Mikroplastik Ancam Dasar Laut, Cacing Bambu Jadi Korban Pertama

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Kamis, 16 April 2026 | 13:30 WIB
Mikroplastik Ancam Dasar Laut, Cacing Bambu Jadi Korban Pertama
Ilustrasi mikroplastik di laut (Freepik)

Suara.com - Ekosistem pesisir menghadapi ancaman serius akibat polusi mikroplastik yang kian meluas dan tak kasat mata. Dampaknya tidak hanya menyerang spesies besar, tetapi juga organisme kecil yang justru menjadi penopang utama keseimbangan lingkungan.

Salah satu organisme tersebut adalah cacing bambu (Macroclymenella stewartensis). Meski jarang disadari, aktivitasnya meninggalkan jejak berupa gundukan kecil di permukaan lumpur saat air surut. Spesies ini hidup di sedimen berpasir di kawasan teluk dan muara yang terlindungi, khususnya di Selandia Baru.

Peran Tersembunyi di Balik Dasar Laut

Di balik ukurannya yang kecil, cacing bambu memegang peran krusial melalui proses yang dikenal sebagai bioturbasi. Secara sederhana, bioturbasi adalah aktivitas menggali dan mengaduk sedimen dasar laut.

Proses ini memungkinkan air kaya oksigen masuk ke lapisan sedimen yang lebih dalam, sehingga menjaga kualitas lingkungan bagi berbagai organisme laut.

Selain itu, cacing bambu juga berperan dalam siklus nutrisi. Dengan mengonsumsi bahan organik, mereka membantu mengatur kandungan karbon dan nitrogen di dalam sedimen maupun perairan sekitarnya.

Limbah yang dihasilkan dalam bentuk gundukan kecil justru menjadi sumber nutrisi bagi mikroorganisme dan bagian penting dari jaring makanan pesisir.

Mikroplastik Mengganggu Aktivitas Bioturbasi

Namun, peran vital ini kini terancam oleh mikroplastik. Dikutip dari Phys.org, mikroplastik, partikel plastik berukuran kurang dari 5 milimeter,telah tersebar luas di seluruh lautan, dari wilayah tropis hingga Antartika. Jumlahnya diperkirakan mencapai lebih dari 170 triliun partikel.

Penelitian terbaru dari University of Auckland’s Leigh Marine Laboratory menunjukkan bahwa paparan mikroplastik membuat cacing bambu menjadi kurang aktif.

Meski penyebab pastinya masih diteliti, terdapat beberapa kemungkinan, seperti tertelannya partikel plastik, paparan bahan kimia dari sedimen yang terkontaminasi, hingga berkurangnya sumber makanan akibat terganggunya pertumbuhan alga.

Dampak Berantai bagi Ekosistem Pesisir

Penurunan aktivitas ini berpotensi mengganggu keseimbangan ekosistem pesisir. Ketika proses bioturbasi melemah, distribusi nutrisi menjadi tidak optimal. Akibatnya, dapat terjadi penumpukan nutrisi yang memicu ledakan alga, penurunan kadar oksigen dalam air, hingga terganggunya kemampuan sedimen dalam menyimpan karbon.

Dalam kondisi tertentu, gangguan ini bahkan berisiko melepaskan gas rumah kaca seperti metana dan dinitrogen oksida. Dampak lanjutan juga menjalar ke rantai makanan, mengingat cacing bambu menjadi sumber pakan bagi hewan lain seperti burung laut dan pari.

Hingga kini, belum ada batasan pasti terkait tingkat aman mikroplastik di lingkungan laut. Para ahli menilai, tanpa langkah pengelolaan yang serius, akumulasi mikroplastik akan terus meningkat dan memperburuk kondisi ekosistem.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Beda Peran Laut Merah dan Selat Hormuz, Akan Ditutup Iran?

Beda Peran Laut Merah dan Selat Hormuz, Akan Ditutup Iran?

