Apa Maksud Hustle Culture? Mengenal Sisi Lain Budaya 'Gila Kerja'

Cesar Uji Tawakal, Dita Alvinasari

Jum'at, 17 April 2026 | 08:30 WIB
Apa Maksud Hustle Culture? Mengenal Sisi Lain Budaya 'Gila Kerja'
Ilustrasi hustle culture (Pexels/Yan Krukau)
baca 10 detik
  • Hustle culture membuat orang merasa harus terus bekerja tanpa henti.
  • Dampaknya bisa memicu stres, burnout, hingga gangguan kesehatan.
  • Kunci hidup sehat adalah seimbang antara kerja dan istirahat.

2. Mengabaikan Kebutuhan Dasar

Jam tidur, waktu makan, hingga olahraga sering dikorbankan demi mengejar target.

3. Standar Sukses yang Berlebihan

Kamu merasa belum sukses kalau belum mencapai titik kelelahan yang ekstrem.

4. Sering Membandingkan Diri

Terus-menerus merasa kalah saing dengan pencapaian orang lain yang tampak selalu sibuk di media sosial.

Dampak Buruk bagi Kesehatan Mental dan Fisik

Memang, kerja keras adalah kunci keberhasilan. Namun, jika sudah berubah menjadi toksik, dampaknya bisa fatal.

Melansir dari laman kesehatan Mayo Clinic, kelelahan kronis akibat kerja berlebihan berkaitan erat dengan risiko burnout.

baca juga

Ini bukan sekadar lelah biasa, melainkan kondisi stres berat yang membuat seseorang kehilangan motivasi dan efektivitas dalam bekerja.

Selain masalah mental, hustle culture juga memicu masalah fisik seperti di bawah ini.

1. Gangguan tidur: Pikiran yang terus bekerja membuat tubuh sulit masuk ke fase istirahat yang dalam.

2. Risiko penyakit kardiovaskular: Stres yang terus-menerus bisa meningkatkan tekanan darah dan membebani kerja jantung.

3. Penurunan kreativitas: Otak yang dipaksa bekerja terus tanpa jeda sebenarnya justru akan kehilangan kemampuan untuk berpikir inovatif.

Cara Menghadapi Hustle Culture

Sukses itu penting, tapi kesehatan jauh lebih berharga. Kamu bisa mulai melakukan langkah kecil untuk keluar dari lingkaran ini.

1. Tentukan Batasan (Boundaries)

Tetapkan jam berapa kamu harus benar-benar berhenti menyentuh pekerjaan. Matikan notifikasi email setelah jam kerja berakhir.

2. Istirahat adalah Investasi

Sadari bahwa istirahat bukan berarti berhenti berprogres. Tubuh yang segar justru akan menghasilkan ide yang jauh lebih cemerlang.

3. Fokus pada Kualitas, Bukan Kuantitas

Daripada bekerja 12 jam dengan hasil setengah-setengah, lebih baik bekerja 6-8 jam dengan fokus penuh dan kualitas maksimal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kurang Tidur Bukan Lencana Kehormatan, Inilah Racun Hustle Culture yang Merusak Hidup Saya

Kurang Tidur Bukan Lencana Kehormatan, Inilah Racun Hustle Culture yang Merusak Hidup Saya

Your Say | Rabu, 18 Maret 2026 | 18:55 WIB

Hustle Culture vs Slow Living: Haruskah Kita Merasa Bersalah Saat Istirahat?

Hustle Culture vs Slow Living: Haruskah Kita Merasa Bersalah Saat Istirahat?

Your Say | Minggu, 01 Maret 2026 | 10:01 WIB

Kota yang Bising, Pikiran yang Lelah: Apa Kabar Kesehatan Mental Anak Muda?

Kota yang Bising, Pikiran yang Lelah: Apa Kabar Kesehatan Mental Anak Muda?

Your Say | Senin, 02 Februari 2026 | 15:21 WIB

Seni Mindful Living: Cara Menata Hidup Agar Berkualitas di Era Digital

Seni Mindful Living: Cara Menata Hidup Agar Berkualitas di Era Digital

Your Say | Jum'at, 23 Januari 2026 | 21:50 WIB

Terkini

Geser Singapura, Hong Kong Jadi Investor Terbesar Indonesia pada Kuartal II 2026

Geser Singapura, Hong Kong Jadi Investor Terbesar Indonesia pada Kuartal II 2026

Bisnis | Jum'at, 17 Juli 2026 | 09:31 WIB

HP Bukan Pengasuh: Jangan Biarkan Gadget Mendidik Anak Sendirian

HP Bukan Pengasuh: Jangan Biarkan Gadget Mendidik Anak Sendirian

Your Say | Jum'at, 17 Juli 2026 | 09:30 WIB

Di Mana Membeli HP Murah Secara Online? Ini 6 Toko Tepercaya dan Ada Garansi Resmi

Di Mana Membeli HP Murah Secara Online? Ini 6 Toko Tepercaya dan Ada Garansi Resmi

Tekno | Jum'at, 17 Juli 2026 | 09:28 WIB

Konflik AS - Iran Meluas, Harga Minyak Brent Merangkak Naik ke 85,28 Dolar AS

Konflik AS - Iran Meluas, Harga Minyak Brent Merangkak Naik ke 85,28 Dolar AS

Bisnis | Jum'at, 17 Juli 2026 | 09:26 WIB

Harga Minyak Dunia Makin Horor Sepekan Perang AS - Iran, Pasar Saham Asia Anjlok

Harga Minyak Dunia Makin Horor Sepekan Perang AS - Iran, Pasar Saham Asia Anjlok

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 09:19 WIB

Indonesia Siapkan 'Karpet Merah' Investor Asing di Bali, Pajak Nol Rupiah!

Indonesia Siapkan 'Karpet Merah' Investor Asing di Bali, Pajak Nol Rupiah!

Bisnis | Jum'at, 17 Juli 2026 | 09:17 WIB

Tantang Merek Elektronik Jepang dan China, Acerpure Siap Bangun Anak Perusahaan di Indonesia

Tantang Merek Elektronik Jepang dan China, Acerpure Siap Bangun Anak Perusahaan di Indonesia

Tekno | Jum'at, 17 Juli 2026 | 09:16 WIB

IHSG Meloyo Pada Jumat Pagi, Tapi Masih di Level 6.000

IHSG Meloyo Pada Jumat Pagi, Tapi Masih di Level 6.000

Bisnis | Jum'at, 17 Juli 2026 | 09:16 WIB

Jejak Kotor Wasit Final Piala Dunia 2026 Slavko Vincic: dari Narkoba hingga Prostitusi

Jejak Kotor Wasit Final Piala Dunia 2026 Slavko Vincic: dari Narkoba hingga Prostitusi

Bola | Jum'at, 17 Juli 2026 | 09:15 WIB

Donald Trump: Amerika Serikat Menang Lawan Iran

Donald Trump: Amerika Serikat Menang Lawan Iran

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 09:06 WIB

×