salah satu titik didih tertinggi dalam konflik modern antara Washington dan Teheran.

Bukan tanpa alasan dunia menahan napas melihat ketegangan ini. Selat Hormuz adalah urat nadi peradaban modern.

Jalur perairan ini merupakan gerbang utama bagi industri energi, sekitar 20 juta barel minyak mentah melintas setiap harinya, setara dengan 20 persen total konsumsi minyak cair global.

Tak berhenti di situ, sepertiga gas alam cair (LNG) dunia juga harus melewati celah sempit ini.

Setiap letupan senjata di perairan ini akan memicu efek domino yang brutal. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh negara yang bertikai, tapi langsung memukul harga bensin di pompa, mengerek tarif listrik, hingga memicu gelombang inflasi global.

Lantas, di mana letak Selat Hormuz dan siapa pemilik sahnya?

Tiga supertanker bermuatan minyak berhasil keluar dari Selat Hormuz di tengah gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat. [Tangkap layar X]
Siapa Pemilik Selat Hormuz? Kawasan yang Bikin AS Harus Blokade Total [Tangkap layar X]

Terjepit di antara Iran di wilayah utara dan Semenanjung Musandam milik Oman di wilayah selatan, selat ini menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman yang berujung di Samudra Hindia.

baca juga

Dengan lebar celah yang hanya berkisar 55 hingga 95 kilometer, perairan ini ibarat lorong maut bagi kapal-kapal tanker raksasa.

Pertanyaan soal kepemilikan selat ini sering kali mengundang perdebatan.

Dari kacamata hukum internasional, Selat Hormuz tidak dikuasai oleh satu negara tunggal.

Peta kontemporer menunjukkan bahwa perairannya dikepung oleh tiga negara: Iran di utara, serta Oman dan Uni Emirat Arab (UEA) di selatan.

Menurut Konvensi Hukum Laut PBB (UNCLOS), setiap negara memang berhak atas laut teritorial sejauh 12 mil dari garis pantainya.

Namun, karena Selat Hormuz berstatus selat internasional, berlakulah prinsip transit passage.

Artinya, kapal berbendera apa pun dari seluruh dunia bebas melintas tanpa hambatan, selama pelayarannya damai dan tidak menebar ancaman militer bagi negara pesisir.

Di atas kertas, baik Iran maupun Oman tidak bisa begitu saja menutup portal tol laut ini tanpa memicu murka internasional.

Namun dalam realitas geopolitik, Iran berkali-kali menggunakan posisi geografisnya di sisi utara sebagai senjata psikologis.

Jika hubungan dengan Blok Barat memanas, Teheran selalu menjadikan ancaman penutupan Selat Hormuz sebagai alat negosiasi utama.

Pernyataan terbaru dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) yang siap mengerahkan pasukan untuk memblokade selat kembali membangkitkan trauma pasar energi.

Negara-negara Asia raksasa seperti China, India, Jepang, dan Korea Selatan adalah pihak yang paling terancam mati kutu jika pasokan energi mereka terhenti di perairan ini.

Menguak Jejak Penguasa Legendaris Selat Hormuz

Indonesia tidak masuk dalam daftar negara sahabat yang diizinkan Iran melintas bebas di Selat Hormuz. (Suara.com/Aldie)
Indonesia tidak masuk dalam daftar negara sahabat yang diizinkan Iran melintas bebas di Selat Hormuz. (Suara.com/Aldie)

Jauh sebelum kapal-kapal perang modern saling unjuk gigi, Selat Hormuz sejatinya pernah tunduk di bawah satu penguasa mutlak.

Dialah Raja Shapur II dari Kekaisaran Sasaniyah, salah satu pria terkaya dan paling berpengaruh di Jazirah Arab Kuno.

Jalan hidup Shapur II sangatlah unik. Ia dinobatkan sebagai raja pada tahun 309 Masehi, tak lama setelah ia dilahirkan ke dunia, menjadikannya raja termuda dalam catatan sejarah.

Masa kekuasaannya yang membentang hingga 70 tahun membawa Kekaisaran Sasaniyah menuju era kejayaan emas.

Salah satu warisan paling abadi dari raja ini adalah nama perairan tersebut. Sebagai bentuk penghormatan kepada wanita yang melahirkannya, ia menamai selat strategis itu dengan nama sang ibu, Ifra Hormizd.

Dari situlah nama "Hormuz" lahir dan bergema melintasi zaman.

Buku Irnshahr and the Downfall of the Sassanid Dynasty mencatat bagaimana kelihaian militer dan diplomasi Shapur II sukses mencaplok Mesopotamia, Armenia, hingga mengunci seluruh pesisir Teluk Persia.