News | Kamis, 16 April 2026 | 11:39 WIB

Harga Bahan Baku Plastik: Momentum Tepat Berkreasi dengan Daun Pisang dan Anyaman Lokal

Harga Bahan Baku Plastik: Momentum Tepat Berkreasi dengan Daun Pisang dan Anyaman Lokal

Your Say | Selasa, 14 April 2026 | 17:05 WIB

Bahaya Mikroplastik di Kamar Tidur: Lakukan 7 Hal Ini Malam Ini Sebelum Terlambat!

Bahaya Mikroplastik di Kamar Tidur: Lakukan 7 Hal Ini Malam Ini Sebelum Terlambat!

Your Say | Sabtu, 11 April 2026 | 16:19 WIB

Terkini

5 Bedak Tabur di Alfamart yang Murah dan Tahan Lama, Bikin Makeup Flawless

5 Bedak Tabur di Alfamart yang Murah dan Tahan Lama, Bikin Makeup Flawless

Lifestyle | Kamis, 16 April 2026 | 13:18 WIB

6 Sepatu Adidas Unisex Termurah di Foot Locker, Diskon 64 Persen Jadi Satu Harga

6 Sepatu Adidas Unisex Termurah di Foot Locker, Diskon 64 Persen Jadi Satu Harga

Lifestyle | Kamis, 16 April 2026 | 13:15 WIB

5 Pilihan Foundation Wardah yang Tahan Lama dan Ampuh untuk Menutupi Flek Hitam

5 Pilihan Foundation Wardah yang Tahan Lama dan Ampuh untuk Menutupi Flek Hitam

Lifestyle | Kamis, 16 April 2026 | 13:10 WIB

Geger 16 Mahasiswa FH UI Dinonaktifkan Sementara Buntut Kasus Pelecehan Seksual, Apa Efeknya?

Geger 16 Mahasiswa FH UI Dinonaktifkan Sementara Buntut Kasus Pelecehan Seksual, Apa Efeknya?

Lifestyle | Kamis, 16 April 2026 | 12:53 WIB

Tren Staycation Berubah, Gen Z Cari Hotel Bisa Nyaman Work From Anywhere

Tren Staycation Berubah, Gen Z Cari Hotel Bisa Nyaman Work From Anywhere

Lifestyle | Kamis, 16 April 2026 | 12:48 WIB

Rahasia Pentol dan Ceker Tetap Jadi Jagoan Street Food di Tengah Gempuran Jajanan Kekinian

Rahasia Pentol dan Ceker Tetap Jadi Jagoan Street Food di Tengah Gempuran Jajanan Kekinian

Lifestyle | Kamis, 16 April 2026 | 12:47 WIB

Handbody Merek Apa yang Cepat Memutihkan Kulit? 5 Produk Ini Ada Kandungan Pencerah

Handbody Merek Apa yang Cepat Memutihkan Kulit? 5 Produk Ini Ada Kandungan Pencerah

Lifestyle | Kamis, 16 April 2026 | 12:47 WIB

Profil Supriadi, Napi Kasus Korupsi Rp233 M Terekam Ngopi ke Kafe Bareng Petugas

Profil Supriadi, Napi Kasus Korupsi Rp233 M Terekam Ngopi ke Kafe Bareng Petugas

Lifestyle | Kamis, 16 April 2026 | 12:45 WIB

Arti Warna 4 Level Nutrisi Minuman Tinggi Gula, Garam, dan Lemak: Ini Cara Bacanya!

Arti Warna 4 Level Nutrisi Minuman Tinggi Gula, Garam, dan Lemak: Ini Cara Bacanya!

Lifestyle | Kamis, 16 April 2026 | 12:37 WIB

Flakes Off, Confidence On! lavojoy Upgrade Cara Merawat Scalp Tanpa Drama Ketombe

Flakes Off, Confidence On! lavojoy Upgrade Cara Merawat Scalp Tanpa Drama Ketombe

Lifestyle | Kamis, 16 April 2026 | 12:34 WIB