Waspada Bahaya Hustle Culture: Hobi Overwork Terbukti Picu Penyakit Jantung di Usia Muda

Ruth Meliana | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Jum'at, 17 April 2026 | 15:34 WIB
Waspada Bahaya Hustle Culture: Hobi Overwork Terbukti Picu Penyakit Jantung di Usia Muda
Ilustrasi kerja keras (Pixabay.com/StartupStockPhotos)
  • Kerja 55 jam seminggu tingkatkan risiko stroke hingga 33 Persen.

  • Stres kronis dan kurang tidur memicu penyempitan pembuluh darah jantung.

  • Hustle culture kini berubah menjadi toxic productivity yang mengancam kesehatan mental.

Suara.com - Waspada Bahaya Hustle Culture: Hobi Overwork Terbukti Picu Penyakit Jantung di Usia Muda

Di era sekarang, terlihat sibuk dan bekerja hingga larut malam seringkali dianggap sebagai sebuah prestasi.

Fenomena yang dikenal dengan istilah hustle culture ini menuntut seseorang untuk terus produktif kerja tanpa henti.

Namun, di balik label pekerja keras tersebut, ada ancaman kesehatan yang sangat nyata.

Studi terbaru dilansir dari laman resmi Primaya Hospital, menunjukkan bahwa hobi overwork atau bekerja berlebihan terbukti meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular secara signifikan, bahkan memicu penyakit jantung di usia muda.

Lantas, mengapa gila kerja bisa berujung fatal? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.

7 Rekomendasi AI untuk Mengerjakan Tugas Kantor dan Membuat Proposal (Unsplash)
Ilustrasi pekerja keras (Unsplash)

Risiko Stroke Naik 33 Persen bagi Pekerja Lembur

Berdasarkan aturan Undang-Undang Cipta Kerja di Indonesia, jam kerja normal adalah 40 jam per minggu.

Jika ditambah lembur maksimal (3 jam per hari), seseorang bisa bekerja hingga 58 jam per minggu.

Angka ini sebenarnya sudah masuk dalam zona merah kesehatan.

Menurut studi dalam jurnal The Lancet yang menganalisis data lebih dari 600 ribu orang, mereka yang bekerja lebih dari atau sama dengan 55 jam per minggu memiliki risiko 13 persen lebih tinggi terkena penyakit jantung koroner.

Bahkan yang lebih mengerikan, risiko terkena stroke melonjak hingga 33 persen dibandingkan mereka yang bekerja dengan jam normal (35-40 jam per minggu).

Semakin panjang jam kerja Anda, semakin besar pula ancaman nyawa yang mengintai.

Ilustrasi Kerja Keras - Lowongan Kerja Remote Admin (Unsplash)
Ilustrasi Kerja Keras - Lowongan Kerja Remote Admin (Unsplash)

Alasan Kerja Berlebihan Merusak Jantung

Penelitian menjelaskan ada beberapa faktor yang membuat jantung ambruk akibat beban kerja yang terlalu berat:

1. Stres Kronis dan Hormon Beracun

Saat Anda dipaksa bekerja melampaui batas, tubuh terus-menerus memproduksi hormon stres seperti kortisol dan adrenalin.

Kondisi ini memicu penyempitan pembuluh darah (aterosklerosis) dan lonjakan tekanan darah yang menjadi penyebab utama serangan jantung.

2. Kurang Tidur yang Mematikan

Pekerja lembur seringkali tidur kurang dari 6 jam sehari.

Padahal, menurut American College of Radiology, orang yang kurang tidur memiliki risiko 27 persen lebih tinggi mengalami pengerasan pembuluh darah di seluruh tubuh.

3. Gaya Hidup Sedentari dan Pola Makan Buruk

Duduk lebih dari 8 jam sehari tanpa aktivitas fisik membuat aliran darah tidak lancar.

Ditambah lagi, kebiasaan mengonsumsi fast food tinggi garam dan lemak saat lembur semakin mempercepat kerusakan jantung.

4. Pelarian ke Rokok dan Alkohol

Tak sedikit pekerja yang menjadikan rokok dan alkohol sebagai pelarian dari stres pekerjaan.

Alih-alih tenang, zat kimia di dalamnya justru menjadi racun bagi sistem kardiovaskular.

Terjebak "Toxic Productivity" demi Konten Medsos

Psikolog dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Indrayanti, M.Si., Ph.D., menyebut bahwa hustle culture telah berkembang menjadi toxic productivity.

Orang merasa bersalah jika tidak bekerja keras dan merasa insecure saat melihat pencapaian orang lain di media sosial.

"Hustle culture itu mindset-nya kita hidup untuk kerja, yang lain entar dulu. Bukan kerja untuk hidup," ungkap Indrayanti dilansir dari laman resmi Psikologi UGM.

Menurutnya, banyak generasi muda yang tidak peka dengan sinyal tubuhnya sendiri.

