- Ki Hajar Dewantara lahir di Yogyakarta tahun 1889 dan berjuang melawan ketidakadilan kolonial melalui tulisan kritis.
- Ia mendirikan Taman Siswa pada tahun 1922 untuk menyediakan akses pendidikan bermutu bagi seluruh rakyat pribumi.
- Pemerintah Indonesia menetapkan beliau sebagai Bapak Pendidikan Nasional atas kontribusi membangun sistem pendidikan nasional pasca kemerdekaan.
Pada 3 Juli 1922, Ki Hajar Dewantara mendirikan Taman Siswa di Yogyakarta.
Sekolah ini didirikan agar rakyat Indonesia, terutama pribumi, bisa memperoleh pendidikan yang bermutu, terjangkau, dan menanamkan rasa kebangsaan.
Berbeda dengan sistem kolonial, Taman Siswa menekankan:
- Pendidikan untuk semua golongan
- Pembentukan karakter dan budi pekerti
- Cinta tanah air
- Kemandirian berpikir
- Kebudayaan nasional
Inilah tonggak penting yang membuatnya dikenang sebagai pelopor pendidikan nasional.
Pencetus Filosofi Pendidikan Indonesia
Ki Hajar Dewantara juga mewariskan semboyan terkenal:
Ing Ngarsa Sung Tuladha (di depan memberi teladan)
Ing Madya Mangun Karsa (di tengah membangun semangat)
Tut Wuri Handayani (di belakang memberi dorongan)
Semboyan Tut Wuri Handayani kemudian menjadi motto pendidikan Indonesia hingga kini.
Gagasan pendidikannya menempatkan guru bukan sekadar pengajar, tetapi pembimbing yang memerdekakan murid.
Menjadi Menteri Pendidikan Pertama
Setelah Indonesia merdeka, Ki Hajar Dewantara dipercaya menjadi Menteri Pengajaran pertama dalam kabinet Republik Indonesia.
Perannya sangat besar dalam merintis sistem pendidikan nasional di masa awal kemerdekaan.
Resmi Dijuluki Bapak Pendidikan Nasional