Indonesia Hasilkan 1,9 Juta Ton E-Waste: Mengapa Pengelolaannya Tertinggal?

Bimo Aria Fundrika

Jum'at, 24 April 2026 | 11:13 WIB
Indonesia Hasilkan 1,9 Juta Ton E-Waste: Mengapa Pengelolaannya Tertinggal?
Ilustrasi Tumpukan E-waste (Pexels/Leo Arslan)

Suara.com - Limbah elektronik (e-waste) menjadi salah satu krisis lingkungan dengan pertumbuhan tercepat. Data Global E-Waste Monitor 2024 mencatat volume global mencapai 62 juta ton pada 2022 dan diproyeksikan naik menjadi 82 juta ton pada 2030.

Di Indonesia, produksi e-waste mencapai sekitar 1,9 juta ton, menjadikannya yang terbesar di Asia Tenggara . Apa pemicu lonjakan ini, apa dampaknya, dan bagaimana penanganannya?

Kondisi Kritis di Indonesia

Indonesia berada dalam posisi yang cukup mengkhawatirkan terkait timbunan e-waste. Sebagai salah satu konsumen besar perangkat elektronik, Indonesia masih memiliki tantangan dalam produksi elektronik dengan kemampuannya untuk mengelola limbah tersebut. 

165 ton. Itulah total e-waste di DKI Jakarta yang berhasil diolah dalam periode 2019 hingga mei 2024, sebagaimana dilaporkan oleh KLHK. Angka ini menunjukkan bahwa kemampuan pengelolaan e-waste hanya seujung rambut. 

Lonjakan e-waste sendiri dipicu oleh tren pergantian gawai yang cepat, perkembangan teknologi, serta siklus hidup produk yang semakin singkat, ditambah biaya perbaikan yang sering kali lebih mahal dibanding membeli ponsel baru. 

Dampak yang dihasilkan tidak sederhana. Tanpa pengelolaan yang tepat, tentunya penumpukan limbah elektronik akan memberikan efek buruk. Hal ini juga disampaikan oleh Kepala pusat Kelembagaan Internasional Sekretariat Jenderal Kementerian Komunikasi dan Digital, Ichwan Makmur, dalam acara E-Waste Policy and Extended Producer Responsibility (EPR) training

“Di satu sisi, pertumbuhan perangkat elektronik membawa manfaat besar bagi percepatan transformasi digital. Namun di sisi lain, tanpa pengelolaan yang tepat, perangkat elektronik yang telah menjadi limbah (e-waste) justru akan menimbulkan beban lingkungan, kesehatan dan sosial yang serius,” ujarnya. 

Solusi Aktif dari Berbagai Pihak

baca juga

Di tengah meningkatnya ancaman e-waste, harapan tetap tumbuh dari berbagai upaya yang mulai digerakkan bersama. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Lingkungan Hidup menghadirkan program Jemput E-Waste yang mneydiakan layanan penjemputan untuk limbah di atas 5 kg serta opsi dropbox ke TPS terdekat bagi jumlah limbah yang lebih kecil. Untuk informasi lebih lanjut dapat melihat website https://ewaste.dinaslhdki.id/ewastesm. 

Selain itu, pada 2025 Kementerian Komdigi bersama Kementerian Lingkungan Hidup, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta pemerintah daerah bekerja sama dengan International Telecommunication Union (ITU) didukung oleh UK Foreign, Commonwealth and Development Office (FCDO) untuk menyusun kajian kebijakan pengelolaan e-waste yang lebih terarah dan implementatif.

“Kolaborasi ini diharapkan memperkuat dasar ilmiah dan strategis dalam perumusan kebijakan nasional yang lebih terarah, implementatif, serta sesuai kebutuhan nyata di berbagai wilayah Indonesia,” ungkap Ichwan. 

Ia juga menambahkan “Kami ingin membangun sistem pengelolaan e-waste yang efektif, berkelanjutan, dan berdampak positif bagi lingkungan serta masyarakat Indonesia”

Upaya ini juga diperkuat oleh peran sektor swasta, seperti Bibli melalui program Gadget For Good yang menyediakan dropbox pengumpulan e-waste di sejumlah pusat perbelanjaan. 

Head of ESG Blibli, Ignacia Chiara Irawan, mengatakan bahwa Bibli ingin terus berkomitmen dalam menjaga lingkungan. 