Akibat ambisi yang meledak-ledak, mereka sering mengabaikan keluhan fisik seperti pusing dan mual hingga akhirnya tubuh drop karena kelelahan psikologis atau burnout.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cara Daftar Manajer Koperasi Desa Merah Putih 2026 Via HP, Tinggal 8 Hari Lagi!

Cara Daftar Manajer Koperasi Desa Merah Putih 2026 Via HP, Tinggal 8 Hari Lagi!

Lifestyle | Jum'at, 17 April 2026 | 15:04 WIB

Jadwal Lengkap Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih, Pendaftaran Cuma 10 Hari

Jadwal Lengkap Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih, Pendaftaran Cuma 10 Hari

Lifestyle | Jum'at, 17 April 2026 | 13:49 WIB

Syekh Ahmad Al Misry Orang Mana? Pendakwah Kondang yang Terseret Kasus Pelecehan Sesama Jenis

Syekh Ahmad Al Misry Orang Mana? Pendakwah Kondang yang Terseret Kasus Pelecehan Sesama Jenis

Lifestyle | Jum'at, 17 April 2026 | 11:54 WIB

Syekh Ahmad Al Misry Resmi Dipolisikan soal Dugaan Pelecehan Sesama Jenis, Korban Diancam Fisik

Syekh Ahmad Al Misry Resmi Dipolisikan soal Dugaan Pelecehan Sesama Jenis, Korban Diancam Fisik

Video | Jum'at, 17 April 2026 | 11:25 WIB

5 Fakta Kasus Pelecehan Sesama Jenis Syekh Ahmad Al Misry: Catut Nama Nabi dan Imam Syafi'i

5 Fakta Kasus Pelecehan Sesama Jenis Syekh Ahmad Al Misry: Catut Nama Nabi dan Imam Syafi'i

Lifestyle | Jum'at, 17 April 2026 | 11:03 WIB

Apa Maksud Hustle Culture? Mengenal Sisi Lain Budaya 'Gila Kerja'

Apa Maksud Hustle Culture? Mengenal Sisi Lain Budaya 'Gila Kerja'

Lifestyle | Jum'at, 17 April 2026 | 08:30 WIB

Terkini

Apa Itu Greenwashing: Mengapa Ini Marak dan Menyesatkan?

Apa Itu Greenwashing: Mengapa Ini Marak dan Menyesatkan?

Lifestyle | Jum'at, 17 April 2026 | 15:05 WIB

Cara Daftar Manajer Koperasi Desa Merah Putih 2026 Via HP, Tinggal 8 Hari Lagi!

Cara Daftar Manajer Koperasi Desa Merah Putih 2026 Via HP, Tinggal 8 Hari Lagi!

Lifestyle | Jum'at, 17 April 2026 | 15:04 WIB

Cuaca Panas Pakai Parfum Apa? Ini 7 Rekomendasi yang Aromanya Segar dan Tidak Menyengat

Cuaca Panas Pakai Parfum Apa? Ini 7 Rekomendasi yang Aromanya Segar dan Tidak Menyengat

Lifestyle | Jum'at, 17 April 2026 | 14:39 WIB

Produksi Rumput Laut Naik, Kenapa Nilainya Masih Rendah?

Produksi Rumput Laut Naik, Kenapa Nilainya Masih Rendah?

Lifestyle | Jum'at, 17 April 2026 | 14:26 WIB

5 Kipas Angin Dinding Terbaik Usir Gerah Tanpa Bikin Tagihan Listrik Bengkak, Dijamin Dingin

5 Kipas Angin Dinding Terbaik Usir Gerah Tanpa Bikin Tagihan Listrik Bengkak, Dijamin Dingin

Lifestyle | Jum'at, 17 April 2026 | 14:26 WIB

Tips 5 Cara Rental Mobil Aman Saat Liburan

Tips 5 Cara Rental Mobil Aman Saat Liburan

Lifestyle | Jum'at, 17 April 2026 | 14:06 WIB

Siapa Goldman Sachs yang Penasaran dengan Ekonomi Indonesia karena Paparan Menkeu Purbaya?

Siapa Goldman Sachs yang Penasaran dengan Ekonomi Indonesia karena Paparan Menkeu Purbaya?

Lifestyle | Jum'at, 17 April 2026 | 13:52 WIB

Jadwal Lengkap Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih, Pendaftaran Cuma 10 Hari

Jadwal Lengkap Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih, Pendaftaran Cuma 10 Hari

Lifestyle | Jum'at, 17 April 2026 | 13:49 WIB

Lowongan 1.369 Manajer Kampung Nelayan Merah Putih, Cek Syarat dan Link Daftarnya di Sini!

Lowongan 1.369 Manajer Kampung Nelayan Merah Putih, Cek Syarat dan Link Daftarnya di Sini!

Lifestyle | Jum'at, 17 April 2026 | 13:38 WIB

Beda Pendidikan Donald Trump vs Paus Leo XIV yang Bersitegang

Beda Pendidikan Donald Trump vs Paus Leo XIV yang Bersitegang

Lifestyle | Jum'at, 17 April 2026 | 13:36 WIB