- Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada 27 April 2026 malam.
- Insiden dipicu gangguan jalur setelah KRL sebelumnya menabrak taksi di perlintasan Bulak Kapal.
- Sebanyak 14 orang tewas, 84 luka-luka, sementara masinis KA dipastikan selamat.
Beberapa menit kemudian, sekitar pukul 20.52–20.53 WIB, KA Argo Bromo Anggrek rute Gambir–Surabaya Pasarturi melaju dari arah yang sama.
Kereta jarak jauh tersebut berada di jalur yang sama dengan KRL yang masih dalam posisi berhenti.
Dalam situasi tersebut, masinis KA Argo Bromo Anggrek tidak berhasil menghentikan laju kereta tepat waktu, meskipun pengereman darurat (emergency brake) telah dilakukan. Akibatnya, tabrakan dari arah belakang pun tidak terhindarkan.
Benturan keras menyebabkan kerusakan parah pada gerbong paling belakang KRL, yang diketahui merupakan gerbong khusus perempuan.
Sementara itu, bagian depan lokomotif KA Argo Bromo Anggrek juga mengalami kerusakan cukup serius.
Peristiwa ini mengakibatkan 14 orang meninggal dunia dan 84 lainnya mengalami luka-luka.
Hingga kini, proses evakuasi dan penanganan korban masih terus dilakukan oleh petugas di lapangan.
Penyebab pasti kecelakaan masih dalam penyelidikan oleh pihak KNKT.
Sejumlah faktor tengah didalami, mulai dari dampak insiden awal di perlintasan sebidang, hingga kemungkinan kendala pada sistem persinyalan maupun komunikasi antarpetugas, guna memastikan penyebab utama secara menyeluruh.