Sustainability merupakan bagian dari cara kami beroperasi setiap hari, bukan sekadar program yang ‘dinyalakan’ saat Earth Day lalu ‘diredupkan’ setelahnya. Kami terus menghadirkan peluang di setiap kanal transaksi, baik online maupun offline, untuk mendorong dampak positif yang lebih luas bagi lingkungan,” ujar Ignacia.

Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan mampu membangun sistem pengelolaan e-waste yang lebih efektif, berkelanjutan, dan berdampak luas bagi lingkungan serta masyarakat. Ke depannya, inisiatif-inisiatif ini diharapkan tidak hanya terpusat di Pulau Jawa, tetapi juga menjangkau wilayah lain di Indonesia agar penanganan e-waste dapat dilakukan secara lebih merata. 

Penulis: Natasha Suhendra

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Riset Temukan Anak Lebih Efektif Dorong Aksi Iklim di Keluarga, Kenapa?

Riset Temukan Anak Lebih Efektif Dorong Aksi Iklim di Keluarga, Kenapa?

Lifestyle | Kamis, 23 April 2026 | 17:50 WIB

Tren Mobil Listrik Murah Mulai Gerus Pasar MPV Konvensional di Indonesia

Tren Mobil Listrik Murah Mulai Gerus Pasar MPV Konvensional di Indonesia

Otomotif | Kamis, 23 April 2026 | 18:45 WIB

Peringati Hari Bumi, Keraton Yogyakarta Dorong Pengelolaan Sampah Berbasis Kearifan Lokal

Peringati Hari Bumi, Keraton Yogyakarta Dorong Pengelolaan Sampah Berbasis Kearifan Lokal

Lifestyle | Kamis, 23 April 2026 | 16:19 WIB

Terkini

Mengenal Sifat Lingkaran: Bangun Datar Unik Tanpa Sudut yang Ada di Sekitar Kita

Mengenal Sifat Lingkaran: Bangun Datar Unik Tanpa Sudut yang Ada di Sekitar Kita

Tekno | Selasa, 08 September 2026 | 17:24 WIB

TK-SMP PJJ Akibat Kabut Asap, Mengapa SMA-SMK Palembang Belum Belajar Daring?

TK-SMP PJJ Akibat Kabut Asap, Mengapa SMA-SMK Palembang Belum Belajar Daring?

Sumsel | Selasa, 08 September 2026 | 17:20 WIB

Ancaman Silent Killer di Usia Muda: saat Penyakit Jantung Tak Lagi Mengenal Usia

Ancaman Silent Killer di Usia Muda: saat Penyakit Jantung Tak Lagi Mengenal Usia

Health | Selasa, 08 September 2026 | 17:20 WIB

Kebakaran TPA Putri Cempo, Baru 1,5 Hektare Berhasil Dipadamkan

Kebakaran TPA Putri Cempo, Baru 1,5 Hektare Berhasil Dipadamkan

Foto | Selasa, 08 September 2026 | 17:20 WIB

Cara Menggulung Kabel Setrika yang Benar agar Awet untuk Jangka Panjang

Cara Menggulung Kabel Setrika yang Benar agar Awet untuk Jangka Panjang

Lifestyle | Selasa, 08 September 2026 | 17:19 WIB

Anak Krakatau Erupsi Lagi, BMKG Pastikan Sebaran Abu Vulkanik Tak Sampai ke Jakarta

Anak Krakatau Erupsi Lagi, BMKG Pastikan Sebaran Abu Vulkanik Tak Sampai ke Jakarta

News | Selasa, 08 September 2026 | 17:15 WIB

Salip Moving, Made in Korea Jadi Drama Korea Termahal dengan Bujet Rp911 M

Salip Moving, Made in Korea Jadi Drama Korea Termahal dengan Bujet Rp911 M

Your Say | Selasa, 08 September 2026 | 17:15 WIB

Saksi Bongkar Jatah Kuota Haji Khusus untuk Iwan BIN Hingga Politisi Golkar Ace Hasan

Saksi Bongkar Jatah Kuota Haji Khusus untuk Iwan BIN Hingga Politisi Golkar Ace Hasan

News | Selasa, 08 September 2026 | 17:13 WIB

IHSG Tembus Level 6.600, Saham AMMN Terbang

IHSG Tembus Level 6.600, Saham AMMN Terbang

Bisnis | Selasa, 08 September 2026 | 17:10 WIB

Daftar Harga Motor Bekas yang Tetap Stabil Dipasaran

Daftar Harga Motor Bekas yang Tetap Stabil Dipasaran

Otomotif | Selasa, 08 September 2026 | 17:10 WIB

×