Dengan tangan besinya, ia memonopoli jalur perdagangan paling krusial antara Timur dan Barat, termasuk irisan vital Jalur Sutra yang menghubungkan komoditas Asia Barat dengan daratan China.

Berkat penguasaan atas Selat Hormuz dan Teluk Oman, Shapur II mendulang pundi-pundi kekayaan tanpa batas dari pajak perlintasan komoditas mewah seperti sutra, logam mulia, karpet, hingga rempah-rempah.

Kini, Kekaisaran Sasaniyah yang runtuh pada 651 Masehi itu hanya tersisa dalam buku sejarah, berganti rupa menjadi negara Iran modern.

Namun ironisnya, ribuan tahun setelah Shapur II mangkat, perairan warisan ibunya tersebut tetap menjadi pusaran konflik perebutan kekuasaan yang bisa sewaktu-waktu membakar ekonomi dunia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Saat Menhan Sjafrie 'Guncang' Pentagon, Ini Daftar Kerja Sama Pertahanan RI-AS Terbaru

Saat Menhan Sjafrie 'Guncang' Pentagon, Ini Daftar Kerja Sama Pertahanan RI-AS Terbaru

News | Selasa, 14 April 2026 | 14:41 WIB

Negara-negara Arab Bungkam, Iran Kutuk Aksi Penghinaan Al Aqsa oleh Zionis Israel

Negara-negara Arab Bungkam, Iran Kutuk Aksi Penghinaan Al Aqsa oleh Zionis Israel

News | Selasa, 14 April 2026 | 14:38 WIB

5 Fakta Blokade Amerika Serikat ke Selat Hormuz, Apa Tujuannya?

5 Fakta Blokade Amerika Serikat ke Selat Hormuz, Apa Tujuannya?

News | Selasa, 14 April 2026 | 14:30 WIB

Terkini

Laba SIG Meroket 363%, Industri Semen Masih Dibayangi Overcapacity

Laba SIG Meroket 363%, Industri Semen Masih Dibayangi Overcapacity

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:10 WIB

Jebakan Konsumerisme Digital: Di Balik Perilaku Cemas dan Lapar Mata Gen Z

Jebakan Konsumerisme Digital: Di Balik Perilaku Cemas dan Lapar Mata Gen Z

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:10 WIB

Anak SD Tewas Dibully Kakak Kelas: Guru, Sekolah, atau Orang Tua yang Harus Bertanggung Jawab?

Anak SD Tewas Dibully Kakak Kelas: Guru, Sekolah, atau Orang Tua yang Harus Bertanggung Jawab?

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:06 WIB

Imbas Seruan Boikot, Ini Daftar Musisi yang Kompak Mundur dari Rans Carnival Jogja

Imbas Seruan Boikot, Ini Daftar Musisi yang Kompak Mundur dari Rans Carnival Jogja

Entertainment | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:01 WIB

Abdullah Dorong RUU Perampasan Aset Atur Investasi Bodong, Tegaskan Uang Korban Harus Kembali

Abdullah Dorong RUU Perampasan Aset Atur Investasi Bodong, Tegaskan Uang Korban Harus Kembali

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:55 WIB

5 Cara Elegan Menghadapi Anggota Kelompok yang Pasif, Bebas Drama dan Nggak Bikin Baper!

5 Cara Elegan Menghadapi Anggota Kelompok yang Pasif, Bebas Drama dan Nggak Bikin Baper!

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:45 WIB

Bukan Sekadar Gestur, Ini Pesan Mendalam di Balik Aksi Tiga Jari Saat Unjuk Rasa

Bukan Sekadar Gestur, Ini Pesan Mendalam di Balik Aksi Tiga Jari Saat Unjuk Rasa

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:44 WIB

5 Sampo Kelapa Kaya Nutrisi untuk Rawat Keindahan Rambutmu

5 Sampo Kelapa Kaya Nutrisi untuk Rawat Keindahan Rambutmu

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:40 WIB

Revitalisasi RSUD dan Puskesmas Jadi Bukti Pemerintah Perkuat Akses Kesehatan Masyarakat

Revitalisasi RSUD dan Puskesmas Jadi Bukti Pemerintah Perkuat Akses Kesehatan Masyarakat

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:38 WIB

Kejahatan Kosmetik di Sulawesi Utara Tertinggi Kedua Nasional

Kejahatan Kosmetik di Sulawesi Utara Tertinggi Kedua Nasional

Sulsel | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:30 WIB

×